{"id":227978,"date":"2023-08-15T11:50:10","date_gmt":"2023-08-15T04:50:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227978"},"modified":"2023-08-15T11:50:10","modified_gmt":"2023-08-15T04:50:10","slug":"andai-kabupaten-bekasi-tidak-pernah-menjadi-kawasan-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/andai-kabupaten-bekasi-tidak-pernah-menjadi-kawasan-industri\/","title":{"rendered":"Membayangkan Jika Kabupaten Bekasi Tidak Pernah Menjadi Kawasan Industri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pemuda asal Kabupaten Bekasi yang telah merantau ke mana-mana, saya kerap mambandingkan daerah asal dengan daerah lain. Lumrah, Bekasi bagi saya punya arti, yang bikin saya mau tak mau, sadar tak sadar, membandingkannya dengan kota yang sedang saya tempati saat itu. Terlebih, Bekasi punya julukan kota industri, yang jelas bikin ia makin berbeda ketimbang yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya pernah berandai-andai, gimana ya kira-kira kalau kabupaten ini nggak jadi kawasan industri? Begini kira-kira hasil lamunan saya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tak ada pencemaran lingkungan oleh pabrik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencemaran lingkungan menjadi masalah serius bagi kawasan industri. Di mana pun pabrik-pabrik tersebut berdiri. Terlebih di Kabupaten Bekasi yang terkenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak usah jauh-jauh ke berbagai daerah Kabupaten Bekasi yang lain, di dekat rumah orang tua saya saja terjadi pencemaran lingkungan oleh pabrik. Pada tahun lalu salah satu pabrik keramik yang berdiri di desa tetangga terbukti mencemarkan lingkungan. Pabrik tersebut sampai diberikan sanksi oleh Pemkab Bekasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya tak ada kawasan industri, nggak akan kejadian hal semacam itu. Saya pastikan bakal lebih asri daripada hari ini. Setidaknya lingkungannya lebih hijau ketimbang saat ada pabrik. Tapi ya, ekonominya mungkin berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bisa jadi lumbung padi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saat masih kecil, saya sempat merasakan cukup banyak hamparan sawah di Kabupaten Bekasi. Sekarang memang masih ada sih di beberapa titik. Tapi, sudah jauh berkurang. Bahkan hampir tak terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang nggak semua sawah \u201cdihabisi\u201d oleh pabrik. Akan tetapi rata-rata sawah tergerus oleh pembangunan perumahan. Ya, rumah-rumah yang dibangun untuk menjadi tempat tinggal masyarakat, yang notabene adalah pekerja di kawasan industri Kabupaten Bekasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak ada ribut ormas gara-gara rebutan mengelola limbah pabrik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini Kabupaten Bekasi agak kacau. Kerap terjadi gesekan antarormas tertentu. Saya memang tidak berada di lokasi kejadian, tapi kalau dilihat dari video yang beredar di internet, kondisi perselisihan antarormas waktu itu cukup panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena video tersebut, saya jadi ingat peristiwa beberapa tahun lalu. Sempat ada bentrok antar ormas gara-gara berebut pengelolaan limbah sebuah pabrik. Umpama pabrik tidak ada, tidak akan ada limbah yang perlu dikelola.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada julukan kota industri untuk Kabupaten Bekasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang saya nggak terlalu bangga dengan gelar kota industri untuk Kabupaten Bekasi. Gelar ini bukan sesuatu yang diperjuangkan oleh masyarakat sendiri, melainkan sudah direncanakan oleh pemerintah pusat guna mendapuk Bekasi sebagai sebuah kawasan industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saja gelar tersebut diraih dengan proses melibatkan lebih banyak masyarakat, saya bakal senang. Faktanya nggak seperti itu. Gelar kota industri cenderung karena given, bukan diraih bersama oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Arus urbanisasi rendah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini arus urbanisasi di Kabupaten Bekasi cukup tinggi. Kejadian ini sangat wajar. Mengingat kawasan industri kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi perantau. Tak terkecuali Kabupaten Bekasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Kabupaten Bekasi nggak jadi kawasan industri, pasti arus urbanisasi nggak setinggi ini. Sekali pun termasuk daerah Jabodetabek, tetapi, Kabupaten Bekasi agak jauh dari Jakarta.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ekonomi Kabupaten Bekasi ditopang dari sektor pertanian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang ekonomi Kabupaten ini memang ditopang oleh kawasan industri. Jika tidak ada pabrik-pabrik di sana otomatis geliat ekonomi Bekasi nggak sekencang hari ini. Bakal susah punya UMK setinggi saat ini. Bahkan bisa jadi UMK-nya di bawah <a href=\"https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2022\/12\/07\/180314278\/daftar-ump-dan-umk-jogja-2023-berlaku-mulai-1-januari-2023\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a> yang upahnya terkenal kecil itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, nggak mungkin ding. Mosok patah bawah, nga nga nga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, masyarakat Bekasi tenang saja. Bila nggak ada pabrik, masih ada sektor pertanian yang dapat diandalkan. Sebab, tanah di Kabupaten Bekasi dulu terkenal subur. Tanaman jenis apa pun saya rasa bisa tumbuh di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu sekiranya gambaran Kabupaten Bekasi bila tak jadi kawasan industri. Kalau benar begitu gambarannya, mungkin Bekasi sangat cocok sekali jadi tempat pensiun. Menikmati hari-hari tua memandangi tanaman yang dirawat setiap hari. Tanpa harus khawatir menghirup polusi.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selamat-tinggal-bekasi-ternyata-semarang-lebih-indah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Bekasi, selama ini terkenal sebagai kawasan industri. Tapi, apa yang terjadi jika tak ada lagi pabrik di Bekasi?<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":227992,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2091,20236,4804,12754],"class_list":["post-227978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-industri","tag-kabupaten-bekasi","tag-perekonomian","tag-sawah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}