{"id":227924,"date":"2023-08-15T11:01:55","date_gmt":"2023-08-15T04:01:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227924"},"modified":"2023-08-15T11:01:55","modified_gmt":"2023-08-15T04:01:55","slug":"suzuki-lets-skutik-retro-lawan-honda-scoopy-yang-terlalu-singkat-untuk-dikenang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-lets-skutik-retro-lawan-honda-scoopy-yang-terlalu-singkat-untuk-dikenang\/","title":{"rendered":"Suzuki Lets: Skutik Retro Lawan Honda Scoopy yang Terlalu Singkat untuk Dikenang"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suzuki Lets, terlalu singkat untuk dikenang\u2026<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makcrit doang, habis itu hilang. Itulah Suzuki Lets yang pada 2012 diperkenalkan Suzuki untuk bersaing dengan Yamaha Fino dan Honda Scoopy. Namun upaya menyerang yang dilakukan Suzuki berakhir sia-sia. Sebelum ia berhasil menjegal keduanya, Suzuki Lets kudu tumbang dan menghilang. Miris memang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu bikin Suzuki Lets agaknya terlalu singkat untuk dikenang. Bahkan untuk beberapa orang, namanya skutik retro punyanya Suzuki amat terasa asing. \u201cHah, motor apaan ini?\u201d begitu kiranya respons seorang kawan sejawat saat saya menunjukkan gambar si skutik bernam Lets ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Desain Suzuki Lets masih masuk akal sebenarnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri heran kenapa skutik dengan jenama Lets ini nggak begitu disukai \u201cpasar\u201d. Padahal dari segi tampilan, bagi saya, ya nggak jelek-jelek amat. Malahan, jujur, desainnya masih masuk akal untuk dibilang \u201cmanis\u201d. Dan ke-manis-an itu makin yahud dengan durability sempurna khas Suzuki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari mana pun saya tetap cocok-cocok aja sama Suzuki Lets. Ya saya paham, perkara visual memang hal yang subjektif. Tapi satu hal yang kudu dipahami, tampilan Suzuki Lets setidaknya nggak seaneh motor keluaran Suzuki kayak sekarang. Ya gitu lah pokoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba lihat betapa compact-nya model lampu depan plus sein yang langsung nge-block di panel depan. Lihat dengan seksama, maka kamu, atau siapa saja mungkin lamat-lamat akan jatuh cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, memang Suzuki Lets garis desainnya kayak skutik retro, seperti Honda Scoopy atau Yamaha Fino. Namun satu hal yang membuatnya istimewa adalah bentuk lampu belakang yang sama kayak Suzuki Inazuma, moge 1300 cc Suzuki yang dulu pernah didapuk sebagai motor tercepat. Bayangkan, ketika kamu menaiki Suzuki Lets, siapa pun bakal menyangka bahwa kamu sedang menunggangi moge bernama Inazuma. Ingat, jika dilihat dari belakang doang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian lain yang saya suka adalah bentuk velg palang yang cuman tiga tangkai. Selain look-nya simpel dan sporty, urusan membersihkan velg jadi hal yang menyenangkan di skutik ini. Nggak njelimet pokoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di bagian bagasi juga sudah lumayan. Tapi ya itu, nggak usah muluk berharap bagasi seluas NMAX, soalnya dulu belum musim bagasi gede. Meski begitu, bagasi skutik ini yang 5,4 liter sudah lumayan buat menampung jas ujan atau barang bawaan mini. Ruang kaki juga lega, pun, laci-laci di bawah stang sudah tersedia untuk naroh cimol, batagor, recehan uang atau apa pun, kecuali perasaanmu yang ditolak deknen.<\/span><\/p>\n<h2><b>Skutik injeksi pertama pada masa itu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, sebagai penantang Honda Scoopy atau Yamaha Fino sebenarnya Suzuki Lets layak untuk petantang-petenteng dari kedua saingannya. Sebab, Lets-lah skutik retro yang pertama kali menyematkan teknologi injeksi di sistem pencampuran bahan bakar. Berbeda sama Honda atau pun Yamaha masih setia sama karburator di lini retronya saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, Suzuki Lets mendapat predikat skutik paling irit atas teknologi injeksi yang dipakai. Walau kapasitas tangki bahan bakar cuman muat 3,5 liter saja. Pokoknya nggak perlu risau saat mau jalan ke mana juga. Lha wong irit kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski irit, tak serta merta tenaga jadi loyo. Ingat, ini Suzuki, soal mesin, nggak pernah main-main. Lets sendiri ditanami mesin SOHC 2 klep dengan kapasitas 113 cc dari hasil paduan bore 51 mm dan stroke 55,2 mm serta memiliki rasio kompresi 9,4:1 yang membuat pemiliknya tak perlu punya rasa was-was (takut mesin ngelitik) saat mengisi Pertalite. Pokoknya, mesin Suzuki Lets amat powerful untuk ukuran skutik retro, mau diajak ke mana juga pasti dijabanin sama ini motor. Namun, sekali lagi, saya heran kenapa produk manteb begini nggak begitu diminati pada saat itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bobot ringan dan diklaim nyaman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara dari sisi riding experience, si Lets juga enak (kata beberapa yang pernah naik). Peredaman suspensi empuk baik yang depan maupun belakang meski ban yang dipakai nggak tebal-tebal amat yakni ukuran 70\/90 ring 14 inci depan, dan belakang punya ukuran 80\/90-14.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suzuki patut mendapat apresiasi sebab memberikan <a href=\"https:\/\/www.gridoto.com\/read\/222831578\/ini-kelebihan-sokbreker-teleskopik-yang-enggak-ada-di-sok-upside-down\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">shock teleskopik<\/a> dengan keempukan yang bisa dikatakan nyaman. Pun, shock belakang walaupun cuman monoshock juga terbilang nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, nggak usah ngarep speedometer digital ataupun USB charger sama si Lets. Lha gimana ya, waktu motor ini \u201ckeluar\u201d belum usum begitu og. Saat itu, speedometer analog saja sudah mumpuni. Pun, bagian pengereman cakram dengan kaliper satu piston, sementara belakang tromol juga pakem-pakem aja untuk ukuran matic, apalagi waktu dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi konklusi dari sisi kenyaman berkendara si Lets boleh dibilang menyenangkan mengingat skutik ini punya suspensi empuk, stang pas di tangan nggak ketinggian serta jok lumayan tebal busanya. Dan satu lagi yang kudu digaris bawahi, Lets punya bobot ringan yakni 90 kg saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Terus harga Suzuki Lets seken berapa sekarang?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, Suzuki Lets hanya dipasarkan antara 2012 sampai dengan 2014. Amat sayang sebenarnya pihak Suzuki nggak melakukan facelift untuk skutik yang bisa dibilang \u201cbagus\u201d. Tapi apa mau dikata, mungkin, saat itu respons pasar memang nggak meriah-meriah amat sama skutik Suzuki ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tentu saja, dampak singkatnya penjualan Suzuki Lets yang kurang laku membuatnya sekarang ini jadi agak langka. Dan di tangan makelar, harga Lets nggak bisa dibilang murah untuk skutik dengan usia 10 tahun (untuk yang keluaran 2012). Kata rare atau unik selalu disematkan saat ada yang menjual Suzuki Lets. Nah, jika ada yang bertanya \u201cberapa sih harga seken Suzuki Lets sekarang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya adalah harganya gelap tergantung kondisi. Namun ketika ada yang tanya lagi apakah worth it membeli si Lets seken untuk dipakai daily use? Tentu saja saya akan menjawab nggak. Sebab kelangkaan unitnya menjadikan harga spareparts susah dan juga mahal. Apalagi ini Suzuki yang meski dicap awet, tapi tetap saja nggak bisa menutup mata soal harga spareparts yang memang mahal-mahal harganya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-honda-pcx-150-setelah-setahun-pemakaian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Review Honda PCX 150 Setelah Setahun Pemakaian<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makcrit doang, habis itu hilang. Itulah Suzuki Lets yang pada 2012 diperkenalkan Suzuki untuk bersaing dengan Yamaha Fino dan Honda Scoopy.<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":174047,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[20235,8562,20234,8399,20233],"class_list":["post-227924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-kompetitor","tag-matic","tag-retro","tag-scoopy","tag-suzuki-lets"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227924"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227924\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}