{"id":227764,"date":"2023-08-13T10:31:35","date_gmt":"2023-08-13T03:31:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227764"},"modified":"2023-08-13T10:31:35","modified_gmt":"2023-08-13T03:31:35","slug":"partuturan-panduan-sapaan-kekerabatan-batak-toba-yang-perlu-dipahami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/partuturan-panduan-sapaan-kekerabatan-batak-toba-yang-perlu-dipahami\/","title":{"rendered":"Partuturan: Panduan Sapaan Kekerabatan Batak Toba yang Perlu Kamu Tahu, biar Tahunya Nggak Lae doang!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti semua suku di Indonesia, suku Batak dalam hal ini Batak Toba, memiliki kekayaan budaya yang sangat kental. Salah satu yang mendasar adalah tata cara sapaan yang disebut dengan partuturan. Hal ini mengatur tentang sapaan kekerabatan dalam semesta Batak Toba. Ketepatan sapaan adalah hal krusial dalam relasi orang Batak. Dalam partuturan, gender dan status kita terhadap lawan bicara menjadi penentu pemilihan sapaan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, jika kamu berjumpa dengan orang Batak yang lebih tua, gunakan kata Amang (untuk laki-laki) dan Inang (untuk perempuan). Sementara kepada yang lebih muda atau sepantaran, kamu bisa gunakan Lae, Eda, atau Ito. Tentu tak bisa sembarangan menggunakannya. Lae digunakan untuk menyapa sesama lelaki. Eda digunakan untuk menyapa sesama perempuan. Ito digunakan untuk menyapa lawan bicara yang beda gender denganmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut bapak saya, untuk sesama orang Batak, setelah menyapa secara umum, obrolan perkenalan harus berlanjut ke identifikasi keluarga. Itulah mengapa penyebutan marga di awal perkenalan menjadi hal wajib. Setelah mengetahui marga lawan bicara, kata sapaan yang umum tadi bisa berganti menjadi sapaan yang lebih spesifik sesuai dengan aturan dalam partuturan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terasa sedikit ribet, ya? Tapi nggak ada salahnya dipelajari, terlebih jika kamu berasal dari luar suku Batak dan sedang ada afiliasi dengan orang Batak. Dengan memahami sedikit tentang partuturan dapat membuatmu berada dalam posisi yang bagus di mata orang Batak. Yang agak susah itu kalau menjadi turunan Batak campur Jawa seperti saya atau menjadi pasangan orang Batak. Pasalnya, partuturan yang ruwet ini mau nggak mau, senang nggak senang, ya, memang perlu dipahami biar nggak malu-maluin karena salah menyapa kerabat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, inilah panduan partuturan anti ribet yang perlu kamu ketahui.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Keluarga Inti dalam Batak<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakek: Opung \/ Opung Doli<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek: Opung \/ Opung Boru<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bapak: Amang \/ Amung \/ Bapa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu: Inang \/ Inong<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Panggilan untuk anak perempuan: boru \/ panggil nama<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Panggilan untuk anak laki-laki: anak \/ panggil nama<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Panggilan kakek dan nenek untuk cucu: pahompu \/ panggil nama<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak laki-laki:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki terhadap kakak laki-laki: abang \/ haha<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan terhadap kakak laki-laki: ito<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak perempuan:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki terhadap kakak perempuan: kakak \/ ito<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan terhadap kakak perempuan: kakak<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki \/ perempuan: anggi \/ langsung panggil nama\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Keluarga Kakak Lelaki dari Bapak dalam Batak<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak lelaki bapak: Bapa tua \/ Amang tua \/ Pak tua<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Istri kakak lelaki bapak: Inang tua \/ Mak tua<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu laki-laki:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki terhadap kakak sepupu laki-laki: abang \/ haha \/ hahang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan terhadap kakak sepupu laki-laki: ito<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu perempuan:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki terhadap kakak sepupu perempuan: kakak \/ ito<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan terhadap kakak sepupu perempuan: kakak<\/span><\/p>\n<h2><strong>Keluarga Adik Lelaki dari Bapak<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adik lelaki bapak: Bapa uda \/ Amang uda \/ Uda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Istri adik lelaki bapak: Inang uda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adik sepupu laki-laki dan perempuan: anggi \/ panggil nama\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Keluarga Kakak dan Adik Perempuan dari Bapak<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Suami dari kakak atau adik perempuan bapak: Amang boru<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak atau adik perempuan bapak: Namboru<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu dan adik sepupu: statusnya disebut pariban, namun jarang sekali orang Batak masa kini menyapa dengan kata pariban kecuali untuk candaan jodoh-jodohan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu laki-laki: abang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik sepupu laki-laki: panggil nama<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu perempuan: kakak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik sepupu perempuan: panggil nama<\/span><\/p>\n<h2><strong>Keluarga Kakak atau Adik Lelaki dari Ibu<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak atau adik lelaki ibu: tulang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Istri kakak atau adik lelaki ibu : natulang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu atau adik sepupu: statusnya disebut pariban.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu laki-laki: abang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik sepupu laki-laki: panggil nama<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu perempuan: kakak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik sepupu perempuan: panggil nama<\/span><\/p>\n<h2><strong>Keluarga Kakak Perempuan dari Ibu<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak perempuan ibu: Inang tua \/ Mak tua<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Suami kakak perempuan ibu: Bapa tua \/ Amang tua \/ Pak tua<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu laki-laki:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki terhadap kakak sepupu laki-laki: abang \/ haha \/ hahang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan terhadap kakak sepupu laki-laki: ito<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sepupu perempuan:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik laki-laki terhadap kakak sepupu perempuan: kakak \/ ito<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan terhadap kakak sepupu perempuan: kakak\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Keluarga Adik Perempuan dari Ibu<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adik perempuan ibu: inang uda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Suami adik perempuan ibu : bapa uda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adik sepupu laki-laki dan perempuan: anggi \/ panggil nama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Relasi Mertua, Menantu, dan Ipar dalam Batak\u00a0<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mertua: Simatua. Mertua laki-laki dan perempuan setara kedudukannya dengan orang tua kandung. Maka penyebutan yang digunakan adalah amang \/ amung \/ bapa untuk bapak, dan inong \/ inang untuk ibu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika seorang lelaki Batak menikah dengan putri namborunya (adik \/ kakak perempuan bapak), maka setelah menikah ia tetap menggunakan sapaan namboru dan amangboru untuk mertuanya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Calon menantu laki-laki: Bere. Calon menantu laki-laki atau pacar dari anak perempuan disebut bere. Sapaan ini juga dipakai untuk menyebut keponakan laki-laki yang berstatus pariban. Nah, pariban adalah anak dari saudara perempuan bapak atau saudara laki-laki ibu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menantu laki-laki: hela \/ amang hela<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menantu perempuan: maen \/ parumaen<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ipar laki-laki:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Lelaki terhadap ipar lelaki: lae \/ tunggane<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan terhadap ipar lelaki: amangbao<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ipar perempuan:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Lelaki terhadap ipar perempuan: inangbao<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u25cb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan terhadap ipar perempuan: eda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah partuturan atau panduan sapaan kekerabatan dalam suku Batak Toba. Saat saya ngobrol dengan bapak saya tentang partuturan, ia berkali-kali mengoreksi ketika saya menyebut perempuan dulu. Di akhir obrolan kami, ia bahkan menegaskan, &#8220;Laki-laki dulu, ya, baru perempuan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang begitulah budaya Batak. Patriarki memang hal yang kuat dalam adat Batak. Untungnya, itu hanya di tatanan adat saja. Kampanye kesetaraan gender dalam keluarga tanpa melupakan adat sudah menjadi sesuatu yang gencar disuarakan di kalangan generasi muda Batak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Panduan sapaan ini akan berguna jika kalian berjodoh dengan orang Batak Toba, KKN di sekitar <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Tapanuli_Utara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tapanuli Utara<\/a>, atau berbisnis dengan orang dari suku Batak Toba. Rasanya gimana setelah membacanya, MyLuv? Sudah jelas atau makin bingung? Hehehe.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Butet RSM<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/batak-kw-adalah-orang-batak-yang-nggak-terlalu-batak-saya-buktinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Batak KW Adalah Orang Batak yang Nggak Terlalu Batak, Saya Buktinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panggilan, bagi orang Batak Toba itu penting dan diatur dalam partuturan. Nah, biar nggak bingung, saya kasih panduannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1139,"featured_media":90221,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8810,20206,20205,20207,13662,20204],"class_list":["post-227764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-batak-toba","tag-inang","tag-lae","tag-namboru","tag-panduan","tag-partuturan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1139"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227764"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227764\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}