{"id":227486,"date":"2023-08-10T13:56:51","date_gmt":"2023-08-10T06:56:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227486"},"modified":"2023-08-10T13:58:18","modified_gmt":"2023-08-10T06:58:18","slug":"love-explained-oleh-disya-arinda-jawaban-dari-kegalauanmu-soal-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/love-explained-oleh-disya-arinda-jawaban-dari-kegalauanmu-soal-cinta\/","title":{"rendered":"Love, Explained oleh Disya Arinda: Jawaban dari Kegalauanmu Soal Cinta"},"content":{"rendered":"<p><em>Kalau adagium lawas menyebut bahwa &#8220;cinta itu butuh pengorbanan&#8221; Love, Explained yang ditulis oleh Disya Arinda akan menyadarkan kita bahwa sebenarnya cinta itu lebih perlu pemahaman.<\/em><\/p>\n<p>Judul: Love, Explained<br \/>\nPenulis: Disya Arinda<br \/>\nPenerbit: EA Books<br \/>\nTahun Terbit: 2023<br \/>\nTebal buku: 160 halaman<\/p>\n<p>Cinta itu sepertinya topik yang nano-nano sekali, ya. Kadang jadi bahasan yang sangat seru, kadang juga dihindari untuk berbagai alasan. Cinta juga tak jarang meninggalkan tanda tanya yang nyaris tak pernah terungkap jawabnya. Misalnya seperti &#8220;katanya cinta, tapi kok bisa ya tiba-tiba ngilang?&#8221; atau &#8220;katanya cinta, tapi kok nyakitin terus?&#8221; Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang seolah mengkontraskan konsep cinta dengan praktik yang terjadi di lapangan.<\/p>\n<h2><strong>Love, Explained menjelaskan cinta dari perspektif psikologis<\/strong><\/h2>\n<p>Buku yang ditulis oleh Disya Arinda ini hadir untuk mencoba menjelaskan dari perspektif psikologis dari pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan cinta. <em>Love, Explained<\/em> dibuka dengan pembahasan menarik terkait rumus-rumus yang turut menyusun praktik tentang cinta. Jadi nggak cuma matematika aja yang punya rumus, menurut penulis buku ini, cinta juga ada rumusnya.<\/p>\n<p>Kadang mungkin sebagian dari kita kepikiran, &#8220;Kenapa ya aku bisa suka sama orang itu? Padahal aku tahu persis kemungkinan bersama dia hampir 0 persen.&#8221; Nah, hal ini akan dijelaskan secara detail tapi dengan bahasa yang ringan oleh Disya Arinda yang juga merupakan seorang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/psikolog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">psikolog<\/a>.<\/p>\n<p>Bagian lain yang juga penting untuk dibaca adalah terkait attachment atau kelekatan. Saya juga baru tahu setelah membaca <em>Love, Explained<\/em>\u00a0bahwa tipe kelekatan manusia itu berbeda-beda dan hal ini sangat berpengaruh terhadap caranya menjalin hubungan romantis. Bagian ini juga menjawab rasa penasaran kita terkait alasan kenapa seseorang punya kecenderungan untuk sulit melepaskan diri dari hubungan abusive.<\/p>\n<h2><strong>Disya Arinda membahas berbagai fenomena terkait cinta<\/strong><\/h2>\n<p>Disya Arinda juga nggak cuma memberikan pendekatan dialog yang cocok untuk para pemula dalam urusan asmara. Ada juga pembahasan terkait apa saja yang sebaiknya perlu dicek sebelum berkomitmen untuk menikah. Beberapa di antaranya adalah terkait urusan pengelolaan emosi, informasi finansial, <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/seksual\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seksual<\/a>, dan spiritual.<\/p>\n<p>Ada juga bab yang khusus membahas terkait fenomena cinta dalam <em>Love, Explained<\/em>. Menurut saya, bagian ini adalah bagian paling seru untuk dibaca karena pendekatannya yang dibuat sangat dekat dengan pengalaman relasi romantis di hampir seluruh kalangan.<\/p>\n<p>Misalnya ketika penulis membahas tentang cemburu yang kerap kali disebut sebagai tanda cinta. Nyatanya, tak semua cemburu dapat dikategorikan demikian. Ada sejumlah tanda yang dapat dikenali untuk menilai apakah kecemburuan pasangan kita akan mengarah pada sesuatu yang destruktif atau tidak.<\/p>\n<p>Fenomena cinta lain yang tak kalah menarik adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ghosting\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ghosting<\/a>, yang belakangan marak kita dengar di media sosial. Disya Arinda menjawab rasa penasaran kita terkait alasan seseorang bisa melakukan ghosting dan juga alasan kenapa di-ghosting itu menyakitkan bagi korban.<\/p>\n<p>Topik perselingkuhan juga tak luput dari perhatian penulis. Dia menjabarkan terkait macam-macam bentuk perselingkuhan dalam bab <em>Sex and Affair<\/em>. Apakah seseorang hanya dapat disebut selingkuh jika sudah kedapatan melakukan hubungan seksual, ataukah sebatas chatting mesra bisa dianggap selingkuh?<\/p>\n<p>Dalam bab ini, Disya juga membahas persoalan seksualitas yang kerap dilewatkan ataupun sengaja diabaikan karena dianggap tabu untuk dibahas. Misalnya seperti mitigasi yang perlu disiapkan jika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pasangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasangan<\/a> kita mengalami kelainan fungsi organ seksual. Atau juga kaitan antara kualitas hubungan seksual dengan hubungan romantis kita.<\/p>\n<h2><strong>Membaca Love, Explained menyenangkan<\/strong><\/h2>\n<p>Pengalaman membaca <em>Love, Explained<\/em> dari awal sampai akhir terbilang sangat seru, karena topik-topik yang relatable dikemas dengan bahasa yang ringan tapi tetap ilmiah. Barangkali hal ini juga dipengaruhi oleh asal-usul lahirnya buku ini, yaitu merupakan pengembangan dari thread yang dibuat di akun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/media-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">media sosial<\/a> pribadi sang penulis. Sehingga ketika diadaptasi menjadi buku, bahasanya tetap santai tapi lebih berbobot. Berbagai sumber penelitian disertakan di dalamnya, sehingga mempermudah kita jika ingin melakukan pembacaan lebih lanjut.<\/p>\n<p><em>Love, Explained<\/em> adalah tipe buku yang penting tapi mudah dibaca. Buku semacam ini sangat cocok untuk menjawab kebutuhan kita yang ingin punya waktu me-time si singkat di akhir pekan, ingin mengembangkan pemahaman soal hubungan romantis, tapi tetap sambil bersantai.<\/p>\n<p>Penulis: Fatimatuz Zahra<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-jenis-cinta-yang-perlu-kamu-dan-pasanganmu-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">8 Jenis Cinta yang Perlu Kamu dan Pasanganmu Tahu<\/a>.<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngapain sih galau perkara cinta? Buku Love, Explained memuat penjelasan psikologis di balik setiap masalah cintamu.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":227503,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13303],"tags":[13327,129,20176,20175,766],"class_list":["post-227486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku","tag-buku-mojok","tag-cinta","tag-disya-arinda","tag-love-explained","tag-pasangan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}