{"id":227416,"date":"2023-08-10T12:05:23","date_gmt":"2023-08-10T05:05:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227416"},"modified":"2023-08-16T11:18:41","modified_gmt":"2023-08-16T04:18:41","slug":"bintang-lima-album-terbaik-sepanjang-masa-dari-dewa-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bintang-lima-album-terbaik-sepanjang-masa-dari-dewa-19\/","title":{"rendered":"Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada yang bertanya grup musik Indonesia mana yang semakin sukses meski sudah berganti vokalis, jawabannya sudah pasti Dewa 19. Band yang digawangi oleh<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ahmad-dhani\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ahmad Dhani<\/a> itu justru menemui puncak kariernya ketika Ari Lasso digantikan oleh Once. Menariknya, mereka berusia 30-an ketika menapaki masa keemasan karier. Ya, semua itu terjadi ketika Dewa 19 merilis album kelima mereka yang bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tahun 2000. Saat itu, mereka menghilangkan angka 19 pada nama band mereka menjadi Dewa saja.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Album Bintang Lima dikerjakan dengan pesimis<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu mahakarya terbaik yang pernah dihasilkan oleh Dewa 19, dan itu tak bisa didebat. Padahal album ini dikerjakan dengan pesimis oleh Ahmad Dhani dan kolega. Maklum, proses produksi album tersebut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mengalami masalah ketika kondisi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ari-lasso\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ari Lasso<\/a> semakin parah karena ketergantungan narkoba. Ari Lasso memutuskan untuk keluar dari Dewa 19 pada 1999 bersama dengan sang basis, Erwin Prasetya, karena masalah serupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hengkangnya Ari membuat Dhani kelimpungan. Hingga akhirnya nasib baik datang padanya ketika dia bertemu Elfonda Mekel alias Once yang sering tampil di kafe. Pria penggila Queen itu lantas mengajak Once untuk bergabung dengan Dewa 19. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, proses rekaman album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dimulai setelah Tyo Nugros bergabung sebagai penabuh drum menggantikan Aksan Sjuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran para anggota Dewa 19 pun dapat dimaklumi, karena berganti vokalis sama saja dengan perjudian besar. Apalagi warna vokal Once sama sekali nggak mirip dengan Ari Lasso. Para Baladewa saat itu berekspektasi tinggi dengan kehadiran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/album\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">album<\/a> berikutnya pasca-kesuksesan album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pandawa Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dirilis pada 1997.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Nama Dewa 19 berubah menjadi Dewa saat album Bintang Lima dirilis<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanggal 30 April 2000, album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lim<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">a resmi dirilis dengan nama Dewa 19 berubah menjadi Dewa. Perjudian itu berhasil, album ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">meledak di pasaran. Baladewa ternyata bisa menerima kehadiran Once sebagai vokalis baru dengan baik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir semua lagu dalam album <i>Bintang Lima<\/i> menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hits<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Lagu pertama yang dijadikan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">single<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di album ini adalah &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Roman Picisan&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah lagu dengan aransemen yang rumit tapi justru sangat disukai para pecinta musik Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu-lagu lainnya dalam album ini juga membuat nama Dewa semakin melambung, bahkan bisa dibilang menjadi lebih terkenal dari era Ari Lasso. Lagu kedua yang dijadikan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">single<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah &#8220;Dua Sejoli&#8221; yang mengandung lirik kontroversial jika dirilis di era sekarang, karena dianggap mengandung unsur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/patriarki\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">patriarki<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga lagu &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Risalah Hati&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang jadi single ketiga. Lagu tersebut menggambarkan kepercayaan diri yang sangat tinggi seorang lelaki dalam membuat seorang wanita untuk jatuh cinta padanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beralih ke lagu &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cemburu&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menjadi lagu Dewa dengan nuansa baru kala itu, lagu ini sangat cocok dinyanyikan oleh Once yang memiliki warna vokal yang unik. Empat lagu lainnya yang dijadikan single adalah &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu Cinta&#8221;, &#8220;Sayap-Sayap Patah&#8221;, &#8220;Separuh Nafas&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta Adalah Misteri&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Semua lagu tersebut sukses merajai berbagai tangga lagu dan ramai diputar di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/radio\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">radio<\/a> seluruh Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Bintang Lima menjadi titik balik karier Ahmad Dhani, dkk.<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam album ini, Ahmad Dhani juga semakin menunjukan kejeniusannya dalam bermusik dengan menyertakan dua karya instrumental berjudul &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mukadimah&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1000 Bintang&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diletakan di awal dan akhir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">track<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Warna musik album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jelas berbeda dengan keempat album Dewa 19 ketika masih era Ari Lasso. Album ini menjadi titik balik karier band asal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a> tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabarnya, album ini diperkirakan terjual lebih dari 1,7 juta salinan dan menjadi album Dewa 19 paling sukses sepanjang masa. Berkat album ini, nama Dewa 19 menjadi lebih terkenal dan menjangkau lebih banyak penggemar. Tak sedikit orang yang pertama kali tahu Dewa 19 justru ketika Once mulai menjadi vokalisnya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Puncak kejayaan Dewa 19 terus berlanjut<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, Ari Lasso yang sudah terlepas dari jeratan narkoba, juga sukses besar dalam karier solonya. Ari merilis album perdananya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sendiri Dulu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pada 2001 atau setahun setelah perilisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kesuksesan Dewa 19 dan Ari Lasso merupakan fenomena langka dalam jagat musik Indonesia, di mana band dan mantan vokalisnya sama-sama sukses besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak kejayaan Dewa 19 terus berlangsung. Selang dua tahun kemudian, mereka merilis album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cintailah Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dua album lainnya, yaitu <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Laskar_Cinta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Laskar Cinta<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Republik Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diluncurkan masing-masing pada 2004 dan 2006. Ketiga album tersebut juga terbilang luar biasa, namun tetap tak mampu menyamai kesuksesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam hal penjualan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu semakin mengukuhkan kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan sebuah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">masterpiece<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sekaligus menjadi karya terbaik dalam perjalanan karier Dewa 19. Bukan berarti empat album di era Lasso tidak bermakna, namun di era Once, Dewa 19 bisa membentangkan sayap lebih lebar berkat karakter suara Once yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, setelah 23 tahun berlalu, harapan sebagian Baladewa adalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat direkam ulang dengan Ari Lasso sebagai vokalisnya. Semoga itu bisa terjadi dan bisa menjadi sejarah baru bagi Dewa 19.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"cls_pro-ss\" data-src=\"album bintang lima\"><\/div>\n<p>Penulis: Hilman Azis<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-underrated-dewa-19-cocok-untuk-bahan-renungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lagu Underrated Dewa 19, Cocok untuk Bahan Renungan<\/a>.<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Album Bintang Lima yang dikerjakan dengan pesimis justru menjadi mahakarya terbaik dari Dewa 19.<\/p>\n","protected":false},"author":1160,"featured_media":227477,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[3520,5738,7796,20171,7283,2682,16847],"class_list":["post-227416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-ahmad-dhani","tag-album","tag-ari-lasso","tag-bintang-lima","tag-dewa-19","tag-lagu","tag-once-mekel"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}