{"id":227274,"date":"2023-08-08T13:39:13","date_gmt":"2023-08-08T06:39:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227274"},"modified":"2023-08-08T13:39:13","modified_gmt":"2023-08-08T06:39:13","slug":"nyore-bahagia-sambil-mempersiapkan-pernikahan-di-festival-kecil-sore-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nyore-bahagia-sambil-mempersiapkan-pernikahan-di-festival-kecil-sore-hari\/","title":{"rendered":"Nyore Bahagia sambil Mempersiapkan Pernikahan di Festival Kecil Sore Hari"},"content":{"rendered":"<p>Bagi sebagian orang, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/menikah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menikah<\/a> bukan keputusan yang mudah. Ada banyak hal yang perlu kita pertimbangkan agar tidak kecewa di kemudian hari. Meski begitu, siapa sih yang pernah benar-benar siap masuk ke dalam ikatan pernikahan?<\/p>\n<p>Tema ini menjadi bahasan pertama di acara Festival Kecil Sore Hari yang diselenggarakan Akademi Bahagia. Di sore hari yang juga bahagia itu, sekitar 40-an orang berkumpul. Tentu saja untuk mendengarkan Lya Fahmi, seorang Psikolog Klinis dan penulis buku <em>Sebelum Harimu Bersamanya<\/em>\u00a0berbincang tentang panduan mempersiapkan pernikahan.<\/p>\n<h2><strong>Menyepakati definisi nafkah sebelum melangkah ke jenjang pernikahan<\/strong><\/h2>\n<p>Dalam acara yang didukung oleh <a href=\"https:\/\/soviajewelry.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sovia Jewelry<\/a> ini, Lya membahas beragam hal tentang pernikahan. Salah satunya tentang definisi nafkah. Bagi sebagian orang, nafkah dianggap sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Namun bagi sebagian lainnya, kebutuhan istri seperti skincare juga termasuk nafkah. Jadi, salah satu hal yang perlu dipersiapkan sebelum menikah adalah menyepakati definisi nafkah secara bersama.<\/p>\n<p>Seperti yang dijelaskan dalam bukunya berjudul <em>Sebelum Harimu Bersamanya<\/em>, Lya menekankan bahwa seseorang bisa dikatakan siap menikah ketika dia sudah mengenali dirinya sendiri. Itu adalah modal utama kesiapan pernikahan.<\/p>\n<p>Namun jika membahas dari sudut pandang neurosains, Lya Fahmi juga menjelaskan bahwa kematangan otak seseorang itu terjadi pada pertengahan 20-an, alias 25 atau (lebih aman) 26 tahun. Jadi, di usia tersebut seseorang bisa dikatakan siap untuk menikah.<\/p>\n<p>Lya Fahmi juga menjelakan bahwa untuk terlibat dalam relasi, khususnya pernikahan, seseorang tidak perlu benar-benar \u201cbersih\u201d dari trauma masa lalunya. Karena sejatinya trauma itu tidak akan pernah hilang dalam diri seseorang.<\/p>\n<p>Meski begitu, Lya juga menekanan bahwa setiap individu setidaknya harus menyadari terlebih dahulu keberadaan trauma atau luka batin itu. Dengan menyadari, individu bisa mengantisipasi supaya trauma itu tidak menjadi masalah dalam hubungan. Sementara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pasangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasangan<\/a> bisa menjadi support system yang baik dalam penyembuhan.<\/p>\n<h2><strong>Pasangan menikah saat ini lebih rentan terhadap perceraian<\/strong><\/h2>\n<p>Pembahasan pernikahan tidak pernah bisa lepas dari pembahasan perceraian. Dalam sesi diskusi hari itu di Festival Kecil Sore Hari, Lya juga menekankan bahwa pernikahan itu harus bahagia, atau setidaknya pernikahan itu harus membuat pasangan sama-sama tumbuh dan berkembang. Ini menjawab salah satu peserta yang bertanya mengapa pasangan menikah zaman in lebih rentan terhadap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/perceraian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perceraian<\/a> dibanding orang-orang zaman dulu yang pernikahannya lebih langgeng.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, langgeng bukan tolok ukur pasangan itu bahagia dengan pernikahannya. Terlebih stigma tentang perceraian masih sangat negatif dalam kultur sosial kita. Tidak heran jika banyak orang memilih bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia. Dan hanya sedikit orang yang benar-benar berdaya untuk menjadikan perceraian sebagai jalan keluar.<\/p>\n<p>Menanggapi pertanyaan itu pula, Lya Fahmi menekankan, \u201cSaya tidak anti-perceraian, tetapi saya anti-pernikahan tidak bahagia,\u201d sebagai konklusi bahwa keputusan untuk bercerai sama sulitnya dengan keputusan untuk menikah. Jadi, tidak ada salahnya bercerai jika memang pernikahan itu tidak bahagia, atau malah terasa menyiksa.<\/p>\n<h2><strong>Pentingnya memulai pre-marriage talk dengan pasangan<\/strong><\/h2>\n<p>Mendefinisikan makna pernikahan bersama pasangan menjadi hal penting dalam mempersiapkan pernikahan. Karena itulah memulai pre-marriage talk dengan pasangan menjadi sangat penting sebagai salah satu persiapannya. Hanya karena khawatir obrolan itu justru membuat kita melihat beragam perbedaan dengan pasangan, jangan sampai kita melewatkannya. Lebih baik kita memulai pembahasan itu daripada nanti kecewa saat pernikahan sudah benar-benar terjadi.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan Aulia Puspanjali, Head of Marketing Communication Sovia Jewelry. Menurutnya, pernikahan itu bukan sekadar pelaksanaan akad dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/resepsi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">resepsi<\/a>, namun juga beragam persiapan yang harus dilakukan sebelumnya. \u201dSoalnya hari-H pernikahan itu adalah perayaan, padahal yang paling penting adalah persiapannya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Aulia sendiri tertarik mendukung acara ini karena buku <em>Sebelum Harimu Bersamanya<\/em>\u00a0sangat cocok dengan visi Sovia Jewelry dalam mendukung persiapan pernikahan dengan sebaik-baiknya. Baik itu dari dari persiapan mental, finansial, kematangan komunikasi, kesamaan persepsi, yang harus dilakukan sebaik mungkin oleh setiap pasangan. Pun termasuk dengan persiapan membeli cincin untuk hari bahagia pasangan tersebut.<\/p>\n<p>Penulis: Elya Ra Fanani<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pernikahan-yang-didasari-cinta-mengapa-bisa-berakhir-seumur-jagung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pernikahan yang Didasari Cinta Mengapa Bisa Berakhir Seumur Jagung?<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menikah memang bukan keputusan mudah. Banyak hal yang perlu dipersiapkan pasangan yang hendak melangkah ke jenjang selanjutnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2299,"featured_media":227276,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[14,766,365,3744],"class_list":["post-227274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-menikah","tag-pasangan","tag-pernikahan","tag-persiapan-pernikahan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2299"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}