{"id":227186,"date":"2023-08-08T10:06:58","date_gmt":"2023-08-08T03:06:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=227186"},"modified":"2023-08-08T10:06:58","modified_gmt":"2023-08-08T03:06:58","slug":"ujian-sim-c-terbaru-belum-bisa-menguji-kemampuan-pengendara-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ujian-sim-c-terbaru-belum-bisa-menguji-kemampuan-pengendara-motor\/","title":{"rendered":"Maaf, Ujian SIM C Terbaru Belum Bisa Menguji Kemampuan Pengendara Motor, Soalnya Nalar Mereka yang Remuk, Bukan Skill-nya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara ujian SIM C, selalu menjadi perbincangan hangat, sehangat tempe mendoan yang baru diangkat dari penggorengan. Topik pembicaraan yang paling dikenal adalah ujian praktik dengan lintasan berbentuk angka 8. Banyak yang menilai kalo ujian SIM dengan sirkuit tersebut tidak jauh berbeda dengan sirkus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pemohon SIM C yang gagal ujian. Ada yang gagal karena kaki turun saat menikung, bahkan keluar jalur. Ya, sirkuit tersebut sudah rumit, lebarnya sempit pula, yaitu sekitar 1,5 kali lebar motor yang digunakan untuk ujian. Pantas saja jika banyak yang \u201cnembak\u201d ketimbang gagal bolak-balik untuk mengajukan SIM. Sampai detik ini pun masih ada saja yang bikin SIM-nya \u201cnembak\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada anekdot tentang ujian SIM C dengan sirkuit angka 8. Kenapa dibuat dengan angka 8 dan zig-zag? Ternyata itu untuk menguji kemampuan pengendara motor untuk menghindari jalan berlubang, juga menghindari razia kepolisian lalu lintas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dari angka 8 jadi huruf S<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena banyak pemohon yang gagal mendapatkan SIM C, Polri akhirnya mengubah sirkuit legendaris ini. Dari yang berbentuk angka 8, kini menjadi meliuk-liuk seperti huruf S. Dari yang sekadar mengelilingi lingkaran, kini ada lintasan lurus, U-turn, lintasan berkelok, sampai ada uji pengereman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal lintasan, ternyata diperlebar menjadi 2,5 kali lebar motor ujian. Lebar lintasan yang hanya 1,5 lebar motor terlalu sempit. Sudah bikin pengendara kesulitan dan grogi, sering gagal karena keluar jalur pula.<\/span><\/p>\n<h2><b>Belum bisa menguji kemampuan berkendara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sudah berubah, tapi mohon maaf, saya menilai perubahan skema ujian SIM C ini masih belum bisa menguji kemampuan peserta ujian terhadap aturan berlalu lintas, misal rambu-rambu dan marka jalan. Melihat sirkuit ujian ini, masih belum lepas dari label uji kompetensi pelaku sirkus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara yang sudah kita ketahui bersama, problem terbesar dalam berlalu lintas adalah enggan atau abainya pengguna jalan terhadap aturan berlalu lintas. Masih banyak yang menerobos lampu merah, melawan arus, tidak mematuhi batas kecepatan, bahkan yang cukup problematik adalah menerobos palang pintu perlintasan sebidang KA dan merokok saat menyetir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bisa dibilang, pengendara di Indonesia itu gagalnya bukan di perkara teknis, tapi mindset, atau lebih spesifik lagi, common sense.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Ujian SIM di Taiwan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya, tak afdal jika tak pakai perbandingan agar ada tolok ukur yang jelas. Misal, Taiwan. Ujian SIM di Taiwan adalah simulasi berlalu lintas sungguhan. Misal, ada simulasi perlintasan sebidang KA, polisi tidur, <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Pelican_crossing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pelican Crossing<\/a>, traffic light, kemampuan menentukan prioritas di cabang persimpangan jalan, masih banyak lagi. Menurut saya, ujian SIM Taiwan sangat lebih berbobot. Pantas sih kalo banyak yang membandingkan ujian SIM Indonesia dengan Taiwan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lebih setuju jika ujian SIM Indonesia harusnya dipersulit, tapi bukan faktor birokrasi. Ujian SIM untuk sepeda motor (juga kendaraan lain) ini harus dipersulit dari sisi bobot ujiannya. Agar apa? Supaya pemegang SIM benar-benar kompeten berlalu lintas, seperti memahami dan mengaplikasikan rambu-rambu dan marka jalan. Mengeluarkan SIM itu berat konsekuensinya: kepolisian percaya pengendara tersebut taat aturan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari masalah ujian SIM C terbaru yang masih seperti sirkus, setidaknya perubahan sirkuit untuk tes praktik ini perlu untuk kita syukuri. Artinya, pihak kepolisian negara ini sangat terbuka terhadap kritik, sambat, dan masukan dari peserta tes yang kesulitan atau gagal lulus ujian praktik SIM C ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi saya yakin, suatu saat nanti ujian praktik SIM C bakal dibuat lebih berbobot, bisa seperti di Taiwan. Lintasan sirkus sudah usang, sekarang eranya bagaimana semua pengguna jalan bisa kompeten dan patuh terhadap aturan berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain, di samping menghindari tilang.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/geliatwarga\/cerita-dari-peserta-ujian-praktik-sim-yang-gagal-tapi-terus-mencoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita dari Peserta Ujian Praktik SIM yang Gagal, tapi Terus Mencoba<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya lebih setuju jika ujian SIM Indonesia harusnya dipersulit, tapi bukan faktor birokrasi.<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":88304,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[20132,19753,11290],"class_list":["post-227186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-real-life-situation","tag-taiwan","tag-ujian-sim"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227186\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}