{"id":226953,"date":"2023-08-05T14:30:31","date_gmt":"2023-08-05T07:30:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=226953"},"modified":"2023-08-05T14:30:31","modified_gmt":"2023-08-05T07:30:31","slug":"alergi-makanan-bukan-masalah-sepele-pebisnis-kuliner-harus-paham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alergi-makanan-bukan-masalah-sepele-pebisnis-kuliner-harus-paham\/","title":{"rendered":"Alergi Makanan Bukan Masalah Sepele, Pebisnis Kuliner Harus Mulai Paham Isu Gawat Ini!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah dianggap aneh karena punya alergi paracetamol, badan saya bentol-bentol merah kalau minum paracetamol. Lebih dari itu, semua orang mengernyitkan dahi ketika saya bilang bahwa saya nggak bisa minum susu, lactose intolerant atau lactose sensitive. Singkatnya, saya mencret kalau minum susu sapi, terutama susu sapi segar, susu pasteurisasi, atau bahkan susu UHT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan buat kalian semua yang belum ngeh, efek alergen pada produk makanan itu berbeda-beda. Kadang sepele, meskipun gatel-gatel nggak bisa juga dibilang sepele. Di titik ekstremnya, orang dengan alergi makanan tertentu bisa mati kalau ada alergen yang masuk ke dalam tubuhnya. Iya, kalian nggak salah baca, bisa mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian yang belum baca cerita dan beritanya, curhatan<\/span><a href=\"https:\/\/twitter.com\/WulanMega\/status\/1686588543538442240?s=20\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Mba Wulan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Twitter mungkin bisa jadi pintu pertama biar ngeh tentang alergi. Jadi singkatnya begini, Mba Wulan pesan kopi di sebuah outlet Coffee Shop via aplikasi food delivery dengan opsi oatmilk. Eh malah dicampur susu sapi sama pegawai kedai kopinya, jadilah Mba Wulan masuk rumah sakit.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Alergi itu gimana sih sebenernya?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi alergi itu bagaimana sih duduk perkaranya? Alergi adalah respon berlebihan yang dilakukan oleh sistem kekebalan tubuh. Immunoglobulin E (IgE) dan non-IgE adalah antibodi dalam tubuh yang memicu alergi. Zat antibodi tersebut bereaksi pada komponen protein tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, gejala alergi beragam, ada gatal, disertai atau tanpa pembengkakan bibir, lidah, hingga tenggorokan. Alergi juga dapat berupa mual, muntah, sakit perut, diare, hingga sesak napas. Ekstremnya, dapat pula terjadi anafilaksis yang berpotensi menyebabkan kematian. Nah loh! Dikira Maudy Ayunda jadi brand ambassador Oatside cuman gaya-gayaan apa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak gitu dong logikanya, Maudy Ayunda emang beneran lactose sensitive. Isu alergen dan alergi makanan memang belum cukup membumi di semua kalangan masyarakat. Padahal dalam beberapa tahun terakhir label produk industri pangan sudah mencantumkan keterangan \u2018mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal.\u2019<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, prevalensi alergi pangan kian meningkat di banyak negara maju, sementara kesadaran masyarakat Indonesia tentang alergi makanan masih jalan di tempat. Salah satu sebabnya bisa jadi juga karena kita semua terbiasa mengonsumsi beragam jenis protein nabati dan hewani yang melimpah ruah di Indonesia, sementara golongan alergen paling mematikan adalah jenis kacang-kacangan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Daftar alergen pangan FAO<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, FAO telah mengeluarkan daftar alergen pangan yang dibagi menjadi delapan kelompok besar sejak 1995, yaitu susu, telur, kacang tanah, gandum, kedelai, ikan, kerang, dan tree nuts (almond, hazelnut, dan kacang mede). Selain delapan jenis alergen alami tersebut ada juga beberapa bahan tambahan pangan (BTP) yang dapat memicu alergi, misalnya<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banggalah-jadi-budak-micin-perdebatan-soal-tidak-sehatnya-msg-bukan-perkara\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">MSG<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, natrium benzoat, dan tartrazin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara internasional, pelabelan alergen pangan dalam kemasan diatur dalam <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/3\/Y2770E\/y2770e02.htm#:~:text=CODEX%20GENERAL%20STANDARD%20FOR%20THE%20LABELLING%20OF%20PREPACKAGED%20FOODS,-CODEX%20STAN%201&amp;text=For%20the%20purpose%20of%20this,composition%20or%20any%20other%20quality.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Codex General Standard for the Labelling Pre-Packaged<\/a>. Sementara di Indonesia, Peraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.5.12.11.09955 tentang Pendaftaran Pangan Olahan telah mengatur tentang pencancuman alergen pangan pada kemasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susahnya, produsen makanan dan minuman cepat saji di Indonesia seringnya nggak mencantumkan alergen dalam kemasan takeaway mereka. Boro-boro mau edukasi soal alergi pangan ke pelanggannya, bisa saja malahan para pengusaha coffee shop ini nggak paham sama sekali perkara gentingnya alergi terhadap kesehatan pembeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lazimnya sih memang kita-kita ini orang dengan gejalan alergi yang kudu lebih aware dengan makanan dan minuman kita. Ya kayak minoritas lah, yang di mana-mana kudu lebih ngalah dan menahan diri, meskipun jauh lebih bener kita lah ke mana-mana. Well, kalau kalian nih, punya alergi apa?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Adi Sutakwa<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<a href=\"https:\/\/click.accesstrade.co.id\/adv.php?rk=0008p5001zi8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imp.accesstrade.co.id\/img.php?rk=0008p5001zi8\" border=\"0\" data-pin-no-hover=\"true\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/penjaskes\/alergi-obat-sama-menyebalkan-seperti-alergi-tanggal-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alergi Obat Sama Menyebalkan Seperti \u201cAlergi Tanggal Tua\u201d<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesadaran masyarakat Indonesia tentang alergi makanan masih jalan di tempat.<\/p>\n","protected":false},"author":1076,"featured_media":226970,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[1288,12665,462,9712,7974],"class_list":["post-226953","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-alergi","tag-kesadaran","tag-makanan","tag-pebisnis","tag-susu"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1076"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=226953"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226953\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/226970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=226953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=226953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=226953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}