{"id":226935,"date":"2023-08-05T11:20:57","date_gmt":"2023-08-05T04:20:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=226935"},"modified":"2023-08-05T08:59:18","modified_gmt":"2023-08-05T01:59:18","slug":"rekomendasi-film-pocong-paling-seram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-film-pocong-paling-seram\/","title":{"rendered":"Rekomendasi 7 Film Pocong Paling Seram. Jangan Nonton Sendirian!"},"content":{"rendered":"<p><em>Pokoknya kalau nonton film pocong ini jangan sendirian, Gaes!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pocong\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pocong<\/a> adalah hantu yang terkenal banget di Indonesia. Kalau ada yang belum tahu, hantu ini bentuknya manusia yang dibungkus kain kafan dan loncat-loncat. Selain di Indonesia, pocong rupanya juga eksis di negara tetangga, misalnya Malaysia yang menyebutnya sebagai hantu bungkus. Ya, hantu yang dibungkus. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking terkenalnya hantu pocong, para pembuat film pun tidak menyia-nyiakan potensinya. Apalagi masyarakat Indonesia kan memang suka ditakut-takuti. Buktinya, film Indonesia terlaris sepanjang masa saja film horor <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kkn-di-desa-penari\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">KKN di Desa Penari<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pocong sendiri pun beragam di Indonesia, dan tidak semuanya dikemas menjadi horor. Ada yang kocak, setengah porno, hingga yang tidak jelas genrenya. Nah, kali ini saya akan berbagi rekomendasi 7 film pocong paling menyeramkan yang siap menghantui kalian. Berikut daftarnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pocong (2006)\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum saya menyebutkan film pocong yang bisa ditonton, izinkan saya membahas film yang tidak bisa ditonton dulu. Lho, kok tidak bisa tonton? Ya, kalian tidak salah baca, kok. Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang disutradarai oleh Rudy Soedjarwo ini memang tidak pernah tayang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Lembaga Sensor Film (LSF), film ini mengandung kekerasan yang terlampau sadis, dan berpotensi menyinggung banyak pihak karena ada konten mengenai SARA yang dianggap kelewat batas. Menurut kabar yang beredar, film ini juga konon memuat isu yang berkaitan dengan kerusuhan tahun 1998. Seram. Atas pertimbangan tersebut, LSF pun menilai film ini tidak layak tayang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira, suatu hari nanti film ini bakal dirilis nggak, ya?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Pocong 2 (2006)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong 2 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sekuel film yang tidak memiliki film pendahulu. Dan ini adalah pertama kalinya dalam sejarah perfilman dunia. Setidaknya begitu kata <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Monty_Tiwa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Monty Tiwa<\/a>, penulis skenario di trilogi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini mengisahkan tentang teror yang dialami oleh Maya (Revalina S. Temat) dan adiknya Andin (Risty Tagor) setelah mereka pindah ke sebuah apartemen murah. Mereka tidak mengetahui bahwa apartemen tersebut dihantui oleh pocong yang ingin balas dendam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada juga rahasia gelap yang berkaitan dengan masa lalu Andin, yang bisa membahayakan nyawanya. Maya pun harus berjuang untuk menyelamatkan adiknya dari ancaman pocong dan makhluk lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/film-horor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> film horor<\/a> yang digarap dengan serius, sehingga menghasilkan karya yang solid. Para kreatornya tidak tergoda untuk membuat horor-bokep, yang kala itu meramaikan industri film Indonesia. Pada saat film horor lain sibuk memamerkan konten yang \u201cmengundang nafsu\u201d, film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong 2 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi salah satu yang secara utuh menyajikan tontonan horor menyeramkan. Bahkan, ini adalah film paling menyeramkan pada tahun perilisannya. Percayalah!\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Trailer Film POCONG 2 Sinemart\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/U78pH2aBjxk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><b>#3 Pocong 3 (2007)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan dua film pendahulunya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong 3 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">digarap langsung oleh penulis Monty Tiwa, yang sebelumnya dia bekerja sama dengan sutradara Rudy Soedjarwo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini mengisahkan tentang seorang DJ di sebuah klub malam, yang hidupnya berubah setelah ayahnya meninggal. Tak lama setelah itu, dia mulai mendapatkan banyak gangguan, terutama dari hantu bungkus alias pocong. Secara keseluruhan, film ini menceritakan tentang rahasia gelap dari keluarga si DJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun tetap tampil sebagai film horor yang oke, menurut saya film ini tidak senendang dan semengerikan film sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Pocong The Origin (2019)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Monty Tiwa menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong The Origin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai karya reinkarnasi dari film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang batal tayang. Pasalnya, sebagian besar ceritanya diambil dari naskah film tersebut. Hanya saja, Monty Tiwa mengeliminasi beberapa unsur seperti kerusuhan 1998 dan adegan sadis yang berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini menceritakan tentang Sasthi (Nadya Arina), seorang gadis yang baru ditinggal mati ayahnya, yaitu Ananta (Surya Saputra). Ananta adalah pembunuh berdarah dingin yang menerima hukuman mati dari negara. Bersama dengan Yama (Samuel Rizal), seorang sipir penjara, Sasthi harus membawa jasad ayahnya ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kampung-halaman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kampung halaman<\/a> untuk dimakamkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perjalanan mereka tidaklah mudah, karena berbagai halangan dan hambatan supranatural mengintai mereka di setiap langkah. Dan seperti judulnya, film ini memuat penampakan pocong yang tak kalah seram dari film sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"POCONG The Origin - Official Trailer 4K\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/O0irSt5p8cY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><b>#5 Pengabdi Setan 2: Communion (2022)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau yang satu ini kamu pasti tahu. Film garapan Joko Anwar ini memang lebih populer dibandingkan film lain di daftar ini. Bagaimana tidak, film pertamanya saja dinobatkan sebagai salah satu film horor terbaik Indonesia oleh beberapa kritikus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengabdi-setan-2-communion-lebih-bagus-ah-nggak-juga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengabdi Setan 2: Communion <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">melanjutkan kisah dari keluarga Suwono, yang kini tinggal di sebuah apartemen. Namun kehidupan mereka kembali diganggu oleh hantu &#8220;ibu&#8221;, yang ternyata memiliki rahasia lebih gelap daripada yang mereka kira. Apa sih rahasianya? Silakan tonton sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini menampilkan sekuens horor yang intens, dengan menggabungkan adegan jump scare yang bikin kaget, dan gaya atmospheric khas Joko Anwar yang sukses bikin penonton deg-degan. Di antara banyaknya penampakan, hantu pocong adalah satu kunci utama alur cerita film ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian yang belum nonton, tunggu apa lagi?\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Official Trailer Pengabdi Setan 2: Communion | Sedang Tayang Di Bioskop\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8LIHcd7WfWI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><b>#6 Mumun (2022)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mumun (Acha Septriasa) sebentar lagi akan menikah dengan Juned (Dimas Aditya), cinta sejatinya. Namun, nasib tragis menimpa Mumun. Dia dikejar-kejar oleh sosok misterius, hingga akhirnya tewas di dalam hutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika dimakamkan, Husein (Mandra), si tukang gali kubur, lupa melepas tali pocong Mumun. Akibatnya, Mumun menjadi pocong yang gentayangan dan mengganggu warga sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akrab dengan judul filmnya? Ya, film pocong satu ini diadaptasi dari sinetron komedi-horor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi Pocong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mumun <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibuat dengan pendekatan yang lebih horor dan tragis, meski tetap memuat unsur komedi yang dibawakan dengan sempurna oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/mandra\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mandra<\/a>, yang juga merupakan salah satu pemeran di versi sinetron.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"MUMUN - Official Trailer 2: Teror Mumun Semakin Nyata! | MULAI 1 SEPTEMBER 2022 DI BIOSKOP\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Rnx4EL8LalU?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><b>#7 Hidayah (2023)<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidayah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film yang diadaptasi dari majalah populer tahun 2000-an yang memiliki judul sama. Sebelumnya, majalah ini juga pernah diadaptasi menjadi<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/sinetron\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> sinetron<\/a>, yang cukup populer pada zamannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini bercerita tentang perubahan hidup Bahri (Ajil Ditto), seorang lulusan pesantren yang menjadi praktisi rukiah. Namun pada suatu hari, dia difitnah membunuh pasiennya, hingga akhirnya dijebloskan ke penjara. Ketika sudah bebas, dia berusaha keras mengubur masa lalunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi sahabat Bahri meminta bantuan untuk merukiah seseorang di desanya. Sayangnya, Bahri lagi-lagi gagal menyelamatkan si pasien. Sejak kematian pasien tersebut, warga desa mulai mengalami gangguan-gangguan mistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di film ini, Monty Tiwa kembali menampilkan hantu pocong, walaupun caranya mengemas film agak berbeda dari karya-karya horornya. Menurut saya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidayah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jauh lebih &#8220;lunak&#8221; jika dibandingkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong 3 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pocong The Origin, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sama-sama menampilkan pocong. Tapi meskipun begitu, film ini cukup memberikan kesan horor yang menyeramkan, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Hidayah - Official Trailer | 12 Januari 2023 di Bioskop\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/a401F5-0vZY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah ketujuh film pocong yang paling menyeramkan. Kalau kalian penakut, saya sarankan jangan nonton sendiri, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rizal Nurhadiansyah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Intan Ekapratiwi<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pocong-ternyata-bisa-bersuara-bunyinya-iuk-iuk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pocong Ternyata Bisa Bersuara, Bunyinya \u201cIuk Iuk\u201d<\/a><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serius deh, jangan nonton sendirian.<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":226939,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[1053,13249,20094,3872],"class_list":["post-226935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film-horor","tag-film-horor-indonesia","tag-film-pocong","tag-pocong"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=226935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226935\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/226939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=226935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=226935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=226935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}