{"id":226910,"date":"2023-08-06T09:58:53","date_gmt":"2023-08-06T02:58:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=226910"},"modified":"2023-08-06T09:58:53","modified_gmt":"2023-08-06T02:58:53","slug":"pasuruan-daerah-paling-strategis-di-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasuruan-daerah-paling-strategis-di-jawa-timur\/","title":{"rendered":"Jalur Kereta yang Serba PAS Membuat Pasuruan Menjadi Daerah Paling Strategis di Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya asli Pasuruan, Jawa Timur. Namun, sejak kecil sampai sekarang, saya terbiasa merantau ke luar kota sampai provinsi. Kondisi tersebut membuat saya jadi khatam perihal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/blambangan-ekspres-kereta-api-banyuwangi-semarang-yang-paling-ditunggu-para-perantau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur kereta api<\/a>, baik ke barat atau timur dari Stasiun Kota Pasuruan. Menurut saya, keberadaan kereta api di suatu daerah menjadi salah satu pertimbangan menentukan pilihan untuk merantau. Baik untuk keperluan kuliah atau bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, mempertimbangkan keberadaan jalur kereta api yang serba pas, saya jadi bersyukur menjadi warga Pasuruan. Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pasuruan, daerah paling strategis di Jawa Timur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu kalau Pasuruan adalah daerah paling strategis di Jawa Timur? Kota santri ini terletak pas di tengah-tengah Provinsi Jawa Timur. Daerah saya ini seolah-olah pembatas antara daerah barat dan daerah tapal kuda (Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi). Sementara itu, di sisi utara, ia berbatasan dengan Sidoarjo, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-sama-bojonegoro-dan-blora-harusnya-ditiru-daerah-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>, Gresik, Lamongan, dan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai daerah strategis, Pasuruan mendapatkan banyak keuntungan. Salah satunya adalah stasiun kereta di sini dilalui banyak kereta. Kondisi ini menjadikan daerah saya sebagai perlintasan barang-barang dengan nilai ekonomi tinggi. Selain itu, berkat posisi ini menjadikan Pasuruan mudah dijangkau oleh wisatawan yang lagi jalan-jalan di Jawa Timur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak pilihan kereta api<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bulan yang lalu, saya sempat ngobrol dengan 2 teman saya. Yang satu berasal dari Malang. Satunya lagi sering bolak-balik ke Kediri atau Gresik. Kami bertiga sama-sama perantau di Banyuwangi, Jawa Timur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua teman saya ini cukup rutin menggunakan kereta api di akhir pekan untuk mudik. Teman saya yang berasal dari Malang mengeluh karena hanya 1 satu kereta api dari Banyuwangi ke Malang, yaitu KA Tawang Alun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjadi the one and only, KA Tawang Alun menempati urutan kedua KA ekonomi antar-kota paling murah setelah KA Probowangi. Jadi, kamu bisa membayangkan betapa sulitnya mendapatkan tiket kereta di akhir pekan atau musim libur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain cerita dengan teman saya yang keluarganya ada di Gresik dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Kediri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kediri<\/a>. Tidak ada kereta api yang menghubungkan Banyuwangi dengan 2 kota tersebut. Alhasil, teman saya ini harus naik kereta ke Surabaya dulu, baru ganti kereta atau naik bus untuk mencapai Gresik atau Kediri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengarkan keluhan-keluhan itu, saya bersyukur tinggal di Pasuruan. Ada cukup banyak pilihan kereta dari Banyuwangi. Misalnya dari Stasiun Banyuwangi Kota, setidaknya ada 5 jenis kereta yang dapat menjadi pilihan. Mereka adalah Probowangi, Tawang Alun, Sri Tanjung, Wijayakusuma, dan Blambangan Ekspres. Saya sendiri paling sering naik Probowangi dan Tawang Alun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tersedia Commuter Line SUPAS yang menghubungkan Surabaya dan Pasuruan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keuntungan menjadi daerah strategis adalah adanya KA Komuter yang menghubungkan Surabaya dan Pasuruan (SUPAS). Harga tiketnya sangat murah, cuma Rp6 ribu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan SUPAS memang menjadi berkah bagi daerah strategis di Jawa Timur. Ada empat jadwal keberangkatan (baik dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-surabaya-gubeng-stasiun-terbesar-yang-mencerminkan-karakter-orang-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stasiun Gubeng<\/a> maupun Pasuruan) yang memanjakan penumpang. Moda transportasi ini juga menjadi salah satu favorit bagi perantau yang ada di Madura. Misalnya, adik saya sendiri, selalu naik ini dari Surabaya menuju Pasuruan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Maulidah Fitria<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-soal-pasuruan-yang-bisa-dibanggakan-oleh-warganya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal Soal Pasuruan yang Bisa Dibanggakan oleh Warganya<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkat jalur keretanya, Pasuran, yang terletak persis di tengah-tengah Provinsi Jawa Timur, menjadi daerah paling strategis. <\/p>\n","protected":false},"author":2296,"featured_media":227027,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6216,13996,2501,6470,5020,985,17276,15694],"class_list":["post-226910","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyuwangi","tag-gresik","tag-jawa-timur","tag-kediri","tag-madura","tag-malang","tag-pasuruan","tag-tapal-kuda"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2296"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=226910"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226910\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=226910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=226910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=226910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}