{"id":226895,"date":"2023-08-05T10:15:52","date_gmt":"2023-08-05T03:15:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=226895"},"modified":"2023-08-05T07:53:17","modified_gmt":"2023-08-05T00:53:17","slug":"unpad-jatinangor-dan-inspirasi-kota-akademik-tsukuba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unpad-jatinangor-dan-inspirasi-kota-akademik-tsukuba\/","title":{"rendered":"Pemindahan Unpad ke Jatinangor Katanya Terinspirasi dari Kota Akademik Tsukuba di Jepang. Tapi kok Gini, ya?"},"content":{"rendered":"<p><em>Ternyata pemindahan kampus Unpad dari Bandung ke Jatinangor terinspirasi Kota Akademik Tsukuba yang ada di Jepang, lho.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki bulan Agustus ini biasanya berbagai kampus sudah bersiap mengadakan acara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ospek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ospek<\/a> untuk menyambut maba, tak terkecuali dengan Unpad. Acara ospek Prabu di Unpad biasanya diselenggarakan di kampus Unpad Jatinangor. Tapi, mungkin nih ya, masih banyak maba yang belum tahu kalau Unpad itu sebenarnya ada di Jatinangor, bukan Bandung. Kalau masih ada yang menganggap kampus ini ada di Bandung, selamat, Anda kena prank!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi letak kampus Unpad yang bukan berada di Bandung ini sebenarnya ada ceritanya, lho. Kalau selama ini kalian bertanya-tanya kenapa Unpad nggak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bandung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung<\/a> aja, saya bakal mengupas hal ini. Buat Pramudi dan Pratua kayak saya gini harus tahu juga nih cerita tersebut. Soalnya, proyeksi pemindahan kampus Unpad ke Jatinangor yang mendapat inspirasi dari &#8220;Kota Akademik Tsukuba&#8221; di Jepang bakal menjawab keluh-kesah kalian soal Jatinangor dan Unpad. Mari kita mulai ceritanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Itikad menyatukan kampus Unpad<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal pendiriannya pada 11 September 1957, Unpad sejatinya sudah menempatkan kampusnya di Bandung. Mengutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.unpad.ac.id\/universitas\/sejarah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">laman Unpad<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, pada awal berdirinya, hanya ada empat fakultas di Unpad, yaitu Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan &amp; Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kedokteran. Setelah itu baru menyusul pendirian beberapa fakultas lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makin berkembang dan banyaknya fakultas di Unpad, pada kenyataannya nggak dibarengi dengan kondisi fisik kampus yang saling terhubung. Menurut Widyo Nugrahanto, dkk. dalam risetnya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Daerah Jatinangor: Dari Nama Perkebunan Menjadi Nama Kecamatan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, menyebutkan kalau kondisi kampus Unpad pada dekade 1980-an terpisah-pisah secara ekologis. Jadinya nggak menunjukkan wujud kampus yang bersatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalan itu yang jadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perhatian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rektor keenam Unpad, Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja, untuk membuat kampus Unpad yang saling terhubung dan menggunakan konsep &#8220;one campus&#8221;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Konsep ini sebenernya terinspirasi dari Kota Akademik Tsukuba yang ada di Jepang. Nah, Hindersah pengen bikin konsep serupa dengan nama \u201cKota Akademik Manglayang\u201d yang mana kebetulan Jatinangor ada di bawah kaki <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/gunung-manglayang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Manglayang<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak tahun 1977, gagasan itu mulai diupayakan dan dua tahun kemudian terpilihlah Jatinangor sebagai tempat yang dirasa pas. Ingat, &#8220;dirasa pas&#8221;, ya. Kalau kata Hindersah, harapannya sih Jatinangor menjadi tempat yang produktif untuk menunjang iklim ilmiah dan riset, terlebih lagi guna memanfaatkan lahan kosong Jatinangor yang dulunya pernah jadi perkebunan. Hmmm. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, memang sejak tahun 1979 upaya itu sudah mulai dirintis. Pemindahan fakultas dari Bandung pun mulai dilakukan sejak tahun 1983 secara bertahap.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ada apa dengan Jatinangor?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus kenapa yang dipilih Jatinangor? Kan cukup jauh juga dari Bandung. Lagian kenapa nggak di Bandung aja, sih?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selow, Gaes. Persoalan ini memang agak rumit sih, serumit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pemerintah Kota Bandung<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau mau dibahas sedikit, sebetulnya sejak dekade 1980-an di Bandung sudah cukup banyak berdiri <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kampus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kampus<\/a>. Dan sebagai pusat kota, misalnya ada pembangunan dan perluasan kampus bakalan bermasalah dengan tata kota. Akibatnya, udah mah padet, jadi makin ruwet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya upaya pemindahan kampus Unpad dari Bandung ke Jatinangor nggak lepas dari persoalan tata kota yang makin ruwet di Bandung. Walaupun sebenernya sampai sekarang Bandung malah lebih lebih ruwet, sih. Selain itu, pemilihan Jatinangor juga nggak lepas dari keinginan memanfaatkan lahan bekas perkebunan sebagai lahan kampus agar produktif. Katanya sih begitu, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi, dulunya Jatinangor adalah kawasan perkebunan yang sudah ada sejak tahun 1840 dan dimiliki oleh seorang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">meneer <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bernama Baron Baud. Artinya, sejak zaman jebot, kawasan ini memang diproyeksikan buat perkebunan dan sekadar menambah pundi-pundi duit pemerintah kolonial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kata T. Bachtiar dalam<a href=\"https:\/\/www.ayobandung.com\/netizen\/pr-79716128\/jatinangor-perwujudan-cinta-baron-baud-pada-gadis-beraroma-tropika\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> tulisannya<\/a> yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jatinangor, Perwujudan Cinta Baron Baud pada Gadis Beraroma Tropika<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nama Jatinangor <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cdiambil\u201d dari sebuah tanaman yang berasal dari Amerika dan diimajikan sebagai tanaman indah berwarna merah yang terhampar menghiasi kawasan, kelak, bernama Jatinangor ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada intinya, Jatinangor memiliki kawasan yang relatif masih terbuka buat dibangun sebagai kampus Unpad karena waktu itu banyak lahan perkebunan yang terbengkalai juga. Hal ini yang jadi pilihan kenapa kawasan ini yang akhirnya dipilih sebagai kawasan kampus Unpad.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ternyata Unpad di Jatinangor penuh masalah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemindahan kampus Unpad dari Bandung ke Jatinangor yang terinspirasi dari \u201cKota Akademik Tsukuba\u201d di Jepang, mendorong munculnya idealisme supaya Jatinangor jadi kawasan riset yang produktif. Tapi, idealisme kadang nggak sejalan dengan realitas. Hal itu yang juga terjadi dengan Unpad Jatinangor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenernya, masalah-masalah yang ada di Jatinangor sudah pernah disentil oleh Ananda Bintang dalam<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jatinangor-lebih-perlu-3-hal-ini-ketimbang-jans-park-dan-mcd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> tulisannya<\/a>. Tapi, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">saya mau menambahkan beberapa hal yang memang jadi masalah di Jatinangor pada umumnya, dan Unpad khususnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, masalah yang sangat esensial di Jatinangor maupun Unpad sebenernya mengenai kriminalitas. Kriminalitas ini bukan cuman soal pencurian, tapi juga pelecehan seksual. Sudah banyak kasus pelecehan seksual terjadi di sini. Bukan cuma di luar kampus, tapi juga di dalam kampus. Padahal sebagai kawasan pendidikan, mestinya jaminan keamanan harus menjadi perhatian utama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">&#8211; serem bgtt\ud83d\ude16 yg cewe klo lg jalan sendiri ati\u00b2 deh tdi gue ketemu org kyanya rada\u00b2 tu org megang blkng gue untung kena dikit doang, dan tadi parahny ada anak kecil smpe nangis, tu org dikejar sama bapak\u00b2, gue kasian sma ank kecilnya gtau di apain tpi smpe (cont)<\/p>\n<p>\u2014 Unpadfess (CARA KIRIM MENFESS CEK BIO) (@DraftAnakUnpad) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/DraftAnakUnpad\/status\/1687055723279331328?ref_src=twsrc%5Etfw\">August 3, 2023<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pelecehan seksual yang marak, sering juga ditemui pemberitaan mengenai pembegalan dan penjambretan di daerah Jatinangor yang umumnya menyasar mahasiswa. Meskipun aparat sudah bergerak, ya kadang itu juga mesti viral dulu baru deh gerak. Nggak tahu lagi deh harus gimana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah lainnya yang muncul adalah tata kota Jatinangor yang sangat buruk mengenai penyediaan trotoar. Harusnya sih hal ini menjadi perhatian mengingat jatah trotoar buat pejalan kaki sering kali diserobot oleh kendaraan yang parkir seenak jidat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa mungkin masalah ini muncul karena minimnya lahan parkir di kawasan ini? Tapi yang pasti, hal ini membahayakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pejalan-kaki\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pejalan kaki<\/a> yang bisa aja keserempet kendaraan, apalagi kalau yang naik motor atau mobil kayak lagi dikejar setoran.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Fasilitas publik menjadi perhatian utama dari pembangunan Kota Akademik Tsukuba<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitas yang nggak terawat seperti jalan rusak, penerangan yang minim dalam kampus, hingga sistem drainase yang menyebabkan banjir menjadi sekelumit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">masalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di Jatinangor dan Unpad. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau memang inspirasinya berasal dari \u201cKota Akademik Tsukuba\u201d, mestinya pemenuhan fasilitas publik di Jatinangor maupun Unpad, harus bersandar pada pemenuhan fasilitas dan jaminan keamanan. Apalagi Jatinangor dihuni oleh kampus lain seperti Ikopin, ITB Jatinangor, sampe IPDN, lho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut James W. Deraing dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Growing a Japanese Science City: Communication in Scientific Research<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pemenuhan fasilitas menjadi perhatian utama dari pembangunan Tsukuba sebagai kota dengan basis riset. Sayangnya dalam proses Unpad, pertimbangan ini entah menjadi perhatian atau nggak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun penetapan kawasan Jatinangor, yang awalnya wilayah perkebunan menjadi kawasan pendidikan, memang bukan keputusan yang bijak, sih. Dasar alasan untuk memanfaatkan lahan kosong bekas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/perkebunan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perkebunan<\/a> nggak memberikan potensi khusus. Akibatnya, ya inspirasi Tsukuba malah melahirkan beragam masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenernya masih banyak lagi masalah yang ada di Jatinangor dan Unpad. Tapi kalau saya tulis semua nggak akan muat dalam sekali tayang di Terminal Mojok saking banyaknya. Wqwqwq. Jadi, buat para Pramuda 2023, nikmati aja dulu Jatinangor, Unpad, dan sejuta cerita di dalamnya. Maklum, kalau menurut saya mah Jatinangor ini definisi \u201clove-hate\u201d yang hakiki.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Firyal Dzikri<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salah-kaprah-tentang-unpad-yang-perlu-diluruskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalau Mau Kuliah di Bandung ke Unpad Aja dan Salah Kaprah Lainnya tentang Unpad yang Perlu Diluruskan<\/a>.<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beda banget kondisi di Jatinangor sama Tsukuba.<\/p>\n","protected":false},"author":2294,"featured_media":226927,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[141,14209,3220,5640,1213,921,20092,3222],"class_list":["post-226895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-bandung","tag-gunung-manglayang","tag-jatinangor","tag-jawa-barat","tag-jepang","tag-kampus","tag-tsukuba","tag-unpad"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2294"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=226895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/226927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=226895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=226895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=226895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}