{"id":22632,"date":"2019-12-10T08:57:30","date_gmt":"2019-12-10T01:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=22632"},"modified":"2019-12-10T08:59:12","modified_gmt":"2019-12-10T01:59:12","slug":"kenapa-sih-kalau-ikut-training-atau-seminar-ucapan-selamat-pagi-selalu-diganti-dengan-semangat-pagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-sih-kalau-ikut-training-atau-seminar-ucapan-selamat-pagi-selalu-diganti-dengan-semangat-pagi\/","title":{"rendered":"Kenapa sih Kalau Ikut Training atau Seminar, Ucapan &#8216;Selamat Pagi&#8217; Selalu Diganti dengan &#8216;Semangat Pagi&#8217;?"},"content":{"rendered":"<p>Pada waktu kelas 3 SMA, sekolah saya memanggil<em> trainer-motivator<\/em> agar siswa semangat dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional. Selain itu, tidak lupa juga mengingatkan kami semua untuk meminta restu orang tua agar ujian berlangsung dengan lancar. Terpenting, semua siswa bisa lulus dengan nilai yang terbilang baik. Sesaat sebelum memulai kelas <em>training<\/em> dan menyampaikan materi, dalam suatu ruangan yang di-<em>setting<\/em> seperti kelas seminar, sang <em>trainer<\/em> berkata, \u201cKalau saya bilang \u2018apa kabar semuanya?\u2019, kalian balas dengan, \u2018kabar baik, luar biasa!\u2019\u201d<\/p>\n<p>Ya, kami diminta\u2014lebih tepatnya dipaksa\u2014untuk mengikuti ucapan tersebut. Jika secara keseluruhan peserta terlihat lesu ketika menjawab, maka sapaan akan diulangi hingga kami semua betul-betul menjawab dengan penuh semangat\u2014lebih tepatnya teriak\u2014agar tidak terus diulangi. Entah kenapa pertanyaan tersebut harus terus diulang di awal sebelum acara dimulai. Ketahuilah, saya bersama teman-teman yang lain bukannya merasa semangat, malah merasa mangkel sejak awal acara karena hal tersebut.<\/p>\n<p>Hal yang identik terus berulang hingga kini saya aktif bekerja atau mengikuti suatu acara<em> training<\/em> juga seminar. Kalimat pembuka masih saja sama tapi dengan sedikit perubahan. Dari yang sebelumnya jika ditanya, \u201capa kabar semua?\u201d harus dijawab dengan \u201cluar biasa!\u201d, menjadi \u201csemangat pagi!\u201d dan harus disambut dengan jawaban, \u201csemangat, semangat, semangat!\u201d <em>Hadeeeeh<\/em>, maksa banget, sih. <em>Hehehe<\/em>.<\/p>\n<p>Maksud saya, ada dua poin yang menjadi sorotan. <em>Pertama,<\/em> kenapa kata \u201cselamat pagi\u201d harus diganti dengan \u201csemangat pagi\u201d\u2014meski pagi hari sudah lewat?<em> Kedua,<\/em> kenapa harus diulang-ulang, sih? Walaupun harus diakui hal demikian sudah seperti SOP bagi para pengisi acara di suatu <em>training<\/em> atau seminar. Tujuannya? Usut punya usut, setelah saya mencoba bertanya kepada seorang teman yang juga berprofesi sebagai <a href=\"https:\/\/tirto.id\/pdip-hasto-dan-ganjar-memang-jadi-pemateri-tot-salahnya-di-mana-ecQt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>trainer<\/em><\/a>, hal itu dilakukan agar dapat menambah semangat para peserta. Bisa juga sebagai <em>ice<\/em> <em>breaking<\/em>, yang bertujuan untuk mencairkan suasana di ruang <em>training<\/em> atau seminar\u2014utamanya agar komunikasi satu sama lain bisa terjalin dengan baik. Selain itu, agar peserta bisa antusias dan terhindar dari rasa kantuk.<\/p>\n<p>Hal itu juga mengingatkan saya kepada suatu rumah makan ternama. Setiap saya berkunjung ke rumah makan tersebut, entah siang, sore, atau malam, saya selalu disambut dengan sapaan \u201cselamat pagi\u201d. Meski tidak mengganti menjadi \u201csemangat pagi\u201d, rasa-rasanya semangat yang disalurkan sama. Dan setelah saya coba tanya kepada salah satu pelayan yang bertugas, hal itu dimaksudkan untuk menjaga semangat dan antusias para pekerja dan pengunjung. Filosofinya, pagi hari adalah saat di mana banyak orang memulai aktivitas. Dan semua diharapkan untuk menyalurkan semangatnya.<\/p>\n<p>Sebetulnya tidak salah jika pembawa acara pada suatu seminar melakukan hal yang sama dengan tujuan sama pula. Namun, sebaiknya sih ada variasi agar tidak monoton. Kalau perlu diadakan<em> survey<\/em> dulu, peserta lebih suka disapa bagaimana dan seperti apa. Sebab, ajakan untuk meneriakan \u201csemangat pagi!\u201d rasanya perlu pembaruan. Belum lagi jika para peserta kurang semangat, selalu saja ada remedial\u2014diulang hingga mendapat tingkat semangat yang diinginkan.<\/p>\n<p>Padahal, cukup dengan menyampaikan \u201cselamat pagi\u201d (atau menyesuaikan waktu dimulainya acara) pun sudah membuat para peserta nyaman, kok. Jadi, tidak perlu lah memaksa orang lain untuk semangat. Belum lagi jika tidak merespons sapaan \u201csemangat pagi\u201d, sering kali peserta diminta untuk cuci muka karena dianggap mengantuk. <em>Hadeeeh<\/em>. <em>Please<\/em>, <em>deh<\/em>. Nggak peka banget, sih. Peserta tuh bukan ngantuk, tapi mangkel dan ngerasa <em>annoying<\/em> aja. Bosan dengan kalimat <em>template<\/em> yang itu-itu aja.<\/p>\n<p>Dan kini, sapaan untuk mengawali training atau seminar semakin beragam\u2014namun dengan pola yang tetap sama dan tidak kalah menjengkelkan. Kira-kira seperti ini:<\/p>\n<p>\u201cJika saya bilang HAI, kalian jawab HALO, ya?\u201d<\/p>\n<p>Kita coba, ya, \u201cHAAAAII!\u201d<\/p>\n<p>\u201cHALOOO.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKurang semangat. Kita coba sekali lagi, ya. HAAAII!\u201d<\/p>\n<p>\u201cHALOOO!\u201d<\/p>\n<p>\u201cNah, seperti itu. Tepuk tangan untuk kita semua.\u201d<\/p>\n<p>Ketahuilah, dalam beberapa hal, <em>first<\/em> <em>impression<\/em> itu penting. Lalu, bagaimana para peserta <em>training<\/em> atau seminar antusias mengikuti materi yang diberikan jika dari awal sudah dipaksa untuk semangat? Bukannya dalam suatu komunikasi, sesuatu yang dipaksakan itu akan berujung pada ketidaknyamanan? Eh.<\/p>\n<p>Semoga, kedepannya ada hal lain yang bisa membuat orang lain atau karyawan semangat dalam mengikuti <em>training<\/em> atau seminar\u2014toh, tujuannya baik, untuk meng-<em>upgrade<\/em> <em>skill<\/em> sekaligus menambah wawasan\u2014selain camilan yang enak saat <em>coffee<\/em> <em>break<\/em> pastinya. Hehehe.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/punya-cv-menjulang-tapi-jadi-pembicara-kok-biasa-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Punya CV Menjulang, tapi Jadi Pembicara Kok Biasa Aja?<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal yang identik bagi saya saat mengikuti suatu acara training atau seminar adalah kalimat pembukanya yang gitu-gitu aja.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":22650,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4826,4825,4359,4827],"class_list":["post-22632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-ice-breaking","tag-semangat-pagi","tag-seminar","tag-trainer"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22632\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}