{"id":226199,"date":"2023-07-30T11:11:52","date_gmt":"2023-07-30T04:11:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=226199"},"modified":"2023-07-30T15:29:04","modified_gmt":"2023-07-30T08:29:04","slug":"ranjau-paku-di-jalanan-jakarta-masalah-yang-tak-pernah-usai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ranjau-paku-di-jalanan-jakarta-masalah-yang-tak-pernah-usai\/","title":{"rendered":"Ranjau Paku di Jalanan Jakarta, Sebuah Masalah yang Tak Pernah Usai"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang sering berkeliaran di Jakarta, terutama yang sehari-hari menggunakan sepeda motor, kini harus betul-betul fokus dan jeli dalam melihat jalan yang kalian lalui. Saya yakin kalian tahu apa yang saya maksud, dan iya, jawabannya adalah ranjau paku di jalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan \u201cranjau\u201d di jalanan Jakarta? Bagi kalian yang belum banyak mengetahuinya, ranjau ini ialah paku, mur, baut, potongan jari-jari payung atau benda tajam kecil lainnya yang sengaja disebarkan oleh oknum pelaku ke jalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang menduga bahwa pelaku penyebar ranjau ini ialah tukang tambal ban yang mangkal tidak jauh dari tempat ia menebarkan ranjau paku tersebut. Dengan ditebarkannya ranjau ke jalan, akan ada sepeda motor yang mengenai ranjau tersebut, bannya bocor, dan akhirnya ditambal oleh si pelaku.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bahaya ranjau dan &#8220;sosok penyelamat&#8221;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ranjau seperti ini sangat meresahkan para pemotor. Telah banyak pemotor yang menjadi korbannya. Di antara ranjau-ranjau yang ditebar, yang paling ber-damage ialah jari-jari payung karena semua jenis ban sepeda motor bakal bocor terkena ranjau tersebut. Bayangkan saja, betapa bahayanya jika sedang dalam kecepatan tinggi terjerat ranjau tersebut, tentu dampaknya sangat mengerikan. Ujungnya, pemotor itu dapat mencium aspal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ranjau tersebut ditebar di lajur kiri dan tengah jalan sehingga memaksa kita untuk terus berada di lajur kanan. Itu pun tidak menjamin 100 persen lolos dari ranjau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntunglah, terdapat komunitas yang bernama Sapu Bersih Ranjau (Saber) yang diinisiasi oleh Abdul Rohim yang secara sukarela bersama rekan komunitasnya membersihkan jalanan-jalanan Jakarta dari ranjau. Beliau telah memulai pekerjaan ini sejak 2010 dan terus berlanjut hingga sekarang. Dalam akun sosial media <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rohim_saber\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instagramnya,<\/a> ia membagikan aktivitas penyapuan ranjau menggunakan magnet yang dapat menarik ranjau yang terbuat dari besi itu. Beliau melakukan kegiatan penyapuan ranjau ini di ruas jalan yang tiap hari ramai dilalui orang, yaitu Jalan Gatot Subroto. Mulai dari kawasan Slipi, seberang Gedung DPR, Simpang Semanggi, hingga Patung Pancoran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena sikap gigih dan konsistensinya dalam menyapu ranjau, Pak Rohim pernah mendapat penghargaan dari pihak kepolisian dan dijadikan mitra kepolisian..<\/span><\/p>\n<h2><b>Tapi kok, nggak kelar-kelar ya?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang mengherankan ialah, mengapa ranjau-ranjau ini tetap ada terus dan mengancam para pengendara roda dua di Jakarta? Mengapa oknum penyebar ranjau tidak henti-hentinya mencelakakan orang lain dengan menebarkan ranjau? Mengapa ia tidak kapok dalam menjalankan aksi nakalnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, pertanyaan paling penting adalah, apakah tidak ada upaya dari kepolisian ataupun Dinas Perhubungan dalam mengatasi masalah ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, masalah ini sendiri telah berlangsung lama dan serasa tak kelar-kelar. Sebenarnya, beberapa kali Pak Rohim pernah memergoki penebar ranjau ini. Beberapa dari mereka telah ditangkap oleh polisi dan diproses. Anehnya, walaupun pelakunya ditangkap, fenomena ranjau ini masih berlanjut. Apakah tidak dikenakan pidana dan sebatas menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan saja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau seperti itu, saya rasa masalah ranjau ini tidak akan pernah selesai. Surat pernyataan tanpa adanya penahanan dan penyitaan alat-alat yang dipakai oleh pelaku membuat pelaku tidak akan jera. Apa harus dibonyokin dulu sama para korbannya baru polisi mau menahannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya bisa menyarankan perlunya penegasan kembali hukum mengenai para penebar ranjau ini. Kalau bisa diadakan patroli pada malam hari, waktu yang biasanya digunakan oleh oknum penebar ranjau untuk melancarkan aksinya. Yakin 90 persen kalau diadakan patroli, mereka akan takut untuk menebar ranjau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, 10 persennya gimana, nggak yakin? Iya, tepat sekali!<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pelaku makin cerdik menebar paku di Jakarta<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaku bisa lebih berani dan cerdik dalam menebar ranjaunya. Dan, ini sendiri dibenarkan oleh Pak Rohim. Makin ke sini para pelaku menggunakan modus tebar ranjau yang lebih \u201crapi dan bersih\u201d sehingga menyulitkan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus dan menangkap pelakunya. Buktinya, tidak pernah ada rekaman CCTV di lokasi rawan ranjau yang memperlihatkan pelaku menjalankan aksinya. Begitu \u201crapi dan bersih.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup sekian pembahasan dari ranjau jalanan yang menyengsarakan pengendara roda dua di Jakarta ini. Adapun yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat ialah tetap berhati-hati dan fokuskan pandangan ke jalan saat melintasi jalanan yang rawan akan ranjau. Bantu viralkan masalah ini lewat sosial media Anda agar lebih didengar oleh pihak-pihak yang berwenang, atau lebih baik lagi dengan\u00a0 membantu Pak Rohim dengan komunitas Saber-nya dalam menyapu dan membersihkan ranjau-ranjau yang meresahkan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab kita hanya bisa meminimalisir, bukan menindak dan menghukum pelaku. Yang bisa mah, tau sendiri lah ya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-dari-tukang-tambal-ban-cara-deteksi-dini-ban-bocor-atau-kempes-belaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Kempes Belaka<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Jakarta, terutama yang sehari-hari menggunakan sepeda motor, baiknya waspada dengan keberadaan ranjau paku.<\/p>\n","protected":false},"author":2107,"featured_media":226242,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[529,14354,20015,20016,5190],"class_list":["post-226199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-jakarta","tag-jalanan","tag-paku","tag-ranjau","tag-tambal-ban"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2107"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=226199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/226242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=226199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=226199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=226199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}