{"id":225413,"date":"2023-07-23T12:59:05","date_gmt":"2023-07-23T05:59:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=225413"},"modified":"2023-07-23T12:59:05","modified_gmt":"2023-07-23T05:59:05","slug":"suzuki-karimun-estillo-nggak-apa-apa-sempit-yang-penting-irit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-karimun-estillo-nggak-apa-apa-sempit-yang-penting-irit\/","title":{"rendered":"Suzuki Karimun Estillo: Nggak Apa-apa Sempit, yang Penting Irit!"},"content":{"rendered":"<p><em>Karimun Estillo memang bukan mobil yang lega. Tapi ya biarin, penting irit!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, iklan promo mobil di sebuah dealer yang cukup terkenal, melintas di beranda Facebook. Promonya nggak main-main. Bayangkan, cuma dengan DP 3 juta saja, pembeli bisa bawa pulang mobil baru. Wow. Saya nyaris tergoda. Tapi,\u00a0 begitu ingat kalau mobil di rumah masih oke, saya pendam lagi keinginan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkenalkan, mobil yang saat ini jadi tunggangan saya adalah Suzuki Karimun Estillo. Jika kamu belum pernah mendengar namanya, wajar. Mobil ini memang keluaran lama. Dicari wujudnya di dealer juga nggak bakalan ada, kecuali kamu perginya ke dealer mobil bekas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengganti Karimun Kotak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suzuki Karimun Estilo (di Jepang bernama MR Wagon) termasuk dalam kategori city car. Namanya diambil dari bahasa Spanyol\/Portugis estilo yang berarti &#8220;gaya&#8221;. Nama ini sesuai dengan desainnya yang lebih modern dibandingkan generasi pertama. Yap. Suzuki Karimun Estillo memang hadir sebagai pengganti pendahulunya, yaitu si Karimun kotak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karimun Estillo pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada<\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/2007\"><span style=\"font-weight: 400;\"> 2007<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan tampilan depan yang aerodinamis, dua buah headlamp yang besar dan gril yang kecil, Karimun Estillo tampak simple namun tetap modern. Apalagi bodinya juga mungil, sesuai untuk sat set sat set di jalanan yang padat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, saya baru tahu kalau ternyata, nama \u2018Karimun\u2019 memiliki makna tersendiri. Kata \u2018Karimun\u2019 berasal dari \u201cCarry to The Moon\u201d, yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia memiliki arti \u201cbawa ke bulan\u201d. Manis, ya?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesan pertama Karimun Estillo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saat pertama kali melihat si Karimun Estillo ini, saya langsung jatuh cinta. Pertama, karena warnanya. Saya pilih warna biru, btw. Selain warna biru, Karimun Estillo memiliki beberapa varian warna. Ada merah, kuning, hijau tosca, coklat susu hingga ungu muda pun ada. Tapi, begitu lihat warna biru emeraldnya, saya seolah terbius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hal lain yang membuat saya jatuh hati dengan si Estillo ini adalah ukurannya yang mungil. Pas banget dengan kebutuhan. Maklum, tinggal di perumahan. Jadi, perlu mobil yang dimensinya kecil biar bisa masuk di halaman rumah. Masa mau parkir di depan rumah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih jelasnya, Suzuki Karimun Estillo ini memiliki panjang 3.600 mm, lebar 1.475mm, dan tinggi 1.595mm. Kemungilan Estillo ini makin terlihat manakala ia diparkirkan bersama dengan mobil lainnya. Sontak, hatimu akan membatin, \u201cYa, Lord. Mobil gue kecil amat, ya.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Biar sempit tapi Irit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bodinya yang imut, Karimun Estillo nyaman untuk dinaiki 4 orang dewasa. Itu sebabnya, mobil ini cocok untuk dimiliki oleh keluarga kecil. Kalau anggota keluargamu banyak, ya, nggak siku. Mau ditaruh di mana mereka? Masa mau ditumpuk di bagasi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong soal bagasi, bagasi Karimun Estillo cukup lega untuk menyimpan koper dan barang-barang lain misalnya mau piknik. Bahkan, anak saya saja pernah selonjor di bagasi. Gara-garanya, waktu itu ada saudara\u00a0 yang mau nebeng sampai ke depan jalan raya. Nah, daripada jejer bertiga, anak saya lebih memilih untuk duduk di bagasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, saat dinaiki oleh 5 orang dewasa, Suzuki Karimun Estillo masih oke-oke saja. Cuma, ya, itu, sempit. Jadi, tidak disarankan untuk perjalanan jauh. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jangan kuatir. Jika sempit jadi takdir mobil ini, ada faktor irit sebagai pelipur hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yap. Estillo memang seirit itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian tahu, hitungan konsumsi bensin rata-rata Estillo adalah 1 liter bensin per 13,7 km di jalan macet, serta bisa sampai 28,8 km jika kondisi jalan lurus dan lancar. Mari bandingkan dengan mobil sejuta umat, Avanza.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi BBM Avanza 1.3 mencapai kisaran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">13,5 km\/liter hingga 14,6 km\/liter di rute dalam kota<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sementara untuk rute luar kota melalui jalan tol dengan kecepatan di kisaran 80 km\/jam, konsumsi BBM Avanza bisa mencapai rata-rata 18,4 km\/liter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">See? Estillo pemenangnya! Biar sempit yang penting irit.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga Karimun Estillo bekas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, ya, Satu lagi soal si Estillo. Berhubung doi adalah mobil keluaran lawas, jarang sekali mobil ini terlihat mengaspal di jalanan kota-kota besar. Atau, saya yang terlewat? Entahlah. Yang jelas, beberapa kali keluar kota bawa Estillo, dia nggak ada temennya di jalan. Kasihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain cerita jika di kota kecil macam Tegal. Suzuki Karimun Estillo masih sering sliwar-sliwer di jalanan. Tidak sebanyak Avanza, sih. Tapi, ada lah. Bisa jadi, ini karena <a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/mobil-bekas_c198\/q-karimun-estilo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">harga Estillo bekas<\/a> yang masih terjangkau di pasaran. Sebagai contoh, di salah satu akun jual beli mobil bekas, ada yang menawarkan Suzuki Karimun Estillo dengan harga 45 juta saja. Wow. Harganya separo harga motor Honda Forza 250!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana? Berminat membeli Suzuki Karimun Estillo bekas? Jangan lupa cek kondisi fisik dan mesin mobil sebelum membeli, ya, Sob. Kalau perlu, ajak teman kamu yang paham tentang mesin biar kamu nggak dikibulin.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:2008_Suzuki_Karimun_Estilo_VXi_1.1_MF31S_(20200227).jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u30aa\u30fc\u30d0\u30fc\u30c9\u30e9\u30a4\u30d683 via Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/otomojok\/suzuki-karimun-gx-mobil-mulia-untuk-orang-yang-mulia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzuki Karimun GX, Mobil Mulia untuk Orang yang Mulia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karimun Estillo memang bukan mobil yang lega. Tapi ya biarin, penting irit!<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":225420,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[19939,8213,8063,7646],"class_list":["post-225413","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-estillo","tag-irit","tag-karimun","tag-suzuki"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=225413"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225413\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/225420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=225413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=225413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=225413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}