{"id":225384,"date":"2023-07-23T11:20:52","date_gmt":"2023-07-23T04:20:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=225384"},"modified":"2023-07-23T07:44:39","modified_gmt":"2023-07-23T00:44:39","slug":"sisi-gelap-pasar-besole-wonosari-di-gunungkidul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-pasar-besole-wonosari-di-gunungkidul\/","title":{"rendered":"Pasar Besole Wonosari: Pasar Ikonik di Gunungkidul yang Menyimpan Sisi Gelap"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebelah utara terminal lama Wonosari, Gunungkidul, terdapat pasar legendaris bernama Pasar Besole. Pasar yang berada di Jalan Baron, Purwosari, Baleharjo, Wonosari, itu begitu ikonik karena menjadi salah satu pusat aneka kuliner di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/gunungkidul\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunungkidul<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak antara terminal lama Wonosari dan Pasar Besole sekilas nyaris tanpa batas. Keduanya memang masih satu kompleks dan hanya dibatasi jalan yang menjadi pintu masuk kawasan ini. Selain banyak ditemukan jajanan kaki lima, di pasar ini juga ada beberapa kios yang menjual mainan anak hingga perabotan rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasinya yang berada di tengah kota dan jadi jalur utama wisata pantai, bikin pasar ini cukup ramai dikunjungi warga Gunungkidul maupun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/wisatawan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisatawan<\/a>. Tapi, di balik keramaian pengunjung dan bus-bus pariwisata yang hilir-mudik lewat kawasan ini, ada sisi gelap mengenai Pasar Besole yang belum banyak diketahui orang. Berikut sejumlah fakta tentang Pasar Besole Wonosari Gunungkidul.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dihuni puluhan pemulung dan pengemis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas kalau dilihat dari jalan raya, kompleks Pasar Besole tampak sama seperti pasar pada umumnya. Terdapat beberapa kios yang menjajakan mainan anak, perabotan, dan aneka jenis kuliner. Suasana kemeriahan pasar pun seketika berubah ketika masuk ke dalam kawasan kompleks ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam kawasan pasar ini, ada beberapa ruko yang dipakai buat menyimpan barang rongsokan milik para pemulung. Nggak hanya untuk menumpuk barang-barang rongsokan, ruko ini juga dijadikan tempat istirahat para pencari barang bekas dan pengemis. Di depan ruko, saya melihat ada beberapa perabotan seperti wajan, kompor, piring, pakaian, dan jenis perabotan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <a href=\"https:\/\/gunungkidul.sorot.co\/berita-96683-potret-pemukiman-pemulung-di-kawasan-kumuh-tengah-kota-wonosari.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sorot Gunungkidul<\/a>, puluhan pemulung dan pengemis sudah lebih dari 10 tahun menempati ruko ini. Penghuninya mayoritas memang lansia. Tapi, nggak sedikit juga ditemukan balita dan anak-anak yang ikut tinggal bersama orang tua mereka di kawasan kumuh di tengah kota Wonosari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemulung dan pengemis yang tinggal di ruko ini berasal dari berbagai wilayah, seperti Kecamatan Saptosari, Tepus, dan daerah lainnya di Gunungkidul. Setiap hari, mereka hidup di antara tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Lokalisasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di Kota Jogja ada Sarkem, di Gunungkidul ada Pasar Besole. Ya, sudah jadi rahasia umum kalau di sudut kompleks Pasar Besole ada warung remang-remang yang acap dipakai buat praktik prostitusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang malam, nggak sedikit wanita penghibur yang biasa nongkrong di warung remang-remang menunggu para tamu datang. Konon, pria hidung belang dan perempuan penghibur akan menjalankan aksinya di beberapa bilik panas di ruko Pasar Besole, yang berhimpitan dengan hunian para <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pemulung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pemulung<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kekerasan seksual hingga penemuan mayat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dijadikan hunian oleh para pemulung dan tempat lokalisasi, di komplek Pasar Besole acap terdengar kabar nggak mengenakan hati. Di tempat ini pernah terjadi tindak kriminal hingga penemuan mayat yang hingga saat ini masih menjadi misteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya pada tahun 2015 lalu, warga sekitar Besole dikejutkan dengan <a href=\"https:\/\/news.harianjogja.com\/read\/2015\/11\/14\/500\/661132\/penemuan-jenazah-mayat-tukang-pijat-ditemukan-di-kios-pasar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penemuan mayat perempuan<\/a> di salah satu kios di kompleks Pasar Besole. Meski lama tinggal di pasar ini, perempuan yang berprofesi sebagai tukang pijat itu asli dari Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Menurut keterangan dari pihak-pihak terkait, perempuan berusia 70 tahun tersebut meninggal dunia karena sakit dan nggak ada yang merawat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada tahun 2016, di kompleks Pasar Besole juga pernah terjadi aksi kekerasan seksual. Mirisnya, korban dari pelecehan seksual tersebut masih berusia 5 tahun. Peristiwa ini hanya segelintir contoh dari banyaknya tindak kriminalitas yang santer terdengar di kompleks Pasar Besole.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perlu mendapat perhatian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak bisa dimungkiri bahwa<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">masalah yang terjadi di Pasar Besole saat ini cukup kompleks<\/span><b>. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Sejatinya<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">mereka yang tinggal di tempat ini adalah orang-orang yang tengah berjuang menyambung hidup. Sebagai kelompok rentan, sudah seharusnya para pemulung dan warga yang tinggal di komplek Pasar Besole perlu mendapat perhatian lebih dari pihak-pihak terkait, terutama pelayanan kesehatan dan pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekiranya pihak-pihak terkait perlu memberikan pelayanan kesehatan terhadap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/lansia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lansia<\/a> dengan cara mendatangi langsung ke lokasi. Hal ini perlu dilakukan secara khusus sebab di tengah masyarakat, sepertinya mereka masih dipandang sebelah mata, sehingga untuk mengakses layanan kesehatan cukup sulit dan terbatas. Jangan sampai kasus meninggalnya lansia pada 2015 lalu terulang kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, anak-anak di komplek Pasar Besole juga harus mendapatkan hak pendidikan yang layak. Kondisi anak-anak yang sejak kecil hidup di kawasan kumuh ini tentu berbeda dengan anak pada umumnya. Saya rasa, pihak terkait perlu mendampinginya sejak dini agar tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari itu semua, Pasar Besole juga menjadi saksi kalau ketimpangan sosial masih terjadi di Bumi Handayani. Setiap hari, pasar ini dilalui lalu-lalang bus-bus pariwisata super megah yang datang dari berbagai daerah. Dan mereka yang hidup di komplek ini hanya menjadi penonton dari pesatnya perkembangan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wisata-gunungkidul-warga-membangun-pemodal-menggusur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisata di Gunungkidul<\/a> yang konon semakin mendunia.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jevi Adhi Nugraha<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pantai-di-gunungkidul-tak-seindah-dulu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pantai di Gunungkidul Tak Seindah Dulu: Kebanyakan Promosi Padahal Banyak yang Perlu Dibenahi<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saksi bisu ketimpangan sosial di Bumi Handayani.<\/p>\n","protected":false},"author":547,"featured_media":225388,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5281,19937,19124],"class_list":["post-225384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunungkidul","tag-pasar-besole","tag-wonosari"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/547"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=225384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/225388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=225384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=225384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=225384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}