{"id":225320,"date":"2023-07-22T10:30:01","date_gmt":"2023-07-22T03:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=225320"},"modified":"2023-07-22T01:26:48","modified_gmt":"2023-07-21T18:26:48","slug":"orang-kampung-begitu-vital-perannya-kenapa-selalu-dihina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-kampung-begitu-vital-perannya-kenapa-selalu-dihina\/","title":{"rendered":"Wahai Kalian Orang Kota, Teruslah Mengejek Orang Kampung, Teruslah Mengekspos Kebodohan Kalian"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika melihat video twit Mas Bayu Skak yang muncul di beranda, rasanya kok saya ikut marah dan merasakan juga keresahan yang ia rasakan. Lokadrama yang ia buat, dihujat banyak orang karena kelokalannya. Yak, betul, kalian bisa menebak isi hujatannya kek mana, tipikal orang kota ngejek orang kampung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi yang parah menurut saya waktu ada yang bilang Jawa anjing sih. Bukan saya tersinggung ya, tapi, aduh, ngapain gitu lho.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Mungkin ada gap guyonan Jatim dengan guyonan umum. ketika kalian nonton guyonan Jawa, spesifiknya Jawa Timur seperti karya saya yg baru ini, terus punya unek-unek yang ingin disampaikan saya akan terbuka lebar untuk kritik dll. Tapi kalau memaki sukunya mohon tolong jangan teman\u2026 <a href=\"https:\/\/t.co\/Fjq4kbgSWF\">pic.twitter.com\/Fjq4kbgSWF<\/a><\/p>\n<p>\u2014 BAYU SKAK (@Moektito) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/Moektito\/status\/1682339190779023360?ref_src=twsrc%5Etfw\">July 21, 2023<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya itu heran terhadap perasaan superior yang orang kota tunjukkan pada orang kampung. Kalian itu kenapa gitu lho kok sampe rasanya benci banget sama orang kampung, sedangkan mereka itu nggak punya salah sama kalian. Kadang saya itu berasumsi, orang kota itu goblok karena menghirup terlalu banyak asap kendaraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, nggak salah, saya bilang orang kota goblok. Kalian nggak terima dibilang goblok? Ya sama kek orang kampung kalian bidik dengan senapan kebencian yang kalian pegang.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Merantau itu tak mudah dan tak akan pernah mudah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu memang orang kampung itu nggak punya dan mungkin nggak akan terpapar akses sebanyak orang kota. Ya gimana mau terpapar, orang daerahnya sendiri belum kepikiran untuk memperbaiki nasibnya. Jadi orang kampung itu susah, Bro. Bertahan di kampung, hidup susah maju. Jalan satu-satunya ya merantau. Tapi, merantau pun nggak mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kasih tahu, ya, merantau itu tak sekadar orang kampung meninggalkan rumahnya untuk mengadu nasib di kota. Kadang lebih dari itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi beberapa orang, merantau itu artinya sudah siap mati. Ada sebuah daerah di Indonesia yang mengadakan yasinan ketika ada anggota kampungnya memutuskan untuk merantau. Katanya, sebagai persiapan andai suatu saat sang perantau mati di tanah rantau dan mayatnya tak bisa pulang. Saya tak bisa menyebutkan nama daerahnya, tapi saya yakin ada pembaca yang tahu daerah yang saya maksud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak perlu jelaskan kalau merantau itu punya potensi gagal yang amat besar. Bisa pulang sekali-dua kali saja sudah bagus. Jadi, wahai kalian orang kota yang mengaku hidupnya keras, mohon maaf nih, hidup kalian ini nggak ada apa-apanya ketimbang orang kampung yang kalian ejek itu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Peran orang kampung yang teramat vital<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melihat twit, komentar, atau meme tentang ejekan keras orang kota pada orang kampung, saya bertanya-tanya, lha mereka ini nggak sadar betapa orang kabupaten itu punya andil besar dalam pembangunan kotanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini contoh paling kecil aja ya. Lihat warung mi ayam di kota-kota kalian, kebanyakan dari mana asalnya? Yak betul, <a href=\"https:\/\/jateng.suara.com\/read\/2021\/05\/26\/174620\/penjual-mie-ayam-dan-bakso-identik-dengan-wonogiri-ini-asal-usulnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wonogiri!<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini belum bicara tentang kuli Jawa yang dianggap membangun Indonesia, orang Batak yang \u201cjadi orang\u201d di kota-kota besar, dan suku-suku lain, dan kabupaten-kabupaten lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan orang-orang kampung ini benar-benar vital buat kota-kota besar. Akamsi belum tentu bisa memenuhi kebutuhan pekerja kota besar yang begitu besar. Ini kita masih bicara jumlah lho, belum skill. Sebenarnya, kota besar dan kampung itu punya ketergantungan yang tak terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, terlihat sih jane. Gamblang begini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi membayangkan. Misal, kuli Jawa yang ada nggak mau lagi ikut bekerja di kota. Bayangin berapa proyek yang terhambat. Duh, nggak sanggup aku.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jowar-jawir ndasmu<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya menulis artikel ini tuh jane sederhana. Mbok ya sekat-sekat konyol macam orang kota dan orang kampung ini nggak usah dipegang erat-erat. Nggak usah ngejek orang kampung, walau kelihatan udik atau gimana. Celaan kayak gini di internet itu nggak bikin kalian naik kelas atau jago. Nggak capek kalian mengkotak-kotakkan diri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, kabupaten-kabupaten yang ada, kini mulai mempersolek diri, mulai membuat kotanya lebih nyaman untuk ditinggali dan makin seksi untuk jadi tempat mencari uang. Jika akhirnya kabupaten penghasil perantau mulai maju, justru kota-kota besar inilah yang ketar-ketir. Nanti, kalian bakal sadar kalau kota kalian bisa sebegini maju itu ya karena pengorbanan orang-orang yang nekat meninggalkan rumah demi penghidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, sama-sama hidup susah kok ngejek. Iki goblok opo kepie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah, stop guyon jowar-jawir yang jelek itu. lagian kalian berani bilang gitu cuman di dunia maya kok. Nggak usah meyakinkan diri kalau nyali kalian besar, mending meyakinkan diri bahwa kalian itu nggak pinter-pinter amat, agar bisa belajar. Bukan cuman bisa koar-koar sok keras.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-nggak-pernah-merantau-baiknya-nggak-usah-bacot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalau Nggak Pernah Merantau, Baiknya Nggak Usah Bacot<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawir ndasmu. Pacar kamu di mana? Jak rene, senggel!<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":225322,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[1488,7649,2581,5807],"class_list":["post-225320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-ejekan","tag-kampung","tag-orang-kota","tag-perantau"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=225320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225320\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/225322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=225320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=225320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=225320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}