{"id":224608,"date":"2023-07-20T14:59:04","date_gmt":"2023-07-20T07:59:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=224608"},"modified":"2025-11-25T12:39:32","modified_gmt":"2025-11-25T05:39:32","slug":"siapa-bilang-perut-buncit-itu-tanda-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/siapa-bilang-perut-buncit-itu-tanda-bahagia\/","title":{"rendered":"Siapa Bilang Perut Buncit Itu Tanda Bahagia? Yang Bener Tanda Obesitas, Bukan Bahagia!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perut buncit adalah fenomena yang sering dialami oleh pria umur 20 hingga 40 tahunan. Biasa dialami oleh para pria yang baru saja menikah atau mendapatkan pasangan yang tepat setelah berkali-kali patah hati. Kebuncitan ditandai dengan munculnya lemak berlebih di bagian perut yang membuat bagian perut sedikit lebih menonjol daripada biasanya. Hal itu kerap dinilai sebagai tanda kebahagiaan seorang laki-laki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, benarkah?<\/span><\/p>\n<h2><b>Dad bod<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dad bod merupakan istilah yang ditujukan untuk pria yang memiliki bentuk tubuh sedikit buncit saat sudah memiliki pasangan atau telah menjadi seorang ayah. Singkatnya dad bod juga bisa dibilang sebagai bentuk tubuh ayah, di mana tidak gemuk, tidak keras berotot, dan cenderung kelebihan lemak di sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah sama dengan dad bod? Oh, tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perut buncit adalah penumpukan lemak yang ada di bagian perut. Menyebabkan bagian perut menjadi sedikit menonjol akibat lemak yang menumpuk di bagian tersebut.\u00a0 Perut buncit bisa diakibatkan oleh asupan lemak berlebih yang kemudian mengendap karena tidak terbakar oleh aktivitas fisik kira. Atau, bisa juga karena, emang kitanya aja yang jarang olahraga dan kebanyakan leyeh-leyeh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Perempuan lebih menyukai pria dengan perut buncit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat sebuah survei menarik soal perut buncit. Dalam sebuah survei terhadap 2.006 wanita di Amerika Serikat menemukan bahwa 7 dari 10 wanita tertarik pada pria yang memiliki kelebihan lemak sekitar 10 kg di tubuhnya. Lebih lanjut, 83 persen wanita merasa bangga memiliki suami dengan bentuk tubuh dad bod. Lah kok bisa?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara ilmiah, alasan ketertarikan wanita terhadap pria berperut buncit masih belum ditemukan. Namun, melalui survei tersebut, banyak wanita yang menilai pria dengan dad bod tampak bertanggung jawab mengurusi keluarga, baik istri dan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga yang merasa bahwa pria dengan dad bod merupakan pasangan yang tepat untuk diajak makan tanpa harus membatasi jumlah kalori. Mereka pun tak perlu khawatir tentang kenaikan berat badan. Berbeda dengan pria berbadan atletis yang cenderung menjaga bentuk tubuh idealnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu, membuat wanita merasa nyaman memiliki pasangan dengan dad bod karena tidak harus pusing memikirkan bentuk tubuh yang ideal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, dad bod itu berbeda dengan perut buncit. Dan hal itu harus ditegaskan kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tanda bahagia?<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke pertanyaan awal, &#8220;Apakah perut buncit itu tanda bahagia?&#8221; Tidak juga. Perut buncit merupakan salah satu tanda awal obesitas dengan adanya tumpukan lemak di bagian perut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Washington Post, dad bod digambarkan dengan pria yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) berkisar antara 25 sampai 29,9 (masuk kategori kelebihan berat badan). Lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan berat badan pada pria yang menjadi ayah berpotensi memicu berbagai penyakit. Semakin tinggi peningkatan IMT, maka pria lebih berisiko mengalami penyakit seperti jantung, diabetes, dan kanker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara menurut penelitian <a href=\"https:\/\/anthropology.yale.edu\/profile\/richard-bribiescas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Richard G. Bribiescas<\/a>, Profesor Antropologi, Ekologi, dan Biologi Evolusioner di Yale, pria yang sedikit gemuk\u2014bukan kegemukan\u2014lebih sehat dan hidup lebih lama. Ia juga mengatakan bahwa pria dengan bentuk tubuh dad bod cenderung tidak menderita serangan jantung atau kanker prostat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, perlu diingat, pria yang dimaksud oleh Bribiescas adalah pria dengan kadar lemak yang tidak berlebihan atau terlalu gemuk. Kalo bahasa populernya, berisi. Tidak kurus, tidak juga buncit, bahkan gemuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, untuk menjawab pertanyaan perut buncit tanda bahagia, bisa nggak, bisa tidak. Tergantung penyebab ia buncit dan status ketika buncit sih. Tapi melihat risiko yang ada, keknya kita nggak perlu debat bahagia apa nggak, lebih baik mulai berolahraga sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Agus Miftahorrahman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/tren-menunjukkan-perempuan-lebih-suka-pria-dad-bod-berperut-buncit-ketimbang-pria-berperut-six-pack\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tren Menunjukkan Perempuan Lebih Suka Pria \u201cDad Bod\u201d Berperut Buncit Ketimbang Pria Berperut Six Pack<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katanya, perut buncit itu tanda bahagia. Tapi, benarkah? <\/p>\n","protected":false},"author":2155,"featured_media":224650,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_comment_section":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[19915,3527,19202,19916],"class_list":["post-224608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-dad-bod","tag-obesitas","tag-perut-buncit","tag-risiko"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/224608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2155"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=224608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/224608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/224650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=224608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=224608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=224608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}