{"id":22432,"date":"2019-12-08T10:50:40","date_gmt":"2019-12-08T03:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=22432"},"modified":"2019-12-08T10:50:40","modified_gmt":"2019-12-08T03:50:40","slug":"tipe-tipe-penumpang-lift-di-kantor-tempat-saya-bekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tipe-tipe-penumpang-lift-di-kantor-tempat-saya-bekerja\/","title":{"rendered":"Tipe-Tipe Penumpang Lift di Kantor Tempat Saya Bekerja"},"content":{"rendered":"<p><em>Lift <\/em>pada gedung perkantoran sudah barang tentu menjadi medium penting bagi orang-orang di dalamnya untuk berpindah dari satu lantai ke lantai lain. Tidak hanya mengantarkan orang, tapi juga distribusi barang-barang kebutuhan. Saya bekerja pada salah satu BUMN di Bandung yang tidak ada kantor cabang di kota lain (tertebaklah BUMN apa itu, ya). Banyak bangunan tua di dalamnya, maklum perusahaan ini telah banyak mengalami jatuh bangun dalam perjalanannya (semoga menjadi salah satu yang bisa dirombak oleh Pak Erick Tohir, <em>aamiin<\/em>).<\/p>\n<p>Dengan tuanya usia gedung-gedung yang ada, fasilitas di dalamnya juga sudah berumur lama kalau tidak bisa dikatakan lawas. Pada gedung tempat saya bekerja, terdapat total lima <em>lift<\/em> yang bisa dinaiki oleh para karyawan. Tiga di sayap kiri\u2014biasanya disebut <em>lift<\/em> tiga\u2014 dan dua di sayap kanan\u2014sering disebut <em>lift<\/em> dua\u2014dari pintu masuk. Tapi kadang <em>lift<\/em> dua suka diblok terutama bila ada tamu penting datang. Alhasil, <em>kroco-kroco<\/em> biasa macam saya mesti naik <em>lift<\/em> tiga, itu juga yang sering dioperasikan hanya dua <em>lift<\/em> dalam rangka efisiensi perusahaan.<\/p>\n<p><em>Lift<\/em> tiga ini memang lebih \u2018ramah\u2019. Selain jumlahnya lebih banyak daripada <em>lift<\/em> seberang yang pada saat-saat tak terduga bisa saja beroperasi ketiganya, rentang waktu buka-tutup <em>lift<\/em> ini juga lebih manusiawi daripada <em>lift<\/em> dua. Rentang waktu buka-tutup <em>lift<\/em> dua itu bisa secepat kedipan matamu kalau kelilipan atau memang kamu tipe orang dengan mata <em>kiceup-kiceup<\/em>.<\/p>\n<p>Tentu dengan keadaan <em>lift<\/em> seperti itu, sebenarnya kami para karyawan ini (seharusnya) jadi orang yang peka dan mau saling bantu dong, ya. Misalnya saja, ikut menahan tombol <em>open<\/em> lebih lama ketika orang masuk atau keluar <em>lift<\/em>. Bisa juga jadi orang yang suka rela menahan pintu <em>lift<\/em> dengan tangan semacam kuat seperti Peter Parker versi Tobey Maguire yang menahan laju trem, <em>wuiiih<\/em>.<\/p>\n<p>Tapi kok <em>yha,<\/em>\u00a0banyaknya malah jenis penumpang <em>lift<\/em> berikut yang mbikin pengin nangis (<em>zzzad<\/em>). Berikut tipe-tipe penumpang versi kantor tempat saya bekerja\u2014auto terngiang mbak-mbak narator acara <em>On The Spot<\/em> Trans 7 dengan <em>backsound<\/em> Tiger Baby berjudul <em>Fairytale.<\/em><\/p>\n<h4>Satu: Penumpang Mojok<\/h4>\n<p>Bukan, ini bukan penumpang <em>lift <\/em>yang begitu masuk terus buka situs Mojok.co loh,ya. Lha begitu masuk <em>lift<\/em> kan sinyal ponsel saja hilang. Ini merupakan tipe penumpang yang begitu masuk <em>lift<\/em> langsung mengambil posisi di pojok belakang kanan atau kiri demi menghindar untuk jadi karyawan peka menahan pintu atau tombol <em>open<\/em> lebih lama. Penumpang tipe seperti ini ada baiknya dihalang-halangi biar susah keluar pas sampai tujuan lantainya. Mau keluar, eh keburu nutup lagi elevatornya.<\/p>\n<h4>Dua: Penumpang Lupa Ingatan<\/h4>\n<p>Percayalah orang hilang ingatan tidak hanya ada di sinetron, tapi juga ada di <em>lift<\/em> kantor. Penumpang <em>lift <\/em>tipe ini adalah orang yang begitu naik <em>lift<\/em>, begitu fokus pada ponsel untuk menjawab rentetan<a href=\"https:\/\/tirto.id\/5-etika-dalam-grup-chat-dan-bagaimana-sebaiknya-kita-berinteraksi-eiXX\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> percakapan di <em>WAG<\/em><\/a>\u2014dari grup sedivisi, grup sedepartemen, grup sebidang, grup boomer, grup X, grup milenial, hingga grup ghibah\u2014 saking fokusnya biar nggak salah balas <em>chat<\/em> sampai lupa memijit tombol angka lantai tujuan. Kalau sudah begini diperlukan pula orang peka khusus menanyakan, \u201cL<em>antai berapa, Pak\/Bu\/Mas\/Mbak\/<span style=\"text-decoration: line-through;\">Yang<\/span>?<\/em>\u201d<\/p>\n<h4>Tiga: Penumpang <em>Diem-Diem Bae<\/em><\/h4>\n<p>Orang yang masuk tipe penumpang <em>lift <\/em>satu ini mungkin adalah orang yang bisa bikin orang peka sedih. Penumpang jenis ini merupakan orang yang antara iya dan tidak buat masuk. Bisa ragu karena <em>lift<\/em> tampak sudah penuh atau tidak yakin <em>lift<\/em> ini menuju ke bawah atau atas. Keragu-raguan orang tipe ini terlihat dari seinci pergerakan kaki yang ingin maju tapi&#8230; tapi&#8230; tapi&#8230; <em>duh<\/em> galau.<\/p>\n<h4>Empat: Penumpang Terjepit<\/h4>\n<p>Yang seperti ini, lanjutan dari tipe no. 3 tadi. Saat seinci langkah keraguan perlahan berubah jadi langkah pasti, tapi orang peka sudah terlalu lelah menahan lama tombol <em>open<\/em>, ya pintu <em>lift<\/em> keburu menutup.<\/p>\n<h4>Lima: Penumpang (Berniat) Peka tapi&#8230;<\/h4>\n<p>Memang niat baik itu tidak serta merta dilakukan dengan cara yang tepat. Seperti penumpang <em>lift <\/em>tipe ini adalah orang yang ingin menolong dengan menekan lama tombol <em>open<\/em>, tapi yang dipencet tombol sebelah bertanda panah dari dua arah alias tombol tutup. Perlu dipertanyakan memang niatnya baik atau memang menolak penumpang lain secara halus.<\/p>\n<h4>Enam: Penumpang Tak Kasat Mata<\/h4>\n<p>Dengan usia gedung-gedung perkantoran yang terbilang tua, tentu saja ada kejadian-kejadian di mana pintu <em>lift <\/em>terbuka tapi tidak ada siapa-siapa yang masuk. Bisa saja sih orang mau naik <em>lift<\/em>, tapi bosan menunggu lama dan memilih pakai tangga. Namun, bila tombol tutup sudah dipijit-pijit, tapi pintu tertahan sampai akhirnya menutup pelan sendiri&#8230; Bagus bila orang yang di dalam ada teman lain menemani. Kalau tidak, lebih baik pencet tombol <em>open<\/em> untuk keluar dan pakai tangga saja.<\/p>\n<p><strong>Tujuh: Penumpang Pemegang Kunci Sakti<\/strong><\/p>\n<p>Nah ini nih, penumpang sakti. Dengar-dengar sih kunci ini khusus dimiliki bagian fasilitas, istilahnya sang empunya <em>lift<\/em>-lah. Penumpang tipe ini bisa membuka <em>lift<\/em> yang diniatkan tidak beroperasi dan menahan lift untuk tidak membuka bagi penumpang lain hingga sang pemegang kunci tiba di lantai tujuannya. Bila kebetulan bertemu dengan pemegang kunci sakti ini, keberuntungan sedang menaungimu. Saya salah satu yang pernah mengalami itu, tapi kok ya nggak coba saya curi kunci itu, ya. Kan enak.<\/p>\n<p>Demikian, tujuh tipe penumpang versi <span style=\"text-decoration: line-through;\">On The Spot<\/span> kantor tempat saya bekerja (<em>treng~ te deng te deng te deng<\/em>).<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naik-lift-dari-pura-pura-sibuk-hingga-nahan-kentut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Naik Lift: Dari Pura-Pura Sibuk Hingga Nahan Kentut<\/a> <b><\/b>atau tulisan Gita Ismailia Isbandijah Jenie lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada tujuh tipe penumpang lift di tempat saya bekerja. Dari yang punya kepekaan luar biasa sampai bodo amatnya naudzubillah~<\/p>\n","protected":false},"author":477,"featured_media":22448,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4792,4791,4790],"class_list":["post-22432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-elevator","tag-kantor","tag-penumpang-lift"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/477"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22432"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22432\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}