{"id":223383,"date":"2023-07-09T11:08:58","date_gmt":"2023-07-09T04:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=223383"},"modified":"2023-07-09T11:08:58","modified_gmt":"2023-07-09T04:08:58","slug":"solusi-untuk-bandara-juanda-supaya-nggak-merepotkan-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solusi-untuk-bandara-juanda-supaya-nggak-merepotkan-lagi\/","title":{"rendered":"Solusi untuk Bandara Juanda Supaya Nggak Merepotkan Lagi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandara Juanda menjadi pintu gerbang utama penerbangan dan terbesar di Jawa Timur. Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I ini sering dikira lokasinya berada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-surabaya-gubeng-stasiun-terbesar-yang-mencerminkan-karakter-orang-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>. Padahal, lokasinya berada di Waru, Sidoarjo. Maklum, orang Indonesia sukanya menyebut daerah yang lebih terkenal daripada lokasi pastinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandara ini tidak kalah sibuk dengan Bandara Ahmad Yani, YIA, atau Soekarno-Hatta. Penerbangan domestik dilayani di Terminal 1, sedangkan penerbangan internasional dilayani di Terminal 2. Kamu bisa melihat sendiri betapa penuhnya parkiran dan drop zone di jam sibuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menuju Bandara Juanda, kamu bisa lewat bisa lewat tol atau jalan biasa. Rata-rata, calon penumpang lebih memilih jalan tol agar lebih cepat, mengingat jadwal penerbangan relatif tepat waktu (meski kadang mesti ada delay).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti Kualanamu, Soekarno-Hatta, Minangkabau, Adi Soemarmo, dan YIA, Bandara Juanda belum ada ada KA Bandara. Secara karakteristik, bandara yang juga berstatus internasional ini berhadapan dengan berbagai masalah di jalan. Selama pengamatan saya, sudah seharusnya ada KA Bandara di sini.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Kemacetan menuju Bandara Juanda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padatnya Surabaya di jam-jam tertentu sangat meresahkan. Kalau menuju ke bandara hanya mengandalkan moda transportasi berbasis aspal apalagi kendaraan pribadi, ini seolah menjadi simulasi siksa neraka. Ingat, ketinggalan pesawat itu terbilang boros, lho. Memang ada tol, tapi belum sepenuhnya mengatasi: di dalam tol lancar, tapi OTW gerbang tolnya bagaimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi yang daerahnya tidak punya bandara. Mereka harus lewat jalan yang panjang, misal Bojonegoro, Pasuruan, bahkan Pacitan. Ada juga daerah yang penerbangannya terbatas banget seperti Malang dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nonton-film-bioskop-di-jember-tak-lagi-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jember<\/a>. OTW Bandara Juanda sangat menantang jika menghadapi jalan kota yang macet, belum lagi terhalang tenda hajatan atau pasar tumpah contohnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Mahalnya biaya menuju Bandara Juanda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang sering naik travel ke bandara pasti paham betapa tersiksanya saat menyiapkan dananya. Harganya (misal dari Malang) berkisar 100-150 ribu rupiah kalau mau lewat tol. Kalau mau murah ya lewat jalan biasa, tapi risikonya adalah kena macet dan terlambat naik pesawat. Naik kendaraan pribadi juga menghadapi masalah: uang bensin dan tarif tol. Secara tidak langsung, dana untuk transportasi sangat banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, orang naik pesawat tidak semuanya orang kaya. Ada orang biasa yang bepergian, misal anak rantau, berkunjung ke rumah keluarga di luar pulau, atau pelancong dengan anggaran terbatas. Jadi, mereka bukan hanya pusing tiket pesawat, melainkan tol dan bensin kalo diantar keluarga atau teman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil contoh KA Bandara YIA, dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stasiun_Yogyakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stasiun Yogyakarta<\/a> ke bandaranya saja paling mahal 20 ribu rupiah. Kalau KA Bandara Soekarno-Hatta paling mahal 70 ribu rupiah untuk Eksekutif. Keduanya relatif lebih murah dibanding tarif tol<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Lebih cepat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepakat atau tidak sepakat, kereta api jauh lebih hemat waktu daripada travel, bus, atau kendaraan pribadi. Selancar-lancarnya jalan tol, tetap ada halangan. Misalnya mau masuk tol saja sudah antre. Sudah begitu jalanan dalam kota yang macet parah, belum lagi faktor sopirnya yang juga mempengaruhi cepat atau lambatnya perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, hadirnya KA Bandara diharapkan dapat meningkatkan frekuensi transportasi dari atau menuju Bandara Juanda. Bus atau travel tidak setiap waktu ada, tergantung armada. Penumpang pasti punya pilihan lain untuk menuju atau meninggalkan bandara ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diakui jika lahan membangun percabangan rel KA ke bandara ini terbatas lantaran padatnya lahan Surabaya-Sidoarjo. Saran saya, kalau memang ada wacana KA Bandara Juanda, baiknya dibuat jalur KA layang agar menghemat lahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga ada yang bisa merealisasikan impian saya dan beberapa penumpang pesawat lainnya. Kami sangat mengharapkan ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/madura-tidak-butuh-kereta-api\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">moda transportasi berbasis rel<\/a> ke bandara ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tersiksa-dari-bali-ke-jepang-bersama-maskapai-lcc-terbaik-di-dunia-bernama-airasia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tersiksa dari Bali ke Jepang Bersama Maskapai LCC Terbaik di Dunia Bernama AirAsia<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<div class=\"diperbarui\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandara Juanda adalah pintu gerbang utama penerbangan dan terbesar di Jawa Timur. Namun, di balik itu, ada masalah yang sungguh merepotkan.<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":223412,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[19796,2501,19797,19798,944,405],"class_list":["post-223383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandara-juanda","tag-jawa-timur","tag-juanda","tag-ka-bandara","tag-sidoarjo","tag-surabaya"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=223383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223383\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/223412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=223383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=223383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=223383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}