{"id":223267,"date":"2023-07-08T16:11:11","date_gmt":"2023-07-08T09:11:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=223267"},"modified":"2023-07-08T16:11:11","modified_gmt":"2023-07-08T09:11:11","slug":"bata-brand-asal-eropa-yang-dikira-karya-anak-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bata-brand-asal-eropa-yang-dikira-karya-anak-bangsa\/","title":{"rendered":"Bata, Brand asal Eropa yang Dikira Karya Anak Bangsa"},"content":{"rendered":"<p><em>Ceko tak hanya menghasilkan Pavel Nedved, pemain legendaris yang jadi idola, tapi juga sepatu Bata<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu jam setelah tulisan saya tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merek-cap-lang-produk-asal-jerman-yang-dikira-brand-lokal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merek Cap Lang<\/a> saya lempar di status Whatsapp saya mendapat puluhan respons dari saudara, teman, hingga mantan. Tanggapan mereka rata-rata adalah\u2026 tentu saja tidak percaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMosok Dek iku dudu teko Indo, dene aku biyen tuku kanggo kowe terus rak ngerti,\u201d kata Mas Mantan yang mencoba membuka obrolan setelah setahun menghilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho, lho, lho, tenan tho iku produk luar negeri ?\u201d ujar bulek dari Pandaan. Sementara yang lain tetap asik menanyakan hal yang sama seolah menggunakan produk impor seakan sebuah kesalahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal jika kita mencari lebih dalam, ada banyak produk yang sering kita gunakan ternyata merupakan produk Impor. Sebut saja dalam industri sepatu, Merek Bata merupakan salah satu merek yang sudah lama dikenal di Indonesia. Tapi apakah ada yang pernah mengira bahwa merek ini berasal dari Eropa, lebih tepatnya Republik Ceko?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika jawabannya tidak, itu sama dengan saya saat tahun 2011. Saya saat itu baru tahu jika sepatu ini merupakan produk asal Eropa dan sudah ada sejak Indonesia sebelum merdeka. Kakek saya yang menceritakannya, kala itu saya baru saja dibelikannya sepatu merek Bata ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bermula dari usaha keluarga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.bata.id\/companyprofile.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Website Bata Indonesia<\/a>, Merek ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus 1894. Kala itu Tomas, Anna, dan Antonin Bata merupakan keluarga yang mendirikan perusahaan ini di Kota Zlin, Republik Ceko. Mereka mendaftarkan perusahaan dengan nama lengkap T&amp;A Bata Shoe Company.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring dengan berjalannya waktu, Bata menjadi salah satu merek sepatu terkenal di dunia, termasuk di Indonesia. Kualitas produknya yang tinggi, desain yang inovatif, dan ketahanan yang baik membuat Bata menjadi pilihan favorit banyak orang. Merek ini telah menginspirasi dan mengubah cara orang memandang sepatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bata hadir di Indonesia sejak 1931 saat era Kolonial Belanda atas kerjasama dengan NV, Netherlandsch-Indisch. Sejak saat itu produk ini berkembang pesat hingga pada 1940, Thomas Bata, pendiri Bata Shoe Company, membangun pabriknya di Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan. Pabrik ini menjadi pusat produksi sepatu Bata untuk pasar di Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bertahan dengan efisiensi produksi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama hampir tujuh dekade, pabrik di Jakarta telah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan sepatu di Indonesia. Pabrik Bata di Jakarta menjadi salah satu dari beberapa pabrik sepatu besar yang dimiliki oleh Bata. Namun, pada 2008, pabrik di Jalan Kalibata Raya ditutup dan pindah ke Purwakarta. Perpindahan pabrik ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengoptimalkan infrastruktur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pabrik baru di Purwakarta didesain dengan teknologi modern dan sistem produksi yang lebih canggih, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dengan lebih baik. Meskipun pabriknya pindah, produk Bata tetap tersedia di seluruh Indonesia melalui jaringan toko resmi dan distribusi yang luas. Merek ini terus menjaga kualitas dan reputasinya sebagai salah satu merek sepatu terkemuka di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan perusahaan ini tidak hanya menghasilkan sepatu. Tetapi juga menyediakan berbagai produk lain seperti tas, kaus kaki, tas tangan, ikat pinggang, dan sandal. Merek ini menghadirkan berbagai koleksi untuk segala usia dan gaya. Mulai dari sepatu formal, sepatu kasual, sepatu olahraga, hingga sepatu anak-anak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bata yang terus berinovasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kualitas produk yang unggul, saya rasa Merek Bata juga memiliki komitmennya terhadap inovasi dan teknologi. Merek ini terus mengembangkan produknya dengan mengikuti perkembangan terkini dalam industri fashion. Bata menggunakan bahan berkualitas tinggi, teknik produksi yang canggih dan desain yang stylish untuk memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi di Indonesia, Bata memiliki jaringan toko yang luas dan tersebar di berbagai kota. Toko-toko Bata menjadi tujuan belanja bagi masyarakat yang mencari produk berkualitas dengan harga terjangkau, tidak terkecuali di Kabupaten Jember yang memiliki tiga outlet merek asal Eropa ini. Apalagi dengan berbagai pilihan model dan ukuran yang tersedia, saya sebagai pelanggan merasa terbantu karena dapat menemukan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama bertahun-tahun, Bata terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan tren mode dan kebutuhan konsumen. Merek ini tidak hanya fokus pada kualitas dan desain sepatu, tetapi juga peduli terhadap kenyamanan penggunanya. Bagi saya, merek ini selalu berusaha untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan memuaskan bagi pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat perjalanan panjangnya, Bata telah membuktikan diri sebagai merek sepatu yang dapat diandalkan meski berasal dari luar negeri. Kesuksesannya sebagai merek internasional tidak lepas dari komitmen perusahaan terhadap kualitas, inovasi, dan kepuasan pelanggan. Tidak muluk-muluk kalau saya sebut merek keluaran eropa ini sangat worth it untuk dimiliki. Hitung-hitung dijadikan investasi daripada beli sepatu KW yang cepat rusak.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Anik Sajawi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-sepatu-kerja-untuk-pejuang-rupiah-yang-sering-naik-krl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Rekomendasi Sepatu Kerja untuk Pejuang Rupiah yang Sering Naik KRL<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ceko tak hanya menghasilkan Pavel Nedved, pemain legendaris yang jadi idola, tapi juga sepatu Bata<\/p>\n","protected":false},"author":2144,"featured_media":223339,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[15517,19786,19785],"class_list":["post-223267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bata","tag-ceko","tag-merek-sepatu"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2144"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=223267"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223267\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/223339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=223267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=223267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=223267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}