{"id":222631,"date":"2023-07-02T12:45:02","date_gmt":"2023-07-02T05:45:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=222631"},"modified":"2023-07-02T16:35:21","modified_gmt":"2023-07-02T09:35:21","slug":"pangukan-padukuhan-asri-di-sleman-yang-cocok-untuk-menghabiskan-masa-pensiun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pangukan-padukuhan-asri-di-sleman-yang-cocok-untuk-menghabiskan-masa-pensiun\/","title":{"rendered":"Pangukan, Padukuhan Asri di Sleman yang Cocok untuk Menghabiskan Masa Pensiun"},"content":{"rendered":"<p><em>Paduhan Pangukan Sleman adalah sebaik-baiknya tempat untuk pensiun.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya, hampir semua orang mendambakan untuk menikmati masa pensiun di pedesaan. Mau bagaimana lagi? Ketika usiamu sudah menginjak setengah abad lebih, hiruk pikuk kota hanya akan menambah letih. Mall, jalanan yang ramai, dan dunia yang bergerak cepat di perkotaan, dirasa tak lagi cocok dengan tubuh yang lebih sering tercium aroma minyak gosok daripada minyak wangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, saat kita berbicara tentang tempat yang cocok untuk pensiun, nama Jogja akan berada di urutan pertama. Kesan adem dan ayem memang sudah lama melekat di tanah kelahiran para sultan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, Jogja itu luas. Jogja yang mana dulu? Ada 4 Kabupaten dan 1 kota loh di Jogja. Tiap kabupaten di Jogja juga terdiri atas beberapa Kapanewon. Nah, kapanewon ini masih dibagi lagi jadi kalurahan. Selesai? Belum. Tiap kalurahan masih dibagi lagi jadi padukuhan. Nah, loh. Jadi, Jogja sebelah mana dulu nih yang cocok dijadikan destinasi untuk menikmati masa pensiun?<\/span><\/p>\n<h2><b>Padukuhan Pangukan, hidden gem Sleman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika selama ini Jogja selalu muncul dalam doa-doamu sebagai tempat yang ingin dituju untuk menghabiskan masa pensiun, saya sarankan, berdoalah yang lebih spesifik. Jangan hanya meminta agar diberi kesempatan untuk bisa menikmati masa tua di Jogja. Tapi, sebutkan secara jelas di mana tempatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau jangan-jangan, kamu tidak punya clue? Jika memang itu permasalahannya, biar saya bantu. Ingatlah satu nama ini, Kawan. Padukuhan Pangukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Padukuhan Pangukan mungkin masih terasa asing di telinga kalian. FYI, Padukuhan Pangukan berada di wilayah Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jarak dari pusat pemerintahan kurang lebih 1 KM ke arah barat. Padukuhan Pangukan menjadi padukuhan terluas yang ada di Kalurahan Tridadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalurahan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yap. Kamu tidak salah baca, pun saya tidak sedang typo. Dalam pemerintahan <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Daerah_Istimewa_Yogyakarta\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daerah Istimewa Yogyakarta<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kalurahan adalah satuan pemerintahan di bawah <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kapanewon_dan_kemantren\"><span style=\"font-weight: 400;\">kapanewon\/kemantren<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang setara dengan <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Desa\"><span style=\"font-weight: 400;\">desa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kelurahan\"><span style=\"font-weight: 400;\">kelurahan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><em><strong>Baca halaman selanjutnya&#8230;.<\/strong><\/em><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pangukan-padukuhan-asri-di-sleman-yang-cocok-untuk-menghabiskan-masa-pensiun\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Ada apa di Padukuhan Pangukan Sleman?<\/b><\/a><\/h2>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa yang membuat Pedukuhan Pangukan yang berada di Kalurahan Tridadi Kabupaten ini cocok untuk dijadikan sebagai tempat untuk menikmati masa pensiun?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, jelas pemandangan alamnya. Di Padukuhan Pangukan, alamnya masih asri. Hamparan sawah dan rindangnya pepohonan masih sangat mudah ditemukan di sini. Begitupun dengan udaranya yang masih segar. Bayangkan betapa indah hari yang kamu miliki andai pensun di sini. Yang jelas, anti-sesak nafas gara-gara asap knalpot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, Padukuhan Pangukan juga mendukung untuk kegiatan bercocok tanammu. Begini. Umumnya, orang menghabiskan masa pensiun mereka dengan\u00a0 bercocok tanam. Tentu kegiatan ini akan sulit dilaksanakan andai kamu tinggal di daerah yang tandus. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Kalurahan Tridadi tempat Padukuhan Pangukan berada, dialiri oleh sungai Bedog di sebelah barat dan beberapa anak sungai yang bermuara di sungai Bedog.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aliran airnya relatif mengalir sepanjang tahun sehingga membantu dalam menjaga kondisi permukaan air tanah. Acara nanam singkong, ubi, dan pepaya untuk mengisi waktu luang saat pensiun pun jadi aman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ada cagar budaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bosan bercocok tanam? Mau jalan-jalan? Di tempat ini juga ada salah satu cagar budaya yang terkenal di Sleman, yaitu jembatan rel kereta api Pangukan. Pada awalnya, jembatan ini merupakan peninggalan sejarah pada masa kejayaan perkebunan tebu di wilayah Sleman. Jembatan yang dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1896 ini digunakan sebagai sarana transportasi barang maupun manusia dari Jalur Yogyakarta \u2013 Magelang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keistimewaan dari jembatan rel kereta api ini adalah konstruksi roll dan sendi\/engsel yang terletak di ujung-ujung jembatan. Fungsi dari konstruksi roll dan sendi\/engsel yang terletak di ujung-ujung jembatan ini adalah untuk meredam getaran saat kereta api melintas. Kemudian, pada sudut tumpu jembatan di keempat ujung bawahnya juga terdapat sistem roll dan engsel untuk mengamankan ruas jembatan. Tujuannya, agar terhindar dari bahaya patah atau melengkung ketika dilewati kereta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berjalan-jalan di sekitar jembatan rel kereta api Pangukan akan membuatmu mengenang beberapa peristiwa di masa lalu. Saat jadi pepes di KRL, misalnya. Lalu, tanpa sadar kamu akan tersenyum sambil membatin. Ya Lord, keras amat yak kehidupan gue di masa lalu~<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak lansia di Pangukan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan terakhir mengapa Pangukan jadi tempat yang cocok untuk menikmati usia senja adalah karena di tempat ini, kamu versi tua bakal punya banyak teman. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman website <a href=\"https:\/\/tridadisid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tridadi<\/a>, jumlah lansia di padukuhan Pangukan lebih banyak dibanding padukuhan lainnya di Kalurahan Tridadi. Tercatat, ada 333 lansia di Pangukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikelilingi oleh para lansia lainnya, kamu akan merasa berada dalam circle yang tepat. Obrolanmu akan nyambung, meski nggak jauh-jauh dari boyok pegel, asam urat, panen singkong, cerita cucu, dan kisah heroik di masa muda. Tapi setidaknya, kamu, satu frekuensi dengan mereka. Bandingkan jika sekelilingmu adalah anak-anak muda yang masih gigih mengejar dunia. Apa setiap hari nggak pengen mbatin \u201cwis tau\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana? Tertarik untuk memasukkan Padukuhan Pangukan sebagai destinasi menghabiskan masa pensiunmu? Ya, udah lah, ya. Dicatat aja dulu. Sekarang, ayo balik kerja lagi.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/madiun-kota-yang-cocok-untuk-pensiun-dan-hidup-bahagia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Madiun Membuat Takjub: Kota yang Kini Cocok untuk Pensiun dan Hidup Bahagia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama Padukuhan Pangukan Sleman mungkin masih terasa asing di telinga kalian. Tapi kalau sudah berkunjung, asli, kalian akan terpukau.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":222632,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,19720,7235,19721],"class_list":["post-222631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jogja","tag-padukuhan-pangukan","tag-sleman","tag-tempat-pensiun"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/222632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}