{"id":222537,"date":"2023-07-01T14:39:02","date_gmt":"2023-07-01T07:39:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=222537"},"modified":"2023-07-01T14:39:02","modified_gmt":"2023-07-01T07:39:02","slug":"4-makanan-maknyus-khas-indramayu-yang-mulai-langka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-makanan-maknyus-khas-indramayu-yang-mulai-langka\/","title":{"rendered":"4 Makanan Maknyus Khas Indramayu yang Mulai Langka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap daerah umumnya memiliki makanan khasnya masing-masing seperti Jakarta dengan kerak telornya, Brebes dengan telor asinnya, Bogor dengan soto minya, dan sebagainya. Tak terkecuali, kota yang terkenal sebagai kota mangga, dan yang juga menjadi kota asal kelahiran saya, Kota Indramayu, pun memiliki makanan khasnya sendiri yang maknyus-maknyus sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak sekali makanan khas asal Indramayu. Namun di sini saya hanya ingin membahas makanan-makanan khas dari Indramayu yang sudah mulai langka keberadaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja itu?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kupat banyu pindang Indramayu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan khas yang sudah langka di Indramayu adalah kupat banyu pindang. Kupat banyu pindang ini terdiri dari potongan ketupat atau lontong yang disiram dengan kuah ikan pindang tongkol. Rasanya yang maknyus dan harganya yang cukup terjangkau menjadikan makanan khas ini sering diburu oleh masyarakat Indramayu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kupat banyu pindang ini keberadaannya mulai langka. Kini, makanan ini hanya bisa ditemui di tempat-tempat tertentu, seperti salah satunya di Wartis (Warung Petis) di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mi ragit Indramayu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini merupakan campuran dari mi kuning dan dadaran telur yang disiram dengan kuah yang terdiri dari bahan utama santan dan udang. Kuahnya yang khas membuat rasanya gurih dan enak. Mi ragit menjadi makanan yang enak sekali untuk disantap sebagai makanan khas asal Indramayu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mi ragit sebetulnya makanan khas yang biasa ditemui di Indramayu ketika <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/ciremaitoday\/mengenal-ragit-kuliner-khas-indramayu-yang-jadi-primadona-saat-ramadhan-1vTw1xzfc2U\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bulan Ramadan tiba<\/a>. Tapi hidangan ini, kini sudah jarang ditemui keberadaannya di kota asalnya sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kue blengep cetot<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan khas yang satu ini juga menjadi salah satu makanan yang sudah jarang ada atau bisa disebut langka. Kue blengep cetot berbentuk seperti jajanan bakpao yang sering dijumpai oleh masyarakat Indonesia. Namun yang unik dan membedakannya, kue blengep cetot ini berbentuk lebih kecil dan terdiri dari bahan utama ubi. Sementara untuk isiannya adalah gula merah. Dengan demikian, tercipta rasa yang lezat dan manis saat dikunyah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kue yang menjadi salah satu favorit warga dan pelancong ini sudah berstatus langka karena keberadaannya yang kini jarang bisa ditemui. Padahal kue ini cocok untuk menjadi cemilan atau pengganjal perut saat lapar tiba.<\/span><\/p>\n<h2><b>Geblog<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan yang satu ini memiliki nama unik geblog dan sering kali dimirip-miripkan dengan gemblong. Ada sisi yang dapat membantu membedakannya. Gemblong terdiri dari bahan utama beras ketan, sedangkan geblog terdiri dari parutan singkong yang kemudian dibentuk persegi panjang. Di atasnya biasanya ditaburi parutan kelapa dan gula aren atau gula pasir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geblog ini merupakan makanan khas Indramayu yang masuk dalam golongan makanan yang berstatus langka karena keberadaannya sudah sulit untuk ditemui. Padahal makanan ini, memiliki cita rasa yang nggak kalah maknyus yang dapat membuat ketagihan bagi orang yang baru mencobanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah 4 makanan khas asal Indramayu yang sudah mulai langka keberadaannya. Rasanya sangat disayangkan jika sampai semuanya punah karena semuanya memiliki rasa yang dapat menggugah selera makan menjadi tinggi. Harapan saya, makanan-makanan tersebut dapat diselamatkan oleh pemerintah terkait dan warga asli Indramayu sendiri agar tetap bisa dinikmati hingga tahun-tahun selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muchlis Amin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-mahasiswa-asal-indramayu-dari-dianggap-norak-sampai-ngaku-dari-cirebon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suka Duka Mahasiswa Asal Indramayu, dari Dianggap Norak Sampai Ngaku dari Cirebon<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupat banyu pindang juara sih.<\/p>\n","protected":false},"author":2253,"featured_media":166643,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[19705,7605,1337,19704],"class_list":["post-222537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-geblog","tag-indramayu","tag-makanan-khas","tag-mi-ragit"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2253"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}