{"id":222415,"date":"2023-06-30T13:29:15","date_gmt":"2023-06-30T06:29:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=222415"},"modified":"2023-07-02T09:57:56","modified_gmt":"2023-07-02T02:57:56","slug":"surakarta-saksi-sejarah-menyambut-lokananta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surakarta-saksi-sejarah-menyambut-lokananta\/","title":{"rendered":"Surakarta Menjadi Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokananta, sebuah bangunan bersejarah di Kota Surakarta, yang pernah jaya pada masanya. Ia sempat mati suri. Namun, kini, ia sudah kembali meniti asanya lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokananta merupakan titik nol musik indonesia, sekaligus landmark <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-sukoharjo-terbuat-dari-kehangatan-temu-di-sebalik-tenda-angkringan-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Solo<\/a>. Bangunan cagar budaya ini tepatnya terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 379 A, Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokananta didirikan pada 29 Oktober 1956 oleh Raden Maladi. Pada masa itu, beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Radio Republik Indonesia (RRI). Nama Lokananta merujuk pada seperangkat gamelan surgawi dalam cerita pewayangan Jawa yang bisa berbunyi sendiri dengan nada yang indah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam usahanya mendirikan Lokananta, Raden Maladi tidak sendirian. Beliau dibantu oleh Oetojo Soemowidjojo dan Raden Ngabehi Soegoto Soerjodipoero. Ketiga tokoh itu mendapat tugas dari Presiden Sukarno yang kala itu ingin mengurangi dominasi musik barat dan mendorong agar musik Indonesia bisa naik. Dan, semuanya, diawali dari Surakarta.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lokananta: Titik nol musik Indonesia bermula dari Surakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokananta adalah \u201ctitik nol musik Indonesia\u201d. Kamu bisa membaca informasi tersebut di sebuah plakat yang dipajang di museum Lokananta. Disebutkan bahwa Lokananta adalah titik nol dalam perjalanan negara untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan memodernisasi kebudayaan Indonesia yang dilakukan Bung Karno.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sekitar 53.000 keping piringan hitam dan 5.670 master rekaman bersejarah yang tersimpan. Jadi, bisa dibilang, Lokananta itu salah satu harta karun musik Indonesia. Di tempat ini juga musik Indonesia, dari musik tradisional, hingga musik pop diproduksi, digandakan, dan disebarluaskan ke seluruh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Radio_Republik_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stasiun RRI<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mereka yang merekam suara di Surakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waldjinah tercatat sebagai musisi pertama yang merekam suaranya di Lokananta pada 1959. Saat itu, beliau membawakan lagu &#8220;Kembang Katjang&#8221; karya musisi legendaris, Gesang Martohartono.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, musisi-musisi besar tanah air lainnya seperti Gesang, Bubi Chen, Titiek Puspa, Bing Slamet, dan Sam Saimun turut serta menjajal magis Lokananta. Mereka menjadi saksi masa kejayaan musik di Surakarta pada era &#8217;70an hingga &#8217;80an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan untuk beralih format dari medium piringan hitam ke kaset pada 1972 disambut dengan baik oleh publik. Setiap bulan, Lokananta mampu melepas 100 ribu keping kaset.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak cuma musik dan lagu, Lokananta juga merekam audio seni pertunjukan. Misalnya seperti dongeng, cerita rakyat, wayang, dan ketoprak. Tercatat ada kepingan kaset dan piringan hitam cerita \u201cJaka Tingkir Tundung\u201d, \u201cAnde-Ande Lumut\u201d, pentas dalang Ki Nartosabdo, sampai dagelan Basiyo dengan merek dagang Lokananta.<\/span><\/p>\n<h2><b>Zaman bergerak di Surakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, nasib baik itu tak berlanjut setelah masuk periode &#8217;90an hingga \u20182000an. Perkembangan industri musik dan dukungan finansial dari pemerintah tak lagi mencukupi. Lokananta terjerumus pada kebangkrutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, mulai 1998 dan puncaknya pada 2000, studio di Surakarta ini berhenti produksi. Lokananta juga sempat terlantar seiring dibubarkannya Departemen Penerangan pada era pemerintahan Presiden Gus Dur. Dibubarkannya Departemen tersebut membuat ia tidak lagi memiliki induk organisasi untuk bernaung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak &#8217;90an hingga tahun 2022 lalu, Lokananta yang melegenda itu seolah hidup segan mati tak mau. Berbagai inisiatif melestarikan landmark sejarah Surakarta itu telah dilakukan oleh para seniman musik seperti mendiang Glenn Fredly, Pandai Besi (Efek Rumah Kaca), White Shoes and the Couples Company, Shaggydog, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/didi-kempot-adalah-bapak-kesehatan-mental-nasional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Didi Kempot<\/a>, hingga Slank.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mereka, para relawan yang tergabung dalam Sahabat Lokananta juga turut membantu. Para seniman dan pegiat musik tersebut telah melakukan segala yang mereka bisa demi menjaga Lokananta yang melegenda itu tetap hidup.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kabar baik dari Surakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, para pegiat musik patut berbahagia. Saat ini, Lokananta telah eksis lagi dengan wajah baru nan berseri. Setelah sekian tahun menunggu wacana revitalisasi yang tak kunjung terealisasi, akhirnya harapan itu benar-benar terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kementerian BUMN melalui PT Danareksa (persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melakukan revitalisasi pada 27 November 2022. Proses renovasi bangunan yang didesain langsung oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, akhirnya rampung pada 2 Juni 2023 lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu hanya ada museum dan studio rekaman. Nah, saat ini, ruang-ruang yang ada sudah semakin maksimal dengan munculnya gerai F&amp;B, UMKM terkurasi, galeri seni, musik, sejarah, perpustakaan, toko cenderamata, ruang konser, dan amphitheater.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT Ruang Riang Lokananta ditunjuk oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menjadi operator yang baru. Bagian dari unit usaha M Bloc Group ini mendapat kontrak mengelola selama 10 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk merayakan dibuka kembalinya bangunan bersejarah tersebut, M Bloc Entertainment menggelar Festival Lokananta pada tanggal 3 sampai 4 Juni 2023 lalu. Festival ini diramaikan oleh sederet musisi-musisi ternama seperti David Bayu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-to-the-bone-pamungkas-enak-asalkan-nggak-diperdengarkan-terus-menerus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pamungkas<\/a>, Project Pop, Sore, The Adams, Vina Panduwinata, Kla Project, Serta Fariz RM dan beberapa musisi besar lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Festival yang menampilkan line up mentereng dari lintas generasi ini tergolong sukses. Ia seperti penanda awal yang baik untuk kelanjutan cerita Lokananta. Sebuah pagelaran yang segar, setelah ia dipugar. Dari Surakarta, kabar baik itu menyebar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Akbar Ilham Gusti<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/studio-lokananta-studio-musik-tertua-yang-tetap-berdiri-meski-dihajar-digitalisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Studio Lokananta: Studio Musik Tertua yang Tetap Berdiri meski Dihajar Digitalisasi<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lokananta, landmark Kota Surakarta, yang pernah jaya pada masanya. Ia sempat mati suri. Namun, kini, ia sudah kembali meniti asanya lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":2256,"featured_media":222620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[19716,19714,617,1427,5699,19713,6050,10004,19710,19717,19712,3492,2284,3609,19715,19718,19711],"class_list":["post-222415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-bing-slamet","tag-buby-chen","tag-bung-karno","tag-didi-kempot","tag-efek-rumah-kaca","tag-gesang","tag-glenn-fredly","tag-jawa-tengah","tag-lokananta","tag-sam-saimun","tag-shaggydog","tag-slank","tag-solo","tag-surakarta","tag-titiek-puspa","tag-waldjinah","tag-white-shoes-and-the-couples-company"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2256"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222415"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222415\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/222620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}