{"id":222056,"date":"2023-06-27T10:42:37","date_gmt":"2023-06-27T03:42:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=222056"},"modified":"2023-06-27T10:42:37","modified_gmt":"2023-06-27T03:42:37","slug":"kalau-ajian-jaran-goyang-beneran-ampuh-nggak-ada-jomblo-di-banyuwangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-ajian-jaran-goyang-beneran-ampuh-nggak-ada-jomblo-di-banyuwangi\/","title":{"rendered":"Kalau Ajian Jaran Goyang Beneran Ampuh, Nggak Ada Jomblo di Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<p><em>Ajian Jaran Goyang katanya salah satu pelet yang ampuh. Katanya doang.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budi, teman saya dari Kota Atlas, tiba-tiba menghubungi saya dua hari lalu. Tiba-tiba juga, ia bercerita tentang deritanya ditolak berkali-kali oleh seorang wanita. Saya sudah bersiap jika diminta untuk memberi wejangan terkait asmara. Bersiap doang sih, punya wejangannya sih nggak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha dalah, ternyata saya salah. Dia justru minta saya untuk mengajari dia Ajian Jaran Goyang. Lho, lho, lho, ga bahaya ta?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia mengira, karena sudah lama hidup di Banyuwangi, saya jago ilmu begituan. Padahal saya di Banyuwangi juga bukan karena ingin jadi orang ampuh, ya semata karena perjalanan hidup. Boro-boro bisa, liat orang pake ajian ini aja belum pernah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tarian jaran goyang apa lagu \u201cJaran Goyang\u201d mah saya tahu. Tapi kalau ajiannya, ya nggak lah. Toh kalau memang tinggal di Banyuwangi praktis jago Ajian Jaran Goyang, nggak ada tuh orang jomblo di Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekadar Informasi, Ajian Jaran Goyang merupakan salah satu bentuk ilmu pelet yang konon paling ampuh dan terkenal di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Ajian ini dipercaya memiliki kekuatan untuk memikat hati seseorang, meski dilalukan dari jarak yang jauh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Latar belakang dan asal usul Ajian Jaran Goyang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajian Jaran Goyang memiliki akar budaya yang dalam di Banyuwangi. Konon, ajian ini telah digunakan oleh nenek moyang sebagai sarana memikat hati seseorang yang diinginkan. Pada praktiknya, ada juga yang menyebut bahwa ajian ini melibatkan serangkaian ritual dan mantra yang dikombinasikan dengan penggunaan benda-benda tertentu mulai air, minyak, atau benda-benda berenergi mistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa sumber menyebut jika sebelum memulai ajian ini pengguna diharuskan untuk puasa mutih selama 6 hari. Ini berarti tidak boleh makan berbagai hal yang berwarna putih, kemudian dilanjutkan 1 hari 1 malam <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/inspiration\/seo-intern\/puasa-pati-geni\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pati geni<\/a>. Nantinya saat puasa berlangsung mantra jaran goyang dibaca sebanyak 7 kali setiap malamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini katanya lho, aslinya mah saya nggak tahu. Nggak mau nyoba juga, mending turu, ra meksiko.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mitos dan kepercayaan masyarakat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat di luar Banyuwangi memiliki kepercayaan yang kuat terhadap keampuhan Ajian Jaran Goyang. Mereka percaya bahwa ajian ini dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan seseorang yang menjadi targetnya, bahkan jika berada pada jarak yang jauh. Termasuk Budi ini, yang mendengar katanya-katanya sehingga langsung konfirmasi ke saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mengklaim telah berhasil menggunakan ajian ini untuk memikat hati pasangan yang mereka cintai atau untuk mengembalikan cinta yang hilang. Meskipun tak terbantahkan, pengalaman individu tersebut tetap perlu dilihat dari sudut pandang yang kritis dan tidak memihak. Apalagi seperti yang saya singgung di atas, banyak teman saya yang asli Banyuwangi masih jomblo hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Memangnya Ajian Jaran Goyang beneran ampuh?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memahami Ajian Jaran Goyang, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Secara ilmiah, pengaruh jarak terhadap manipulasi emosi dan perasaan seseorang masih menjadi perdebatan. Selain itu, efektivitas ajian ini tidak dapat diukur secara objektif, karena banyak faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara dua individu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, harus berhati-hati dalam menyimpulkan bahwa ajian ini memiliki kekuatan yang pasti dalam memikat hati seseorang. Apa lagi jika kalian dapat iklan di media sosial menawarkan ajian ini. Bisa jadi scam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pentingnya etika dan hukum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mengeksplorasi praktik mistis seperti Ajian Jaran Goyang, juga perlu mempertimbangkan aspek etika dan hukum. Mempengaruhi perasaan seseorang dengan menggunakan kekuatan mistis tanpa persetujuan atau manipulasi yang tidak jujur dapat melanggar prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai persamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai jomblo yang ingin mendapat pasangan yang sehati dan alami. Selain itu, penerapan ajian semacam ini dapat melanggar hukum yang mengatur tentang perlindungan pribadi dan kebebasan individu. Sebab memaksa tanpa ada PDKT duluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia tidak serta merta berakhir jika orang yang kita cintai tidak mencintai kita balik. Jika memang bukan jodoh, ya nggak akan jatuh ke pelukan. Mending fokuskan energi kita untuk hal yang lebih berfaedah ketimbang belajar ajian. Misal, memandang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/boger-bojinov-teruslah-bergoyang-agar-dunia-tetap-seimbang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baginda Boger Bojinov<\/a> menari. Cocok?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Fareh Hariyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pelet-itu-tidak-ada-bedanya-dengan-baliho-politisi-dan-foto-profil-tinder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pelet Itu Tidak Ada Bedanya dengan Baliho Politisi dan Foto Profil Tinder<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau Jaran Goyang beneran ampuh, nggak ada orang Banyuwangi yang jomblo.<\/p>\n","protected":false},"author":664,"featured_media":222079,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[19657,19658,76,6216,8421],"class_list":["post-222056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-ajian-jaran-goyang","tag-ampuh","tag-asmara","tag-banyuwangi","tag-pelet"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222056"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222056\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/222079"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}