{"id":221816,"date":"2023-06-24T15:14:32","date_gmt":"2023-06-24T08:14:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=221816"},"modified":"2023-06-25T20:48:09","modified_gmt":"2023-06-25T13:48:09","slug":"suzuki-gsx-r150-motor-kencang-yang-nggak-cocok-dipakai-untuk-pacaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-gsx-r150-motor-kencang-yang-nggak-cocok-dipakai-untuk-pacaran\/","title":{"rendered":"Suzuki GSX R150, Motor Kencang yang Nggak Cocok Dipakai untuk Pacaran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya, Mawar (tentu saja bukan nama sebenarnya) cerita soal pengalamannya dibonceng naik motor sport. Alih-alih jadi pengalaman yang menyenangkan, dibonceng motor sport menjadi mimpi buruk yang nggak mau dia ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ada anggapan bahwa motor sport seperti Suzuki GSX R150 adalah sekeren-kerennya motor. Bahkan siapa saja yang memakainya bisa bertambah kekerenan dan tentu saja menarik perhatian semua orang, termasuk teman saya. Mawar namanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMotor sport tuh memang ganteng banget, Di. Aku suka sama cowok yang pakai motor jenis ini. kelihatan makin macho saja, keren gitu,\u201d ujar teman saya yang senyumnya bisa membuat orang-orang lupa akan masalahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHari itu akhirnya Mas gebetan mau ngajak jalan setelah beberapa bulan intens chattingan. Motor sport biru yang lampu depannya agak aneh parkir di depan rumah. Warna birunya mentereng, di bodinya tertulis tulisan Suzuki berwarna putih, gede banget. Bahkan sebagian hurufnya nyempil, hampir nggak kebaca,\u201d lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok kamu tahu kalau itu Motor Suzuki?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa tahu, Di. Lha wong di atas lampu depan ada tulisan Suzuki warna putih. Tapi lebih kecil.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku senang banget waktu itu. Berasa jadi wanita yang beruntung sedunia,\u201d tutur dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya manggut-manggut mengikuti ceritanya. Nggak berani mencela, apalagi motor yang saya pakai hanya Honda Beat. Jelas kalah dari semua sisi, kecuali kalau bicara soal irit.<\/span><\/p>\n<h2><b>Susah naik pas mau bonceng<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSampai tiba waktunya pergi setelah dia nungguin aku dandan. Wajahnya fine-fine saja, nggak tampak cemberut kayak mantanku dulu. Disuruh nunggu sebentar saja sudah ngereog. Bayangkan Di, sudah motornya keren. Orangnya juga penyabar. Idaman banget nggak sih?\u201d ucap Mawar dengan semangat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya deh iya,\u201d saya hanya menjawab ketus. <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Gelato\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gelato<\/a> yang masih beku malah terasa panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi aku agak kecewa. Itu lho, untuk naik ke boncengannya susah. Footstep belakang nggak friendly banget. Tinggi banget gilak,\u201d lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMana aku kudu ancang-ancang dulu. Terus kudu pegangan ke Masnya. Pokoknya repot deh. Tampilan doang yang keren, tapi kalo mau mbonceng ngerepotin. Mana saat itu aku pakai rok lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasak rok aku mau robek. Akhirnya harus ganti celana dulu. Haduh.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNaik motor sport emang nyusahin. Tampang doang yang keren. Kalau soal nyaman mah tetap Honda Beat.\u201d Jawab saya sambil menghibur diri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tenaga GSX R150 terlalu barbar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku kira perkara susah naik adalah hal terakhir. Tapi ada hal yang lebih nyebelin lagi. Larinya itu lho nggak bisa santai. Saya hampir beberapa kali terjungkal ke belakang gara-gara si Masnya tiba-tiba ngegas. Mana aku nggak mau pegangan, risih aja kalau harus pengangan sama cowok,\u201d Mawar kembali berujar setelah meminum kopi yang dia pesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh iya, kenapa sih motor sport nggak ada pegangan buat pembonceng?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAsli, sepanjang jalan rasanya tersiksa. Nggak nyaman. Mau pegangan Masnya tapi risih, nggak pegangan resiko jatuh. Pun kalau mau pegangan kayaknya aku bakal nungging banget, posisi jok belakang Suzuki GSX R150 lebih tinggi, tinggi banget malahan. Kan nggak enak ya kalau dilihat orang di jalan. Dilema banget waktu itu.\u201d Katanya sebelum mengisap Camel favoritnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWqwqwqwqwq,\u201d saya ketawa. Kayak bakal lucu kalau lihat kejadian itu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-gsx-r150-motor-kencang-yang-nggak-cocok-dipakai-untuk-pacaran\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Tenaga beringas yang susah ditaklukkan<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang motorsport apalagi GSX R150 kurang ramah buat pembonceng. Selain memang posisi jok dan footstep belakang terlampau tinggi, tenaganya juga beringas. Suzuki memang juara kalau soal meracik mesin. Dengan kapasitas 150 cc dan ukuran piston 62 mm dan dipadu sama ukuran klep gede yakni 24 mm dua buah untuk lubang IN dan 21 mm dua buah juga untuk bagian OUT-nya membuat tenaga jadi turah-turah. Ditambah mesinnya sudah radiator. Pendinginan mesin jadi sempurna, alhasil output tenaganya terjaga di setiap putaran mesin dan menjadikan motor satu ini beringas. Luar biasa sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus kamu gimana waktu itu? Nggak jadi jalan, langsung balik ke rumah?\u201d Tanya saya balik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa nggak lah. Aku ewoh, Di. Yaudah, jadi terpaksa tak kuat-kuatin dibonceng pakai motor itu,\u201d jawab dia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tetap lebih enak pakai motor bebek atau matic<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSejak saat itu aku nggak mau dibonceng pakai motor sport, khususnya Suzuki GSX R150. Jadi kalau si Masnya ngajak jalan aku selalu minta bawa motor bebek atau matic saja. Atau pakai motor aku. Lebih enak kalau diboncengin, bisa nikmatin perjalanan. Nggak mbatek mulu di jalan,\u201d tegas Mawar sambil menyantap roti panggang yang tinggal sepotong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum selesai mengunyah, dia ujug-ujug nyeletuk. \u201cDibonceng pakai Suzuki GSX R150 kayak naik roller coaster. Apalagi pas lewat jalan di daerah Rahtawu yang naik turun itu lho, Di. Kan kamu tahu ya, aku paling nggak suka naik roller coaster. Merinding banget rasanya. Mau teriak tapi jaim,\u201d Tutupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya menanggapi ocehannya dengan tertawa sampai lupa nggak bawa uang untuk bayar makanan dan minum yang sudah tak makan. Astaga!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kawasaki-athlete-motor-ayam-jago-jadi-jadian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawasaki Athlete, Motor Ayam Jago Jadi-jadian<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GSX R150 keren sih, tapi susah banget buat boncengan. <\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":174047,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[9498,9135,19641],"class_list":["post-221816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-boncengan","tag-motor-sport","tag-suzuki-gsx-r150"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=221816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221816\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=221816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=221816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=221816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}