{"id":221555,"date":"2023-06-22T13:00:41","date_gmt":"2023-06-22T06:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=221555"},"modified":"2023-06-22T11:15:15","modified_gmt":"2023-06-22T04:15:15","slug":"siapa-bilang-lulusan-universitas-terbuka-nggak-bisa-jadi-pns-mitos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/siapa-bilang-lulusan-universitas-terbuka-nggak-bisa-jadi-pns-mitos\/","title":{"rendered":"Siapa Bilang Lulusan Universitas Terbuka Nggak Bisa Jadi PNS? Mitos!"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex-1 overflow-hidden\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-pvhkg-79elbk h-full dark:bg-gray-800\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-pvhkg-1n7m0yu\">\n<div class=\"flex flex-col text-sm dark:bg-gray-800\">\n<div class=\"group w-full text-gray-800 dark:text-gray-100 border-b border-black\/10 dark:border-gray-900\/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]\">\n<div class=\"flex p-4 gap-4 text-base md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-[38rem] xl:max-w-3xl md:py-6 lg:px-0 m-auto\">\n<div class=\"relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3\">\n<div class=\"flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap break-words\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, yang kita anggap suatu kebenaran, bisa jadi membawa kita ke kesesatan. Tak heran jika banyak orang bijak berkata, jangan terlalu yakin hingga membutakanmu pada kebenaran-kebenaran yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, ketika saya mendengar ada yang bilang bahwa lulusan Universitas Terbuka nggak bisa jadi PNS, saya ketawa kecil. Segini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu, Universitas Terbuka (UT) telah menjadi alternatif pendidikan yang populer bagi banyak individu yang ingin melanjutkan studi mereka tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau kewajiban lainnya. Oleh karena terlihat berbeda ketimbang kampus yang lain, orang pun memandang kampus ini dengan cara yang ikutan berbeda. Salah satunya ya dengan bikin rumor lulusan UT nggak bisa jadi PNS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa menjadi PNS melibatkan beberapa tahapan seleksi dan persyaratan tertentu. Salah satu persyaratan yang umum adalah memiliki gelar sarjana. Universitas Terbuka menawarkan program sarjana yang diakui dan memiliki akreditasi yang sama seperti universitas konvensional lainnya. Jadi jelas bahwasanya lulusan UT memiliki kesempatan yang sama dengan lulusan perguruan tinggi lainnya untuk memenuhi persyaratan pendidikan dalam proses seleksi PNS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penting juga untuk diingat bahwa menjadi PNS tidak hanya bergantung pada institusi perguruan tinggi tempat seseorang belajar. Beberapa institusi mungkin memiliki reputasi yang lebih dihargai atau jaringan alumni yang lebih kuat. Tapi, faktor penentu utama dalam menjadi PNS adalah kompetensi dan kemampuan seseorang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penilaian dalam seleksi PNS melibatkan tes kemampuan, wawancara, dan penilaian lainnya yang tidak secara eksklusif memandang asal institusi perguruan tinggi. Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis data jumlah peserta yang lolos tes calon pegawai negeri sipil (<\/span><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/cpns\"><span style=\"font-weight: 400;\">CPNS<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">) 2019. Dari jumlah 138.791 peserta yang lulus, sekitar 9.436 atau 7 persen diantaranya merupakan alumni <\/span><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/universitas-terbuka-ut\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Terbuka<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini membuktikan bahwa lulusan Universitas Terbuka dapat bersaing dengan mahasiswa dari kampus ternama lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, pemerintah dan instansi penerima PNS juga mengakui pentingnya pengalaman kerja dan prestasi seseorang. Jika lulusan UT memiliki pengalaman kerja yang relevan dan telah menunjukkan keahlian yang diperlukan, mereka tetap memiliki peluang yang baik untuk menjadi PNS. Ini menunjukkan bahwa aspek pengalaman dan prestasi non-akademik juga dianggap dalam proses seleksi PNS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penting untuk menghindari generalisasi bahwa semua lulusan Universitas Terbuka memiliki keterbatasan dalam proses menjadi PNS. Setiap individu memiliki keunikan, potensi, dan kesempatan untuk mengejar karir yang mereka inginkan. Jika lulusan UT memiliki kualifikasi yang diperlukan, kompetensi yang relevan, dan kemauan untuk berusaha, mereka tetap memiliki peluang yang setara dengan lulusan dari perguruan tinggi lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam era di mana akses terhadap pendidikan semakin terbuka dan inklusif, penting untuk tidak menyebarluaskan mitos yang tidak didasarkan pada fakta. Universitas Terbuka telah membuktikan dirinya sebagai institusi pendidikan yang memadai dan diakui. Lulusan UT telah berhasil meniti karir di berbagai bidang, termasuk di sektor publik sebagai PNS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, mitos bahwa lulusan Universitas Terbuka tidak dapat menjadi PNS adalah tidak benar dan perlu dipatahkan. Semua sama di mata tes, dan kurang-kurangin lah nge-judge. Mending sih mancing.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rista<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-terbuka-bukan-tempat-bagi-mahasiswa-malas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Terbuka Bukan Tempat bagi Mahasiswa Malas<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katanya, lulusan Universitas Terbuka nggak bisa jadi PNS. Sumpah, ini udah sama kayak rumor Mbappe ke Madrid: nggak bermutu!<\/p>\n","protected":false},"author":2247,"featured_media":213520,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[212,2420,12940,6120],"class_list":["post-221555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-mitos","tag-pns","tag-rumor","tag-universitas-terbuka"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2247"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=221555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/213520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=221555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=221555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=221555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}