{"id":221221,"date":"2023-06-18T15:40:02","date_gmt":"2023-06-18T08:40:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=221221"},"modified":"2023-06-18T15:40:02","modified_gmt":"2023-06-18T08:40:02","slug":"suzuki-satria-120-r-dan-kenangan-cinta-pertama-yang-sulit-dilupakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-satria-120-r-dan-kenangan-cinta-pertama-yang-sulit-dilupakan\/","title":{"rendered":"Suzuki Satria 120 R dan Kenangan Cinta Pertama yang Sulit Dilupakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta mengenalkan kita pada banyak hal. Seringnya, cinta mengenalkan kita pada kebahagiaan, kesedihan, tawa, tangis. Untuk saya, cinta mengenalkan saya pada Suzuki Satria 120 R.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trenteng teng tengggggg. Suara Suzuki Satria 120 R yang mungkin tak pernah saya lupakan. Bau oli samping yang turut terbakar menambah cinta dua sejoli di lapangan kampung saat itu. Rasanya dunia milik berdua, angon ternak dianggap tak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCepetan belajar sini, masak pakai motor yang pakai kopling manual kayak Satria begini doang nggak bisa,\u201d ujar wanita manis itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang imbas-imbis hanya bisa mesem. Laki-laki sejati selalu nurut apa yang dikatakan wanitanya, apalagi jika wanita itu adalah cinta pertamanya. Tapi menjadi seorang pria \u201cjantan\u201d, sigap adalah hal yang sulit bagi saya waktu itu. Imbas-imbis, nggak bisaan, pemalu adalah paket komplit untuk menjadi sasaran bullying. Boro-boro melindungi \u201cdia\u201d, menjaga diri nggak di-bully saja kesusahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus soal perkara naik motor kopling, waktu itu, saya payah banget. Bahkan untuk sekadar melepas kopling biar mesin nggak mati sudah seperti menahan berak pas persentasi di depan kelas. Waktu itu saya memang benar-benar payah banget.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mantan yang mengajari saya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang ada laki-laki yang diajari wanitanya naik motor? Motornya kopling manual lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya tentu saja ada. Dan itu adalah saya. Bahkan dia rela membawakan motor Suzuki Satria 120 R milik kakaknya hanya demi mengajari saya. Luar biasa sekali, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, dia sangat piawai mengendarai Suzuki Satria 120 R. Meski wanita, pengendalian koplingnya patut disanjung dengan bunga yang paling harum. Saya takjub dan makin jatuh cinta saat itu. Sempat terpikir\u00a0 dia lah jodoh sehidup semati. Tapi\u2026 Ah sudahlah\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCaranya dilepas pelan-pelan, Mylov. Jangan langsung, lepas sambil memutar grip gas,\u201d tegasnya saat mengajari saya di lapangan desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi setelah percobaan berkali-kali, saya tak ujug-ujug jadi lebih mahir untuk urusan melepas kopling motor. Belum juga jalan, motor Satria R dengan warna dominan silver itu mati, mati, dan mati lagi. Sial\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski mesinnya cuman berkapasitas 120 cc, tiap mau melepas kopling rasanya ban depan mau wheelie sampai akhirnya mesin mati. Sempat beberapa kali saya hampir jatuh karena ganasnya torsi motor 2-tak ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya motor bisa saya bawa jalan, sedikit pecicilan, dan lari tunggang langgang. Saya jadi sedikit berbangga dan melirik mantan, dia tersenyum. Tapi nahas, dengan sedikit puntiran gas, laju motor ini seperti ngajak berlari. Refleks saya kaget dan hampir nubruk muka gawang yang sudah berjarak tiga meter. Untungnya, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Suzuki_Satria_120_R\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzuki Satria R<\/a> sudah disc brake depan belakang yang memang pakem. Saya jadi terselamatkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mesin mudah hidup karena kompresi rendah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selepas momen hampir nabrak gawang, motor seketika mati. Dan bagian menghidupkan motor menjadi hal yang cukup menyebalkan. Pasalnya dari beberapa percobaan yang saya lakukan tetap nggak bisa. Berbeda dengan dia yang sekali sela mesin langsung hidup. Memang luar biasa wanita yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa-rasanya selahan enteng karena faktor kompresi motor yang cuman 7.0:1 tetap tak membuat saya bisa dengan mudah menghidupkan motor satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMylov, kayak gini kalau mau nyalain. Disela sambil sedikit muter grip gas.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trentengtengggg. Suaranya nyaring menguap di seluruh lapangan. Hebat sekali mantan saya saat itu. Sekali sela langsung nyala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya setelah drama sebagai laki-laki yang nggak bisa diandalkan selesai. Saya bisa lancar memakai motor kopling. Kini saya yang boncengin ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suzuki Satria 120 R menjadi motor nyaman dan penuh kenangan. Dibawa boncengan, shock belakang nggak ambles. Tetap berasa nyaman meski memakai tipe monoshock. Peredam depan cukup empuk meski melewati speed trap yang kadang kelewat bangsat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merasakan tenaganya, ya meski, cuman 120 cc, tapi motor 2-tak punya tenaga yang berbeda. Mulai dari akselerasi dan top speed tetap bisa diandalkan, walaupun dibuat boncengan. Pun, 6-percepatan membuatnya makin beringas untuk motoran kota-kota. Tapi sayang, dulu, saya nggak berani gaspol, baru belajar dan takut digeplak mantan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Terima kasih mantan, Suzuki Satria 120 R apa kabar sekarang?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah lama sekali waktu terlewat. Kini kenangan-kenangan bareng mantan muncul hanya sebagai fragmen yang tak mungkin bisa saya putar lagi\u2014meski pengin banget. Sesekali suara Satria 120 R masih terngiang ketika saya memperbaiki mesin di rumah. Suara wanita kadang muncul bersamaan dan masih sangat jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana kabar Suzuki Satria 120 R yang dulu sering kita pakai?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang saya sudah ngerti soal mesin, sudah benar-benar mafhum memakai motor kopling. Terima kasih, dan semoga kamu selalu berbahagia.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-tipe-vespa-matic-yang-harganya-overpriced\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Tipe Vespa Matic yang Harganya Overpriced<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seringnya, cinta mengenalkan kita pada kebahagiaan, kesedihan, tawa, tangis. Untuk saya, cinta mengenalkan saya pada Suzuki Satria 120 R.<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":174047,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[4930,224,616,19606],"class_list":["post-221221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-cinta-pertama","tag-mantan","tag-pengalaman","tag-suzuki-satria-120-r"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=221221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/221221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=221221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=221221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=221221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}