{"id":22098,"date":"2019-12-04T16:00:15","date_gmt":"2019-12-04T09:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=22098"},"modified":"2019-12-04T16:14:56","modified_gmt":"2019-12-04T09:14:56","slug":"kebahagiaan-dan-merasa-eksis-di-media-sosial-saat-mention-dibalas-oleh-tokoh-idola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebahagiaan-dan-merasa-eksis-di-media-sosial-saat-mention-dibalas-oleh-tokoh-idola\/","title":{"rendered":"Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola"},"content":{"rendered":"<p>Dewasa ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa media sosial mendekatkan yang jauh. Entah dengan sanak saudara yang berada di luar pulau, bisa juga dengan teman yang sudah lama tidak bertemu. Dengan memiliki akun media sosial, banyak orang yang akhirnya dapat bertemu kembali setelah sekian lama tidak berjumpa, dan dapat saling menemukan satu sama lain. Tak heran jika hal tersebut menjadi awal dari kisah baru dalam merajut kembali tali kebersamaan sekaligus meningkatkan intensitas komunikasi dengan sesama teman juga saudara.<\/p>\n<p>Lagipula, saat ini memiliki akun media sosial punya beberapa manfaat yang secara tidak disadari dapat menjadi alternatif saat jenuh melihat acara atau tontonan di televisi. Bisa mengetahui <em>trending topic<\/em> terkini secara aktual dari beberapa tokoh ternama, hingga mengetahui info terbaru dari publik figur idola serta kenamaan, misalnya. Semua serba <em>up to date<\/em> langsung dari yang bersangkutan. Semua bisa kita dapatkan hanya bermodalkan kuota internet.<\/p>\n<p>Belum lagi interaksi secara langsung dari banyak tokoh, artis, juga publik figur lainnya melalui kolom komentar pada status atau <em>update<\/em>-an yang di-<em>posting<\/em>, semakin menjadikan kita sebagai penggemar merasa dekat dengan tokoh idola masing-masing.<\/p>\n<p>Beragam cara dilakukan para penggemar juga <em>followers<\/em> agar <em>mention<\/em> pada kolom komentar juga retweet bisa dibalas oleh sang idola\u2014paling tidak di-<em>notice<\/em>. Ada yang mencoba memberi pujian juga semangat, memberi kritik dan\/atau saran, dan cara yang paling tidak dibenarkan sih memaki, mengejek, atau berkata kasar. Khusus untuk golongan yang disebutkan paling akhir, sepertinya sudah kehilangan akal dalam mencari cara agat mendapatkan perhatian dari idolanya, sehingga menggunakan cara yang tidak direkomendasikan sama sekali.<\/p>\n<p>Sebagai sosok warganet biasa yang memiliki beberapa tokoh idola, saya pun sesekali mencoba cara yang sama\u2014ikut me-<em>reply<\/em> pada kolom komentar barangkali bisa mendapat respon dari yang bersangkutan. Entah nantinya dibalas atau tidak, itu urusan belakangan. Terpenting sudah mencoba lebih dulu dengan cara yang baik. Dan satu yang pasti, semua dilakukan hanya karena ingin merasakan sensasi bagaimana jika cuitan dibalas langsung oleh tokoh idola. Tidak ada pemikiran ingin pansos (panjat sosial) sedikit pun.<\/p>\n<p>Beberapa kali, saya pun pernah merasakan bagaimana ketika mention dibalas oleh publik figur. Sebut saja diantaranya Raditya Dika ketika beberapa tahun lalu masih aktif di Twitter, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/pandji-pragiwaksono-kLW\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pandji Pragiwaksono,<\/a> Uus, Zarry Hendrik, dan masih ada beberapa lagi. Dalam situasi demikian, rasanya menjadi norak adalah bukan suatu pilihan, melainkan perasaan otomatis yang datang begitu saja karena bercampur dengan senang. Lha gimana, kita semua memiliki tingkat norak masing-masing, kan? Hanya cara menyalurkannya saja yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Ada yang setelah mendapat respon dari publik figur langsung di-<em>screenshot<\/em> untuk kemudian disimpan, ada yang di-<em>retweet<\/em> agar orang lain juga dapat melihat, ada pula yang disimpan di tab likes. Tujuannya sama, untuk dijadikan kenang-kenangan yang nantinya dapat dilihat kembali sewaktu-waktu.<\/p>\n<p>Setelah saya coba telusuri sendiri, rasanya wajar jika melakukan hal demikian. Selain di-<em>notice<\/em>, seseorang yang mentionnya dibalas oleh publik figur atau tokoh idola secara tidak langsung merasa dianggap keberadaannya\u2014paling tidak sebagai <em>followers<\/em>\u2014disamping merasa lebih dekat karena berbalas <em>mention<\/em> di media sosial. Tidak heran jika saat ini banyak orang yang mencoba mencuri perhatian para tokoh idolanya di media sosial dengan ragam komentar yang di-submit. Entah dengan gaya yang sok lucu, bahkan ada yang sampai berkata kasar\u2014dan sekali lagi, tentu cara ini tidak dibenarkan.<\/p>\n<p>Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, mengingat pada saat ini akses juga keterbukaan dalam berkomunikasi semakin mudah dilakukan, khususnya di dunia maya. Lagipula, dengan banyaknya para penggemar yang mention tokoh idolanya, akan saling menguntungkan, kok, utamanya dari sisi <em>engagement<\/em> apalagi jika sosok idola terbuka dalam berbalas mention\u2014tidak hanya melakukan komunikasi satu arah dengan cara update status, kegiatan, juga sedang berada di mana.<\/p>\n<p>Teranyar, mention saya di Twitter dibalas oleh Agus Mulyadi, Redaktur Khusus di Mojok yang rasanya hampir semua tulisannya membuat saya terkagum-kagum, selain juga jenaka pastinya. Dan saya akan selalu mengingat balasan mention dari Agus Mulyadi, karena betul-betul <em>relate<\/em> dengan kehidupan saat ini, yakni \u201csemua memang akan konten pada waktunya\u201d.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjaga-jarak-dengan-idola-adalah-usaha-menjaga-ekspektasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menjaga Jarak dengan Idola Adalah Usaha Menjaga Ekspektasi<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beragam cara dilakukan para penggemar agar mention pada kolom komentar bisa dibalas oleh sang tokoh idola\u2014paling tidak biar di-notice.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":22141,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4744,102,4745],"class_list":["post-22098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-balas-komentar","tag-media-sosial","tag-tokoh-idola"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22098"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22098\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}