{"id":219967,"date":"2023-06-10T13:55:43","date_gmt":"2023-06-10T06:55:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=219967"},"modified":"2023-06-10T13:55:43","modified_gmt":"2023-06-10T06:55:43","slug":"membayangkan-betapa-beratnya-jadi-tim-kreatif-upin-dan-ipin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-betapa-beratnya-jadi-tim-kreatif-upin-dan-ipin\/","title":{"rendered":"Membayangkan Betapa Beratnya Jadi Tim Kreatif Upin dan Ipin  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><em>Saya nggak bisa bayangin betapa berat kerja tim kreatif Upin dan Ipin<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada pertanyaan apa yang membuat seseorang betah nonton serial animasi, tentu salah satu jawabannya adalah faktor jalan cerita. Apalah arti karakter yang gagah memesona jika jalan ceritanya penuh cela. Karater yang cantik pun akan kalah dengan jalan cerita yang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara banyak serial kartun animasi yang tayang di televisi, salah satu yang memiliki jalan cerita menarik adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Maaf, saya sudah mencoba untuk memikirkan animasi buatan anak negeri. Tapi, susah sekali menemukan barang sebiji aja, animasi yang mampu menyaingi jalan cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tak heran jika serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mampu berumur panjang. Hingga saat ini, sudah mencapai 543 episode. Wow.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang kesuksesan serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tentu tidak lepas dari peran tim kreatifnya. Tanpa tangan dingin mereka, tak akan ada episode-episode seru yang selalu kita tunggu. Lantas, apakah jadi tim kreatif dari sebuah serial yang sukses itu menyenangkan? Bisa auto cuan? Hmm, tidak semudah itu, Ferguso.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rentan stres<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bayangan saya, risiko pertama yang sangat mungkin muncul ketika jadi bagian dari tim kreatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah rentan stres. Bagaimanapun juga, tim kreatif bukanlah suatu pekerjaan yang berdasarkan pada kekuatan fisik melainkan kemampuan mental untuk menghasilkan ide ataupun inovasi. Sayangnya, menjadi kreatif tidaklah mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbukti, hasil studi Badan Ekonomi Kreatif RI (BEKRAF) bersama BPS di tahun 2016, mengungkap bahwa 1\/3 dari pekerja di industri kreatif mengalami overwork. Akibatnya, para pelaku industri kreatif ini mengalami creative burnout akibat aktivitas kreatif, hingga stress berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana nggak stres? Sebagai serial animasi populer, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah kadung membuat publik jatuh cinta. Cinta yang membuat publik menaruh harapan tinggi di setiap episode terbaru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dan kalian tahu? Bekerja di bawah bayang-bayang ekspektasi yang tinggi itu seperti membawa batu besar di pundak. Abot, Nder. Abot. Kepleset sedikit, auto dirujak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum kalau bicara soal betapa banyak penghargaan yang sudah pernah diraih oleh serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan kondisi yang demikian, tentu mencipta jalan cerita tak bisa sembarangan. Sementok-mentoknya ide, nggak mungkin tim kreatif bikin jalan cerita Upin koma di rumah sakit trus Ipin joged TikTok biar Upin bangun. Atau, tentang betapa kagetnya Opah melihat Kak Rose masak boneka Hello Kitty. Ups. Kek kenal.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Mikir terus<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, demi menjaga kualitas, tim kreatif dituntut untuk mikir terus. Kira-kira, ini si kembar botak mau diapain lagi? Diubah jadi pensil, buku hingga pohon, sudah. Disetting ada lomba di sekolah, perayaan di kampung sampai misi luar angkasa juga sudah. Hayo, coba pikir, mau dibawa kemana lagi si kembar ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, demi menemukan jalan cerita yang menarik itulah, bukan tidak mungkin tim kreatif melakukan sesuatu yang di luar nayla. Misal, sengaja nongkrong di depan PAUD, main bareng bocil di kompleks rumah hingga ngobrol random sama keponakan. Siapa tahu ada polah atau celetukan mereka yang bisa diangkat jadi cerita. Pokoknya judulnya, mikir, mikir, mikir.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Risiko kesehatan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bayangan saya, menjadi bagian dari tim kreatif juga harus rela berdampingan dengan berbagai risiko kesehatan. Maklum, jam kerja pekerja kreatif memang tidak bisa disamakan dengan divisi lain di kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, pekerja kreatif diberi kewenangan untuk mengatur waktu kerjanya sendiri dan tidak terikat jam kantor. Enak, sih, bisa fleksibel. Namun di sisi lain, kebebasan mengatur waktu kerjanya sendiri ini juga menjadi sumber kerentanan yang lain. Kadang, para pekerja kreatif ini bisa bekerja 24 jam. Kadang saat yang lain tidur, mereka malah kerja, begitu pula sebaliknya. Alhasil, metabolisme dalam tubuh jadi terganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan tersebut diperparah dengan pola makan yang tidak sehat. Alih-alih makan makanan bergizi, malah lebih memilih kopi, katanya sih untuk mencari inspirasi. Wah, selamat datang GERD dan kawan-kawan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Bangga<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, dalam bayangan saya, menjadi bagian dari tim kreatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tentu sebuah kebanggaan tersendiri. Bagaimana tidak? Serial animasi ini begitu dicintai oleh semua kalangan usia dari berbagai negara. Siapa yang tidak bangga?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanggaan itu juga pasti dirasakan oleh orang-orang di sekitar tim kreatif. Terutama, para bocil. Kalian masih ingat dengan salah satu episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di musim ke-7, yang berjudul <a href=\"https:\/\/upinipin.fandom.com\/ms\/wiki\/Kembara_Kembar_Nakal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kembara Kembar Nakal<\/a>? Ituloh, soal komik Kembara Kembar Nakal yang ternyata digambar oleh Kak Ros. Saat mengetahuinya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jadi petentang petetenteng saking bangganya. Bayangkan, komik yang digandrungi anak-anak, digambar oleh kakak mereka!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, bukan tidak mungkin kebanggaan yang sama juga akan dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitar tim kreatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun, yah, tak ada makan siang yang gratis. Kebanggaan itu harus dibayar dengan kemumetan memikirkan jalan cerita tiap episodenya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehat-sehat selalu tim kreatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tok-dalang-crazy-rich-kampung-durian-runtuh-yang-serbabisa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tok Dalang, Crazy Rich Kampung Durian Runtuh yang Serbabisa<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara tentang kesuksesan serial Upin dan Ipin, tentu tidak lepas dari peran tim kreatifnya. Gimana ya rasanya jadi mereka?<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":218991,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[14797,881,10690],"class_list":["post-219967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-beban","tag-tim-kreatif","tag-upin-dan-ipin"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219967"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219967\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}