{"id":219958,"date":"2023-06-10T12:06:37","date_gmt":"2023-06-10T05:06:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=219958"},"modified":"2023-06-10T12:06:37","modified_gmt":"2023-06-10T05:06:37","slug":"tips-bleaching-rambut-biar-putih-kayak-ganjar-pranowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-bleaching-rambut-biar-putih-kayak-ganjar-pranowo\/","title":{"rendered":"Tips Bleaching Rambut biar Putih kayak Ganjar Pranowo"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada. Ada itu\u201d ucap Presiden Jokowi pada media beberapa waktu lalu. Statement tersebut kemudian ramai diperbincangkan orang, utamanya mereka yang tertarik dengan politik. Rambut putih adalah ciri presiden berikutnya, atau setidaknya mereka yang memiliki rambut putih akan didukung Jokowi yang berencana cawe-cape pada Pemilu Presiden 2024 mendatang. Daaan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seperti yang kita tahu, rambut putih sangat identik dengan sosok Ganjar Pranowo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ucapan Jokowi bisa kita artikan jika blio mendukung Ganjar? Sila disimpulkan sendiri. Meskipun sebenarnya, putihnya rambut Ganjar Pranowo tentu saja bukan semata-mata karena mikirin rakyat. Hal tersebut diungkapkan Pak Ganjar sendiri, lho, blio bilang kalau rambutnya yang putih bres itu disebabkan faktor genetik. Sejak kuliah rambut Cawapres dari PDI memang memutih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih malu dan nyemir rambut menjadi hitam pekat, Pak Ganjar memutuskan untuk membiarkannya putih. Mungkin biar terlihat beda. Keren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut putih kemudian menjadi trend tersendiri. Rambut putih tidak lagi dipandang sebagai rambutnya orang tua. Lebih dari itu, rambut putih adalah ciri orang yang memikirkan rakyat. Khusus bagi Ganjar Lovers, rambut putih bisa jadi ikon dan ciri khas tersendiri. Bisa jadi, para tim sukses Pak Ganjar ingin menciptakan trend rambut putih sebagai bahan kampanye menuju 2024. Untuk itu, sudah kami siapkan cara sederhana bleaching rambut sendiri di rumah anti gagal untuk relawan Ganjar.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Persiapan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya Pemilu yang butuh persiapan matang, bleaching rambut juga. Kalau mau bleaching sendiri di rumah, perlu membeli krim\/powder bleaching dan oxydant. Untuk yang rambutnya belum pernah di-bleaching sama sekali, baiknya menggunakan oxidant yang 6% persen sudah cukup. Kalau rambutnya sudah sering diwarnai pilih oxidant 20%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk bleaching di pasaran ada banyak, pilih saja yang sesuai kantong. Kalau membeli yang per pack, seperti L\u2019Or\u00e9al, Miranda, ataupun Salsa jangan membeli hanya satu pack, tapi beli dua pack bleaching krim dan satu pack cat berwarna abu-abu. Fungsi catnya untuk finishing agar hasil bleaching-nya bisa putih berkilauan layaknya rambut asli Ganjar Pranowo.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Membuat krim bleaching<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Step awalnya kita membuat krim bleaching yang akan dioleskan ke rambut. Campur krim\/bubuk bleaching dengan oxydant. Perbandingannya sebenarnya tergantung merek sih, tapi umumnya menggunakan perbandingan bubuk dan oxydant 1:1.5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita menggunakan merek bleaching yang ada di minimarket seperti Miranda, Salsa, atau L\u2019Or\u00e9al,\u00a0 sudah langsung ada krim\/bubuk bleaching dan developernya (oxydant). Kita tidak perlu pusing dengan takarannya, langsung dicampur saja, lebih praktis. Proses mencampur dan mengaduknya harus benar-benar merata ya. Kalau tidak rata, hasil bleachingnya belang. Bukannya jadi putih, malah jadi zebra cross nanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk hasil yang lebih lembut, sebaiknya tambahkan sedikit conditioner pada krim bleaching.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Proses bleaching<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah krim bleaching sudah jadi, oleskan krimnya dari ujung rambut sampai setengah mendekati akar. Pada tahap awal ini memang tidak dianjurkan mengoles krim bleaching sampai akar karena akan menimbulkan efek panas di kulit kepala. Setelah dioles merata ke rambut, diamkan rambut selama dua puluh menit atau lamanya sesuaikan dengan informasi di kemasan produk bleachingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di salon, biasanya setelah dipoles krim bleaching, rambut kita akan ditutup dengan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/find\/climazone\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">climazone.<\/a> Tapi karena kita di rumah nggak punya alatnya, bisa ditutup dengan aluminium foil roll highlight. Penutup ini berguna untuk mempercepat proses oksidasi. Suhu ruangan juga berpengaruh, kalau ruangannya terlalu dingin (AC 18\u201320 c), proses oksidasi akan lebih lambat, jadi rambut harus didiamkan sedikit lebih lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah didiamkan selama 20 menit, bilas rambut dengan air dan keringkan. Di tahap awal ini, rambut kita akan berubah warna menjadi kekuningan, mirip rambut jagung. Untuk membuat warna rambut terlihat putih, ulangi proses bleaching seperti yang pertama tadi dengan takaran krim yang sama pula. Pada proses bleaching kedua, krim bleaching dioleskan sampai akar rambut dan pastikan semua bagian rambut diberi krim secara merata.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Hajar bleaching lagi!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses bleaching kedua ini akan membuat rambut kita mulai terlihat putih, meskipun belum sempurna. Bahasa salonnya baru masuk level 9. Untuk membuat rambut seputih Ganjar, kita harus melakukan prose berikutnya yaitu dengan melakukan bleaching untuk yang ketiga kalinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bleaching ketiga, krim bleaching dicampur seperti layaknya bleaching pertama dan kedua. Bedanya, kita tambahkan cat atau pewarna rambut berwarna abu-abu agar hasil akhirnya putih berkilau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Krim bleaching seperti step pertama dan kedua tadi dicampur dengan cat abu-abu dan oleskan merata ke rambut Anda. Lakukan proses ke tiga ini sama persis dengan yang pertama dan kedua. Lalu bilas dan keringkan rambut. Nah, kali ini rambut Anda yang kekuningan tadi akan berubah menjadi putih bersih layaknya rambut Ganjar. Warnanya sih bukan putih uban, ygy, tapi putih berkilauan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana, gampang, kan? Nggak rumit kan? Ya setidaknya lebih mudah bleaching rambut menjadi putih ketimbang memenangkan Pemilu, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ingat, nggak semua jenis rambut cocok dihajar bleaching berkali-kali. Baiknya sih kalian tetap memikirkan kesehatan rambut. Kecuali kalau memang kalian pendukung Ganjar garis keras hokya-hokya, gas, Lur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Tiara Uci<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/indahnya-rambut-idol-k-pop-meski-sering-ganti-warna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan di Balik Indahnya Rambut Idol K-Pop meski Sering Ganti Warna<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat yang ngefans Pak Ganjar dan ingin mendukung beliau secara total, tips rambut putih ini bisa banget kalian terapkan.<\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":219959,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13088],"tags":[19510,14311,5700,3157],"class_list":["post-219958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kecantikan","tag-bleaching","tag-ganjar-pranowo","tag-putih","tag-rambut"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}