{"id":219666,"date":"2023-06-09T12:00:48","date_gmt":"2023-06-09T05:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=219666"},"modified":"2023-06-09T12:00:48","modified_gmt":"2023-06-09T05:00:48","slug":"stasiun-glenmore-banyuwangi-menyingkap-kenangan-dan-potensi-yang-terlupakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-glenmore-banyuwangi-menyingkap-kenangan-dan-potensi-yang-terlupakan\/","title":{"rendered":"Stasiun Glenmore Banyuwangi: Menyingkap Kenangan dan Potensi yang Terlupakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desa Sepanjang, yang terletak di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, memiliki kenangan yang kaya akan sejarah perkeretaapian. Semua itu bermula pada 1906, di mana kala itu saat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kendal-kabupaten-di-jawa-tengah-dengan-kekayaan-harta-sejarah-zaman-belanda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pemerintah Belanda<\/a> mengeluarkan kebijakan untuk mendatangkan investor dari Eropa guna membuka perkebunan di wilayah Banyuwangi Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan itu disambut baik hingga pengusaha Eropa berdatangan ke Banyuwangi, salah satunya Ros Taylor dari Skotlandia. Dia membeli lahan di sebelah selatan lereng Gunung Raung seluas 163.800 hektar dari Pemerintah Belanda. Sejurus kemudian, pada 2 Februari 1910, lahan ini menjadi Perkebunan Glenmore dan nama itu menjadi penyebutan kecamatan di barat Kalibaru itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan itulah yang membuat di masa lalu, Stasiun Glenmore menjadi titik penting bagi denyut ekonomi dan interaksi sosial masyarakat Banyuwangi, khususnya di awal dibukanya perkebunan. Namun sayang, stasiun tersebut tidak lagi menjadi persinggahan kereta api. Dengan demikian, potensi ekonomi dan historisnya mulai terlupakan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gapeka yang nggak peka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023 KA Tawang Alun relasi Ketapang-Malang yang notabene jadi kereta satu-satunya yang berhenti di Stasiun Glenmore sejak 1 Juni 2023 lalu resmi tidak transit lagi. Padahal, di Gapeka 2021 sudah membuat KA Sritanjung, KA Probowangi dan KA Pandanwangi tidak berhenti di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat sejarahnya, Stasiun Glenmore Banyuwangi sebenarnya memiliki nilai historis yang tinggi. Pada era kolonial, stasiun ini menjadi tempat pergantian penumpang dan transaksi bisnis. Khususnya antara penduduk setempat dan pengunjung dari luar daerah. Stasiun ini juga menjadi titik pengiriman hasil perkebunan menuju Surabaya. Sebagai gerbang utama bagi perjalanan ke Banyuwangi, stasiun ini mewakili kehidupan masyarakat yang bersemangat dan interaksi budaya yang kaya bahkan melebihi Stasiun Kalibaru yang saat ini eksis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring berjalannya waktu, dengan berbagai pertimbangan dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kereta_Api_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PT KAI<\/a>, popularitas Stasiun Glenmore Banyuwangi menurun lantaran sudah tidak menjadi pemberhentian. Akibatnya, stasiun ini kehilangan fungsinya sebagai persinggahan yang pernah jaya. Hal tersebut tentu menyebabkan dampak pada hilangnya identitas historis yang berharga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Potensi besar dari Stasiun Glenmore Banyuwangi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, meskipun tidak lagi berfungsi sebagai persinggahan kereta api, masih ada potensi yang dapat dikembangkan\u00a0 dari Stasiun Glenmore Banyuwangi. Khususnya untuk menghidupkan kembali warisan historis dan ekonomi stasiun ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah daerah, bersama komunitas setempat dan pemangku kepentingan seharusnya bekerja sama untuk mengubah Stasiun Glenmore menjadi tujuan wisata. Fokusnya ke wisata sejarah dan budaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri yang notabene warga perantauan tidak jarang sering diminta kolega yang datang ke Banyuwangi untuk melihat peninggalan masa lampau di Bumi Blambangan. Salah satunya saat saya bersama dua teman saya dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-semarang-poncol-saksi-bisu-sejarah-hingga-urban-legend-di-sudut-kota-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Semarang<\/a> beberapa hari lalu datang untuk riset. Hal itu memperlihatkan bagaimana nilai historis stasiun ini yang sangat tinggi sehingga sangat disayangkan jika tidak dikelola secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini tiga langkah yang bisa diambil baik Pemerintah Kabupaten ataupun PT KAI Daerah Operasional (Daops) IX Jember. Tujuannya untuk memulihkan kehidupan dan potensi Stasiun Glenmore guna tetap bisa eksis sebagai jujugan wisata.<\/span><\/p>\n<h2><b>Restorasi dan pelestarian dengan membangun pusat informasi sejarah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemulihan fisik stasiun, termasuk bangunan dan fasilitasnya, perlu dilakukan. Tujuannya keaslian arsitektur dan nuansa masa lalu tetap ada. Perbaikan dan pemeliharaan secara teratur juga diperlukan untuk menjaga kondisi bangunan dan mencegah kerusakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan Stasiun Glenmore Banyuwangi dapat diubah menjadi pusat informasi sejarah. Khususnya yang menggambarkan peran dan nilai historisnya saat masa kolonial. Pameran, galeri foto, dan dokumentasi dapat dipajang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perjalanan kereta api dan kontribusinya terhadap ekonomi masa lampau.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengembangan sentra ekonomi lokal Banyuwangi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pusat informasi sejarah dibangun, Stasiun Glenmore Banyuwangi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal. Caranya dengan mengembangkan area sekitarnya sebagai pusat perdagangan atau kawasan kuliner. UMKM dapat diberdayakan untuk memajukan perekonomian daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran nilai sejarahnya, Stasiun Glenmore juga dapat dikembangkan menjadi objek wisata sejarah dan budaya yang menarik. Kondisi bangunan stasiunnya itu masih baik dan mendukung. Turis domestik maupun mancanegara dapat diajak untuk bernostalgia serta menambah pengetahuan tentang sejarah perkeretaapian Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kolaborasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterlibatan pemerintah daerah, komunitas setempat, perusahaan perkeretaapian, dan organisasi pariwisata penting untuk memastikan kesuksesan pengembangan Stasiun Glenmore Banyuwangi. Kerja sama tersebut dapat mencakup pembiayaan, pengelolaan, promosi, dan upaya pemulihan secara menyeluruh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui langkah-langkah itu, Stasiun Glenmore dapat kembali hidup dan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan wisata yang berkelanjutan. Harapannya dengan menghargai nilai historisnya, Stasiun Glenmore dapat menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat setempat dan memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hemat saya, pemulihan dan pengembangan Stasiun Glenmore tidak hanya akan menghidupkan kembali kenangan masa lalu. Usaha ini akan memberikan manfaat bagi ekonomi, melestarikan warisan sejarah, dan meningkatkan daya tarik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/akui-saja-pariwisata-jogja-memang-sudah-menemui-titik-jenuhnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pariwisata daerah<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu adanya komitmen dan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sehingga Stasiun Glenmore Banyuwangi dapat kembali berperan penting dalam membangun kearifan lokal dan menginspirasi generasi yang akan datang meski tidak digunakan untuk penumpang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fareh Hariyanto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/blambangan-ekspres-kereta-api-banyuwangi-semarang-yang-paling-ditunggu-para-perantau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Blambangan Ekspres: Kereta Api Banyuwangi-Semarang yang Paling Ditunggu para Perantau<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stasiun Glenmore Banyuwangi tidak hanya menyimpan kenangan masa lalu. Landmark ini akan memberikan manfaat bagi ekonomi daerah.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":664,"featured_media":219814,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6216,2501,4652,19498],"class_list":["post-219666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyuwangi","tag-jawa-timur","tag-semarang","tag-stasiun-glenmore"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219666"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219666\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}