{"id":219090,"date":"2023-06-02T13:25:36","date_gmt":"2023-06-02T06:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=219090"},"modified":"2023-06-03T12:27:29","modified_gmt":"2023-06-03T05:27:29","slug":"kota-lama-gresik-sisi-lain-dari-kabupaten-yang-sumpek-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-lama-gresik-sisi-lain-dari-kabupaten-yang-sumpek-ini\/","title":{"rendered":"Kota Lama Gresik, Sisi Lain dari Kabupaten yang Sumpek Ini"},"content":{"rendered":"<p><em>Kota Lama Gresik membuat saya tak lagi menghakimi kota ini dengan sebegitu lantangnya<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia memang selalu berubah dengan kecepatan di luar logika. Dulu wisata selalu identik dengan wahana. Kemudian muncul istilah hidden gems. Wisata mbrasak-mbrasak ke gang. Menemui tempat yang mungil, lucu, dan jarang terlihat. Sialnya, wisata seperti ini tampaknya mulai digemari. Khususnya bagi anak-anak muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit cerita, minggu lalu saya mengikuti kegiatan City Walking Tour yang diadakan oleh @Kammari. Sebuah kegiatan menjelajahi gang-gang dan bangunan tua yang ada di Kota Lama Gresik. Serta tentu saja, menemui cerita di balik bangunan tua yang lucu-lucu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, kawasan kota lama ternyata nggak cuma ada di Jakarta, Surabaya, atau Semarang. Gresik pun juga punya kawasan dengan bangunan tua yang terpelihara lho.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Wajah lain Gresik yang tak saya tahu<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, jauh dari lubuk hati terdalam, saya sering menganggap kalau Gresik itu isinya cuma pabrik, wisatanya cuma ziarah wali, dan kalau perjalanan ke sana, yang didapat cuma sumpeknya saja. Begitu kira-kira pandangan saya terhadap tetangga Kabupaten Lamongan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saya selalu mesoh-mesoh ketika melewati beberapan jalur \u201cneraka\u201d di Gresik. Yakni sepanjang Jl. Raya Golokan, Jl Raya Bungah, Jl arah ke alun-alun Sidayu, dan Jl. Raya Manyar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, tiga jalan tersebut sangat menyebalkan. Selain kondisi jalan yang bergelombang, jalan tersebut adalah \u201csirkuit\u201d truk-truk besar melaju. Dan tentu saja, panasnya nggak karuwan. Jika kalian lewat sana pasti akan setuju dengan slogan, Gresik Sumpek. Cobain aja~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dari sekian hal-hal menyebalkan tersebut, seakan semuanya termaafkan saat saya tahu Kota Lama Gresik. Sebuah kawasan cagar budaya yang merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda. Ada beberapa titik di kawasan tersebut. Salah satunya adalah kampung Kemasan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cerita tentang Kampung Kemasan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi, Kampung kemasan berasal dari kata emas. Sebab, dulu, sekitar abad ke 18, di sana tinggal keturunan China yang bernama Bak Liong yang merupakan pengrajin emas terkemuka pada zamannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampung tersebut berisi bangunan tua bergaya kolonial, yang sekilas mirip dengan rumahnya Nyai Ontosoroh di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bumi Manusia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Beberapa bangunan lain memiliki ornamen China yang khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh, saya benar-benar kagum. Bayangkan saja kalian berjalan menyusuri gang-gang yang di samping kanan-kiri berjejer rumah zaman dulu yang otentik. Bahkan beberapa rumah masih ada penghuningnya. Suasana semakin paripurna dengan nuansa gang kecil yang hidup. Iya, di sana masih banyak anak kecil bermain, serta warga yang duduk di pinggir jalan. Benar-benar autentik.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-lama-gresik-sisi-lain-dari-kabupaten-yang-sumpek-ini\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Rumah Gajah Mungkur, ikon Kota Lama<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tidak jauh dari kampung Kemasan, ada Rumah Gajah Mungkur. Sentra batik khas Gresik yang dibangun dengan cukup megah. Bagi saya, Rumah Batik Gajah Mungkur ini layak dijadikan ikon kota lama. Sebab, tak hanya megah, tapi juga estetik sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bangunan di kampung Kemasan didominasi warna merah. Rumah Gajah Mungkur ini didominasi warna coklat muda dan tua. Rumah ini didirikan pada 1896 dengan gaya kolonial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkur dalam bahasa Jawa dapat diartikan sebagai membelakangi. Seperti namanya, di sana ada patung gajah yang posisinya menghadap membelakangi jalan, atau dalam artian mungkur.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tempat yang hjarus dikunjungi di Kota Lama Gresik<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain beberapa lokasi di atas, masih ada makam Nyai Ageng Pinatih (ibu angkat Sunan Giri), Klenteng Kim Hin Kiong (Klenteng tertua di Jawa Timur), Gardu Suling, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat kawasan Kota Lama ini nantinya adalah Jl Basuki Rahmat yang dijadikan Malioboro-nya Gresik. Iya, desainnya Malioboro banget. Meski secara kreativitas penataan kota, saya kurang setuju dengan desain tersebut, tapi saya tetap memberi apresiasi dengan dibangunnya kawasan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian ingin membeli oleh-oleh, saya sarankan ke Pudak \u201cCap Kuda\u201d. Toko oleh-oleh legendaris dengan rasa yang bener-bener khas. Lokasinya masih di sekitaran kawasan tersebut. Sekadar info, kalau sore udah pada habis, jadi bergegaslah guys-guysku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang penasaran, lokasi kawasan Kota Lama ini tak jauh dari alun-alun kota Gresik. Kampung Kemasan sendiri hanya berjarak sekitar 300 meter saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, bagi yang ingin berkunjung (apalagi warga luar Gresik), saya sarankan untuk mengikuti City Walking Tour dari @kammari. Sebab, kawasan ini cukup luas. Dan memang bukan destinasi yang disediakan rute perjalanan secara utuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai gambaran, kawasan ini Mirip <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kotagede,_Yogyakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kotagede<\/a> di Jogja, lah. Artinya yang bukan warga sekitar akan kesusahan untuk mbrasak-mbrasak ke kampung yang saya maksud di atas. Untuk info kegiatan City Walking Tour, pantengin aja Instagram mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, sekali lagi, Kota Lama Gresik adalah destinasi yang menarik. Cobalah untuk mengunjunginya, biar pas ke Gresik, isinya nggak cuma mengumpat saja~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, satu lagi, jika kalian ke sana pas siang, jangan lupa pakai topi, ya! Gresik panasss, Lur.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/1BAevnD4M8A?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditShareLink\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakhrir Amrullah via Unsplash<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-istimewa-yang-bisa-kamu-dapat-di-gresik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Hal Istimewa yang Bisa Kamu Dapat di Gresik<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Lama Gresik jadi penyegar kota yang makin lama makin sumpek ini.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":219168,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[19424,19423,3224],"class_list":["post-219090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kampung-kemasan","tag-kota-lama-gresik","tag-wisata"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219090"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219090\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}