{"id":218508,"date":"2023-05-27T13:01:15","date_gmt":"2023-05-27T06:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=218508"},"modified":"2023-06-19T12:37:47","modified_gmt":"2023-06-19T05:37:47","slug":"kursi-baru-ka-ekonomi-kayaknya-nyaman-sih-tapi-overthinking-sama-harganya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kursi-baru-ka-ekonomi-kayaknya-nyaman-sih-tapi-overthinking-sama-harganya\/","title":{"rendered":"Kursi Baru KA Ekonomi: Kayaknya Nyaman sih, tapi Overthinking sama Harganya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya saja KA kelas Ekonomi, selalu ada saja masalah yang ada. Misal yang paling sering dikeluhkan adalah kursi tegak bikin punggung pegal juga sulit untuk tidur dan \u201cadu lutut\u201d. Kalo sama keluarga atau teman sendiri sih masih bisa maklum, tapi kalo sama penumpang yang nggak dikenal jadi risi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga yang nggak kalah pelik kalo di kelas Ekonomi, entah yang formasi kursinya 3-2 atau 2-2 yang berhadapan: privasi. Dibanding kelas Bisnis atau Eksekutif yang duduknya searah, kursi berhadapan bikin jadi sungkan. Mau makan saja harus minta izin ke 3 orang kalo 2-2 atau 5 orang kalo di format 3 kursi. Mau tidur pun sungkan juga kalo dilihat 3-5 orang kalo melongo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, duduk berhadapan di KA Ekonomi sangat menyebalkan. Sudah kursinya 90 derajat, space lutut dan kaki sempit juga. Ini nggak bakal saya rasakan kalo naik KA Ekonomi Premium (kecuali tengah karena berhadapan) atau Bisnis dan Eksekutif.<\/span><\/p>\n<h2><b>Inovasi kursi adjustable<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, PT KAI melakukan inovasi untuk kelas Ekonomi 2-2, mirip dengan yang dimiliki<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ka-jayabaya-opsi-trip-malang-surabaya-yang-paling-nyaman\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">KA Jayabaya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari yang duduknya \u201cadu lutut\u201d jadi duduknya 1 arah maju sesuai arah perjalanan KA, mirip kelas Bisnis dan Eksekutif. Ini bermula dari banyaknya keluhan pelanggan KA tentang kursi kelas Ekonomi 2-2 yang sumpek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Timeline media sosial penuh belakangan ini sama foto-foto \u201cbocoran\u201d bentuk kursi baru kelas Ekonomi yang formatnya 2 kiri dan 2 kanan ini. Tapi, entah kapan dirilis resmi dan uji cobanya, soalnya masih dirakit di <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20230525154826-92-954010\/bye-bye-kursi-tegak-ka-kelas-ekonomi-kai-mulai-ganti-bertahap\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Balai Yasa Manggarai Jakarta<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perombakan bentuk kursi ini merupakan respons PT KAI atas keluhan tersebut. Ya, memang sesuai tagline-nya \u201cAnda adalah prioritas kami\u201d yang sering tertulis di bungkus beberapa kursi. Kabar ini jadi angin segar bagi para penumpang yang sudah jengah dengan Ekonomi yang sumpeknya bikin elus dada, atau misuh-misuh.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kursi-baru-ka-ekonomi-kayaknya-nyaman-sih-tapi-overthinking-sama-harganya\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Terlihat nyaman&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Terlihat nyaman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penumpang setia KA yang jengkel dengan kelas Ekonomi, saya jadi senang dengan kabar perombakan bentuk kursi itu. Punggung saya gampang alergi kalo ketemu kursi yang benar-benar tegak, bukan mengikuti bentuk punggung orang rata-rata. Untuk duduknya saja juga nggak enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu ada info perombakan bentuk kursi, ini jadi inovasi yang paling saya suka dari PT KAI. Bentuk sandarannya relatif mengikuti bentuk punggung seperti kelas Eksekutif, nggak tegak-tegak amat, bentuknya relatif lebih mewah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lihat video yang menunjukkan fitur kursi kelas Ekonomi 2-2 yang baru itu, kursinya ternyata bisa diputar sesuai arah perjalanan atau berhadapan, misal untuk bersama keluarga atau teman. Urusan privasi, ini relatif lebih aman, nggak terlalu saklek berhadapan. Apalagi, saya mudah pusing kalo lihat pemandangan perjalanan yang mundur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena nggak berhadapan lagi, space lutut dan kaki jadi lebih lega, cocok untuk selonjoran, belum lagi kalo sandarannya bisa diatur. Saya menduga kalo kursi ini lebih empuk dibanding sebelum dirombak habis-habisan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Takut sama harganya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sebagus-bagusnya kursi kelas Ekonomi 2-2 yang akan dirilis entah kapan, ada ketakutan yang bikin saya overthinking: harga. Logikanya, semakin bagus kursinya, bisa jadi harga tiketnya semakin mahal. Bagaimana nggak, wong desain kursinya lebih mewah dari kata \u201cekonomi\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, hukum \u201cAda harga, ada barang\u201d selalu melekat untuk urusan ekonomi. Kursi yang desain dan fiturnya lebih bagus juga harus diperoleh dengan merogoh kocek yang agak lebih dalam. Itu memang konsekuensi daripada ingin yang murah tapi konsekuensinya bikin punggung pegal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga saja ya, meski harga tiket Ekonomi tambah mahal atau memang harusnya menjadi mahal, naiknya jangan banyak-banyak amat. Harusnya relatif lebih ekonomis untuk kelas Ekonomi. Terlepas dari harganya, saya jadi ingin mencoba kursi nyaman kelas Ekonomi tersebut.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bantal-leher-memang-tidak-diciptakan-untuk-dipakai-di-kereta-ekonomi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bantal Leher Memang Tidak Diciptakan untuk Dipakai di Kereta Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seneng sih akhirnya kursinya diganti, tapi harga tiketnya gimana?<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":170088,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[15268,19369,19371,19370],"class_list":["post-218508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-harga-tiket","tag-ka-ekonomi","tag-kenyamanan","tag-kursi"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218508"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218508\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}