{"id":218426,"date":"2023-05-26T12:00:34","date_gmt":"2023-05-26T05:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=218426"},"modified":"2023-05-26T11:34:14","modified_gmt":"2023-05-26T04:34:14","slug":"boger-bojinov-teruslah-bergoyang-agar-dunia-tetap-seimbang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/boger-bojinov-teruslah-bergoyang-agar-dunia-tetap-seimbang\/","title":{"rendered":"Membela Boger Bojinov yang Dihujat: Teruslah Bergoyang, agar Dunia Tetap Seimbang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, kalian kenal Boger Bojinov, si Uchiha Madura yang selalu menghiasi lini masa media sosial kalian dengan jogetan pengundang rezekinya. Goyangnya memang saya akui, benar-benar di luar nurul. Tapi, nggak bisa dimungkiri, konten blio menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi bukan netizen kalau bisa melihat orang bahagia. Banyak yang menghujat Lord Boger karena konten-kontennya yang dianggap hora umum dan dianggap malu-maluin Madura. Saya malah bingung, bagian mananya beliau malu-maluin Madura?<\/span><\/p>\n<h2><b>Hujatan kepada Baginda Boger Bojinov yang tak pantas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menemukan beberapa komentar yang tak sepantasnya ditulis di akun IG <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/madura.receh\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@madura.receh<\/a>. Masalahnya, menilai Boger buruk adalah kejahatan, menulis komentar tak pantas di publik atas Boger adalah kejahatan yang lebih serius.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak perlu menuliskan seperti apa komentarnya. Jahat. Tak berperikemanusiaan. Melanggar Geneva Convention. Tak pantas keluar dari mulut orang yang mengenyam bangku sekolah, itu pun jika sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini lho. Boger itu hanya bergoyang, titik. Dia nggak menginjak anak orang, tidak mengemplang pajak, tidak bikin Piala Dunia batal. Salahnya di mana? Kalau kalian benci sama kontennya, kan bisa tinggal di-skip. Kalau nemu terus, ya terima saja kenyataan bahwa beliau memang terkenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ada yang bilang, nggak ada edukasi dan manfaat. Lha, orang goyang kok ngarep edukasi dan manfaat, Pak. Ini hiburan, lho. Coba tanya edukasi dan manfaatnya ke artis Korea saat bergoyang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalau mau edukasi dan manfaat, gampang: nggak usah follow akun receh seperti Madura Receh, karena ya tak jarang yang diunggah adalah Boger yang bergoyang. Maka, ikutilah akun-akun yang isinya pengajian keagamaan dan sekolah pesantren saja. Siapa tahu, hatimu terbuka untuk tak lagi menilai orang lain dengan sadis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BTW, Boger pun bikin konten mengaji lho. Bagaimana bisa kalian tak terpukau dengan beliau? Dunia dirayakan, tapi ayat-ayat Tuhan tetap dilantunkan. Malu sampeyan, Gaes, menghujat orang kek gini.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Madura yang beragam<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayolah, sadar diri dan tabahkan hati. Kalau misalkan hanya DM sampean tak dibaca sama Mbak Inara lantaran tak mau sama situ, nggak usah marah-marah menjelekkan Boger. Sebab, adanya Boger Bojinov semakin mempertegas kalau Madura itu beragam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Madura yang jadi menteri sudah ada, yang jadi penyanyi sudah banyak, kuliner satenya terkenal, lahan direbut investor juga ada, jalan rusaknya Indonesia banget, lengkap sudah. Sekarang, lahirlah bakat baru dari Madura lewat Boger: tetap seimbang bergoyang meski duduk di atas toples dengan kaki sebelah dan tampil seadanya tanpa malu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya Boger yang kepikiran joget di atas galon, dan melakukannya dengan amat brilian. Dan tentu tidak ada yang salah dari itu. Bukankah bakat-bakat tak penting ini justru buat duniamu makin berwarna?<\/span><\/p>\n<h2><b>Boger Bojinov, tetaplah bergoyang agar dunia tetap seimbang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membela Boger, sebab dunia butuh Boger agar tetap seimbang. Bayangkan, jika isi TikTok dan Instagram adalah tentang siksa kubur dan neraka, ancaman pedih di akhirat bagi orang yang bibirnya licin saat menilai hidup orang lain di dunia tanpa rem di tenggorokannya, maka tentu kita akan merinding. Isi dunia penuh dengan ketakutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntung ada Boger, dua-duanya ada. Menyimak yang serius, yang mengandung edukasi dan manfaat serta yang bikin kita istighfar ada. Pun yang bikin hidup jadi ayem-kalem tersenyum seperti karena adanya Boger bergoyang juga ada. Itulah alasan saya mengapa Boger harus tetap bergoyang dan berdansa sesukanya agar dunia tetap seimbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat Boger bergoyang saja tak paham kalau itu konten hiburan, Anda perlu berkontemplasi.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Andai Madura tak ada Jamet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalkan Madura nggak ada jamet dan nggak terkenal karena jamet, Madura nggak akan seterkenal ini sampai masuk TV. Jarang-jarang lho orang Madura masuk TV. Ketika jamet macam Boger masuk TV, tak sedikit yang bangga. Kalau Anda hanya iri dengan Boger lantaran masuk TV dan mendahului cita-cita Anda berkumpul dengan artis, caranya bukan mencaci Boger.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bergurulah pada Boger gimana caranya bergoyang. Siapa tahu, masuk TV sebab viral juga. Ketika masuk TV, yang terangkat tak hanya nama baikmu, tapi juga Madura.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penutup, saya mau bilang. Boger Bojinov pintar goyang. Pintar bikin kita ketawa, selain itu, juga mengaji. Lalu, kenapa kalian masih rela mengotori hati kalian hanya untuk memaki beliau?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Zubairi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengupas-video-jamet-yang-sarat-akan-kritik-budaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengupas Video Jamet yang Sarat akan Kritik Budaya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Boger Bojinov hanya bergoyang. Kenapa kalian malah mengotori hati kalian dengan memaki beliau? Tobat, Gaes.<\/p>\n","protected":false},"author":1367,"featured_media":218467,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[18169,19354,5020,5201],"class_list":["post-218426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-boger-bojinov","tag-goyang","tag-madura","tag-tiktok"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1367"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}