{"id":21809,"date":"2019-12-01T14:12:26","date_gmt":"2019-12-01T07:12:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=21809"},"modified":"2019-12-01T14:12:26","modified_gmt":"2019-12-01T07:12:26","slug":"rasanya-patah-hati-melihat-teman-sendiri-sudah-wisuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rasanya-patah-hati-melihat-teman-sendiri-sudah-wisuda\/","title":{"rendered":"Rasanya Patah Hati Melihat Teman Sendiri Sudah Wisuda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tadi pagi, tepatnya pada tanggal <\/span>30 November 2019, sedang berlangsung prosesi acara yang sangat meriah bagi setiap orang yang menikmatinya. Sungguh, sangat indah pula bagi orang yang juga bisa mengikuti acara itu. Ya, acara itu wisuda di kampus dan saya adalah sedikit orang yang tidak terlalu menikmati (meski, saya mensyukuri dan ikut senang ada teman yang sudah wisuda).<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, saya juga tidak ikut mengucapkan selamat. Hati saya perih melihat teman yang sedang wisudaan. Meski tidak melihat langsung dan bukan bermaksud tidak ikut senang banyak teman yang diwisuda. Tapi, kali ini nuansanya berbeda dan lebih banyak bumbunya. Aroma pertanyaan macam, &#8220;kapan nyusul?&#8221;, &#8220;masih skripsi?&#8221;, dan yang lainnya semakin berhembus dan menyerang kalau saya memaksakan diri datang. Oleh karena itu, kali ini, sepertinya saya belum siap untuk hadir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sudah nasib sebenarnya, jika memilih sebagai mahasiswa yang tidak segera lulus. Sebagai mahasiswa akhir, pertanyaan-pertanyaan semacam itu disertai sindiran tidak penting, cukup membuat saya sakit hati. Bayangkan, sudah pusing tujuh keliling masih ditambahi omongan-omongan yang tidak enak. Apa tidak capek?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dari pihak keluarga sendiri, memang pertanyaan seperti itu sudah sangat intens dan sering. Tapi, bagi saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu wajar saja. Toh, kalau itu datang dari orang tua yang membiayai kita. Kita patut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">manut <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan tahu diri saat diberikan pertanyaan semacam itu. Jangankan mahasiswa yang lulus lama, yang cepat pun merasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, pertanyaan demikian kadang suka terlempar dari adik kelas. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hayoloh, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">gimana rasanya dapat pertanyaan pahit dari adik kelas sendiri? Padahal, belum tentu ia anaknya rajin-rajin amat atau akan lulus lebih dulu dari kita. Jangan-jangan, ia juga nanti malah lebih parah dari kita. Tapi, sebagai <a href=\"https:\/\/tirto.id\/orang-terkenal-yang-pernah-tidak-naik-kelas-ctGZ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kakak tingkat<\/a> yang baik hati dan rajin menabung, mau marah karena sensitif dengan pertanyaan semacam itu, kok ya gimana~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin sakit hati juga adalah saat wisudaan kita melihat mantan yang sudah diwisuda. Bayangkan, bagaimana dahulu kita menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bucin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang teramat dalam, berjanji setia sampai akhir hayat, dan juga termasuk akan foto bersama saat wisuda sambil bertemu keluarganya. Ya ampun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meni kitu budak teh, ceuk aing ge naon. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan terlalu mengumbar janji. Pahit melihat dia bersandar dan merangkul lengan lelaki lain saat wisuda. Perih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang tidak akan ada habisnya, alasan yang membuat orang-orang khususnya saya untuk tidak datang wisuda. Ya, sebenarnya saya pun mulai merasakan akhir-akhir ini karena teman satu angkatan mulai wisuda, dan rasanya masih belum siap saja untuk melihat teman angkatan mulai lulus. Memang agak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lebay sih. Apalagi, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">terngiang dengan janji-janji, &#8220;Kita wisuda bareng ya, teman-teman&#8230;.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saya takjub dengan seorang kakak tingkat yang tak kunjung wisuda. Dia lumayan lama dalam menempuh kuliah, tapi itu memang pilihan pribadi dia dan saya menghargai. Biasa, permasalahan organisasi dan cinta yang tak kunjung usai membuat dia lulus agak lama. Kali ini pun, sudah sidang skripsi dan dia memilih untuk tidak wisuda terburu-buru. Begitulah, kalau sudah jalan ninja kadang tidak bisa diprediksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah ya, saya juga sudah hilang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gabutnya. Sekarang kembali ke rutinitas awal, selesaikan skripsi, dan tutup kuping dengan erat saat mendengar omongan tetangga dan orang yang iseng. Mari berjabat tangan dan raih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penghasilan sebanyak 1000 dolar per hari. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian dan terima kasih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-lulus-kuliah-kok-masih-harus-ikut-wisuda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sudah Lulus Kuliah, Kok Masih Harus Ikut Wisuda?<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nasrullah Alif<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasanya masih belum siap saja melihat teman angkatan mulai lulus dan telah wisuda. Memang agak lebay sih. Tapi katanya dulu pengin wisuda barengan?<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":21846,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4693,236,2312],"class_list":["post-21809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-lulus","tag-skripsi","tag-wisuda"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21809"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21809\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}