{"id":217901,"date":"2023-05-22T14:00:19","date_gmt":"2023-05-22T07:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=217901"},"modified":"2023-05-22T13:48:18","modified_gmt":"2023-05-22T06:48:18","slug":"penutupan-2-hotel-di-malang-gara-gara-open-bo-basmi-tikus-bakar-lumbung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penutupan-2-hotel-di-malang-gara-gara-open-bo-basmi-tikus-bakar-lumbung\/","title":{"rendered":"Penutupan 2 Hotel di Malang Gara-gara Open BO: Basmi Tikus, Bakar Lumbung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang mengikuti berita di Kota Malang, sekarang sedang hangat soal dua hotel di dalam permukiman di kawasan Tlogomas dibekukan izinnya untuk sementara, tepatnya sejak 20 Mei 2023. Alasannya karena menjalankan praktik prostitusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sudah dua kali. Pertama, 6 orang terjaring razia pada 13 Maret 2023. Kedua, yang sempat bikin geger masyarakat adalah 13 Maret 2023, seorang laki-laki dikejar perempuan open BO karena nggak mampu bayar penuh, malah sampai bersembunyi di rumah warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, yang menjalankan bisnis open BO bukan atas nama hotel, melainkan tamu hotel. Mungkin Anda tahu tiba-tiba ada yang berseliweran twit open BO di hotel tertentu, tapi bukan atas nama hotel, melainkan individu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Basmi tikus, bakar lumbung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penutupan dua hotel karena ditemukan segelintir tamu hotel yang punya bisnis esek-esek ini sama dengan membasmi tikus dengan cara membakar lumbung padi. Solutif? Jelas nggak! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, dua hotel ini bukan kayak Wisma Barbara, penginapan sekaligus bisnis esek-esek paling tenar di Gang Dolly. Keduanya cuma hotel biasa, cuma disalahgunakan untuk open BO, tapi sudah kadung digebyah uyah alias dicap jelek seluruhnya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Celakanya, Pemkot Malang akan turun tangan untuk menutup dua hotel ini. Rasanya ingin misuh-misuh, kenapa harus mengurusi ini, mana aksinya salah lagi. Bukannya tiap camat dan lurah disuruh install <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-cinta-untuk-walikota-pak-malang-macet-jangan-urus-michat-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MiChat?<\/a> Kan ada fitur \u201cOrang Terdekat\u201d, bisa menjaring PSK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo hotel ditutup, nanti pegawainya cari makan dari mana? Hotelnya nggak ramai-ramai amat, ditambah kebebalan warga sekitar yang keukeuh minta dua hotel tersebut ditutup, malah sampai istighosah juga. Katanya aksi damai agar Pemkot Malang tutup permanen dua hotel itu, hadeh&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tuntutan agar bekas hotel tersebut dijadikan kos-kosan. Ini tambah blunder. Lho, ini gimana sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini lho. Bakar lumbung itu memang bisa membunuh tikus, tapi justru mudaratnya lebih banyak. Lagian, siapa yang bisa menjamin tikusnya nggak lari dulu?<\/span><\/p>\n<h2><b>Problematik kayak Depok<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo sampai Pemkot Malang turun tangan untuk menutup permanen izin dua hotel ini, artinya Kota Malang se-problematik Depok: masalahnya apa, solusinya apa, reaksinya apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakatnya juga berlebihan, apa-apa main bawa agama, persis Depok yang dapat predikat<\/span><a href=\"https:\/\/megapolitan.kompas.com\/read\/2023\/04\/12\/15365911\/tetapkan-depok-sebagai-kota-paling-intoleran-setara-institute-bersedia\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kota yang paling intoleran<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, satu server juga sama sini. Mana reaksinya problematik dan sumbu pendek juga: minta operasionalnya ditutup.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalo berani, tindak semua hotel di Malang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesannya, Pemkot Malang beraninya cuma sama hotel kecil-kecilan. Sama hotel besar-besar mana berani. Apalagi geledah kos-kosan, kayak nggak pernah dilakukan, dibiarkan begitu saja. Meski ya baiknya jangan sih, kek nggak ada masalah lain aja yang bisa dikerjain. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalo berani bilang, saya jamin hampir semua hotel pernah dipakai praktik open BO. Cuma, nggak viral saja kayak warga Tlogomas: main pasang spanduk tuntutan. Nggak tahu kenapa kesannya kayak pilih kasih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Pemkot Malang, kalo terlalu menuruti apa kata masyarakat begitu saja, lama-lama semua hotel di Kota Malang bakal ditutup semua, pernah dipakai bisnis esek-esek, nggak cuma dua hotel di Tlogomas itu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo maunya begitu, silakan tutup semua hotel di kota ini dengan dalih pernah dipakai bisnis prostitusi. Kalo sepi ditinggal wisatawan, silakan tanggung sendiri. Masyarakat kehilangan mata pencahariannya, silakan tanggung juga. Terserah juga kalo mau jadi Kota Malang kota nihil hotel dkk karena paranoid tempat-tempat tersebut rawan digunakan open BO.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah ngerasa aneh belum? Kalau udah, bagus, wong memang aneh.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Faiz Attoriq<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mati-tua-di-jalanan-kota-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mati Tua di Jalanan Kota Malang<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penutupan dua hotel di Malang karena bisnis esek-esek ini sama dengan membasmi tikus dengan cara membakar lumbung padi. Solutif? Jelas nggak!<\/p>\n","protected":false},"author":1661,"featured_media":217940,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[2411,985,17294],"class_list":["post-217901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-hotel","tag-malang","tag-open-bo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1661"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}