{"id":21783,"date":"2019-12-01T14:50:01","date_gmt":"2019-12-01T07:50:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=21783"},"modified":"2019-12-01T15:16:49","modified_gmt":"2019-12-01T08:16:49","slug":"kasih-tahu-saya-dong-bagaimana-rasanya-clubbing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasih-tahu-saya-dong-bagaimana-rasanya-clubbing\/","title":{"rendered":"Kasih Tahu Saya dong, Bagaimana Rasanya Clubbing?"},"content":{"rendered":"<p>Pertanyaan itu muncul ketika saya dalam perjalanan pulang. Nah, saat melewati sebuah jalan,\u00a0dari sisi kanan tiba-tiba ada rombongan manusia keluar dari sebuah ruko dengan banner lampu yang menyala-nyala. Yang setelahnya baru saya tahu dari teman, itu namanya tempat <em>clubbing<\/em>. Saya hanya sepintas melihat sambil naik motor. Mereka yang keluar dari sana cukup bermacam-macam. Tapi yang pasti, terlihat rombongan muda-mudi yang sedang tertawa, mas-mas dengan dua kancing atas kemeja terbuka, dan mbak-mbak yang memakai jaket hoodie.<\/p>\n<p>Hmmm, ramai juga saya pikir. Kalau tidak salah itu malam Selasa. <em>Weekdays<\/em> saja seramai itu terlihat dari luar. Bagaimana kalau malam Minggu atau Kamis, ya? Apa akan benar-benar padat dan penuh? Entahlah, saya tidak tahu juga.<\/p>\n<p>Saya masih di atas motor menuju rumah dengan sebuah pertanyaan yang baru saja terlintas ketika melewati klub malam itu, \u201cKok saya belum pernah <em>clubbing<\/em> ya?\u201d Tunggu-tunggu, sebelum kalian bersuudzon dengan niat \u201csuci\u201d saya itu, sebenarnya dalam lubuk hati yang terdalam, saya hanya penasaran. Tidak yang menjurus pada hal-hal yang macam-macam kok. Ya, hanya sebatas ingin tahu aja lah. Pasalnya, memang demikian, saya belum pernah masuk ke tempat seperti itu.<\/p>\n<p>Awal semester kemarin, saya menemani seorang teman perempuan untuk mendaftar <a href=\"https:\/\/tirto.id\/uang-kuliah-di-yogyakarta-semakin-mahal-cpqL\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kuliah di Jogja<\/a>. Ia tidak mengerti sama sekali tentang Jogja dan ini pertama kalinya ia datang dan langsung mendaftar kuliah. Singkat cerita, beberapa hari yang lalu saya melihat <em>story<\/em> Instagram-nya sedang berada di salah satu tempat <em>clubbing <\/em>terkenal di kota Jogja.<\/p>\n<p>Wah, hebat sekali teman saya ini, baru hitungan minggu mainnya sudah ke sana. Lalu hitungan hari setelah <em>story<\/em> itu, ia kembali membuat <em>story<\/em> sedang di tempat yang sama, kali ini lengkap dengan teman-temannya. Salut! Saya benar-benar salut. Dalam satu minggu saja, teman saya ini sudah dua kali berturut-turut pergi <em>clubbing <\/em>di tempat yang sama. Lah saya, sudah dua setengah tahun di Jogja, sudah semester lima pula, belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke sana. Menyedihkan sekali.<\/p>\n<p>Dulu saat awal kuliah, memang ada satu dua kali ajakan. Tapi saat itu, kenapa saya tolak terus, ya? Padahal kayaknya asyik. Bisa buat tambah-tambah pengalaman juga. Biar besok-besok enggak norak-norak amat pas masuk ke sana. Nah sialnya, sampai sekarang belum pernah nyoba. Alias nol persen pengetahuan soal per-clubbing-an duniawi.<\/p>\n<p>Setelah rentetan kejadian itu, saya kembali meninjau jauh ke dalam pribadi saya sebagai manusia. Apakah saya kudet? Bisa jadi tidak, bisa juga iya. Kalau dilihat-lihat melalui geografis tempat tinggal dan kuliah saya, iya sih tampak jauh. Saya kuliah di selatan Jogja. Sementara beberapa tempat\u00a0<em>clubbing<\/em> itu target pasarnya adalah anak-anak utara Jogja. Tapi, rasa-rasanya jarak bukan hanya soal daya tempuh, deh. Mungkin ada faktor pergaulan, daya saing, gengsi, dan hal-hal lainnya.<\/p>\n<p>Saya sebenarnya penasaran bagaimana keadaan di dalam klub malam. Apalagi untuk yang pertama kali seperti saya, maka pertanyaan pertama yang muncul adalah, &#8220;Masuknya bayar nggak sih?&#8221; Melalui obrolan tipis-tipis seorang teman yang sudah sering ke sana, katanya kalau perempuan boleh langsung masuk alias gratis. Tapi kalau laki-laki katanya <em>kudu<\/em> beli makanan atau minuman dulu. Hmmm.<\/p>\n<p>Lantas, apa benar harga makanan dan minumannya berkali-kali lipat? Kalau dari meme yang biasa saya lihat sih, perbandingan es teh di angkringan dengan di tempat <em>clubbing,<\/em> bagai tanah dan Planet Mars. Bisa-bisa, <em>iced tea<\/em> dengan potongan tipis lemon di bibir gelasnya dijual seharga 50 ribu. Hmmm, ngeri.<\/p>\n<p>Selain itu, yang pasti saya tidak paham minum-minuman di sana. Apalagi dengan nama berbahasa Inggrisnya. Jujur, satu merek pun saya tidak tahu. Ya kalau minum pun, palingan saya mentok di ciu. Ya, saya sungguh cupu.<\/p>\n<p>Nah pertanyaan selanjutnya, setelah masuk, pesan menu, terus di sana ngapain, ya? Tolong, bantu saya mengetahui jawabannya~<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dakwah-di-diskotik-apa-indonesia-kekurangan-masjid\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dakwah di Diskotik: Apakah Indonesia Kekurangan Masjid?<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rasyid-faqih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rasyid Faqih<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau dilihat-lihat melalui geografis, saya tinggal kuliah di selatan Jogja. Sementara beberapa tempat\u00a0clubbing, target pasarnya anak-anak utara Jogja.<\/p>\n","protected":false},"author":194,"featured_media":21853,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4696,115,4697],"class_list":["post-21783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-clubbing","tag-jogja","tag-klub-malam"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/194"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}