{"id":217178,"date":"2023-05-17T10:01:19","date_gmt":"2023-05-17T03:01:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=217178"},"modified":"2023-05-17T10:01:19","modified_gmt":"2023-05-17T03:01:19","slug":"orang-madura-tidak-suka-makan-sayur-dan-itu-nggak-aneh-sama-sekali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-madura-tidak-suka-makan-sayur-dan-itu-nggak-aneh-sama-sekali\/","title":{"rendered":"Orang Madura Tidak Suka Makan Sayur, dan Itu Nggak Aneh Sama Sekali"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian bakal heran dengan fakta ini: orang Madura itu tidak suka makan sayur. Ini serius, saya nggak bercanda. Bukan berarti tidak pernah makan sayur sih. Tetap makan sayur, cuman variasinya tidak banyak. Variasi sayur yang dimakan tidak sebanyak orang Jawa. Palingan, orang Madura hanya suka makan sayuran terong, daun kelor, timun, dan kangkung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas orang Madura tidak suka makan sayur memang jarang diketahui banyak orang. Saya sendiri baru menyadarinya ketika menyantap makanan bersama kakak perempuan dan nenek saya. Kakak perempuan saya bilang kalau gado-gado di Madura berbeda dengan di Jawa. Kebetulan suaminya orang Jawa, sehingga sering pulang ke Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau gado-gado di Jawa, ikannya sedikit, lebih banyak sayurannya. Kebalikannya, gado-gado di Madura banyak ikannya daripada sayurnya. Gado-gado di Jawa isian sayurnya lengkap, mulai dari timun, kubis, sawi, kangkung, sawi, daun pepaya, dan pare. Alhasil, kalau menyantap gado-gado Jawa, tidak pernah dihabiskan,\u201d cerita kakak perempuan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berselang lama, nenek saya memberi respons, \u201cOrang Madura memang tidak suka makan sayuran dari dahulu sampai sekarang. Pernah suatu ketika, saya pergi ke Jawa, kemudian dikasih rujak. Rujaknya banyak sayurannya mulai dari daun singkong, daun pepaya, kubis, dan timun. Yang dimakan hanya ketupat dan timun saja, sayuran lainnya masih utuh, tidak termakan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek saya kemudian lanjut bercerita lagi kalau dulu pernah main ke rumah temannya di Jawa. Dan disajikan makanan disertai sayuran yang banyak. \u201cSaya ini manusia, bukan kambing,\u201d ucapannya pada temannya dengan nada bercanda.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Variasi lalapan yang sederhana<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar cerita dari nenek, saya menjadi kilas balik pada masa menjadi mahasiswa. Kalau diingat-ingat, memang benar orang Madura tidak suka makan sayur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buktinya saja, kalau saya makan lalapan dengan teman yang dari Madura, sayurannya tidak pernah dimakan. Beda ketika makan dengan teman orang Jawa, pasti sayurannya dihabiskan. Sampai-sampai saya pernah bilang ke teman yang orang Jawa, \u201cKamu lapar, ta? Kok semua sayurnya kamu lahap semua.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, kalau dibandingkan antara lalapan di Madura dengan lalapan di Jawa, memang ada perbedaan. Perbedaannya terletak pada variasi sayurannya. Kalau di Madura, sayurannya hanya timun dan daun kemangi. Sedangkan, lalapan di Jawa lebih kompleks variasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, saya coba merenungkan kenapa orang Madura nggak suka makan sayur?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah merenungkannya, saya memperoleh jawaban. Yang bikin orang Madura tak suka sayur adalah kondisi geografis.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kondisi geografis adalah kunci<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini. secara kondisi geografis, tanah di Madura tidak sesubur tanah di Jawa. Apa hubungannya dengan kesuburan tanah? Hubungannya ada pada variasi tanaman yang bisa ditanam. Banyak sekali variasi sayuran yang bisa ditanam di Jawa. Di Pacet, saya sering melihat sawahnya ditanami sayuran berupa kubis, seledri, wortel, dan bunga kol. Di daerah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/uneg-uneg\/sebenarnya-kota-batu-ini-mau-jadi-kota-seperti-apa-sih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Batu<\/a> juga sama, persawahannya ditanami dengan berbagai variasi sayuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, sawah di Madura tidak akan subur ditanami dengan sayuran. Mentok hanya bisa ditanami daun kelor dan mentimun. Kebanyakan sawah di Madura ditanami jagung, tembakau, dan padi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya perbedaan tingkat kesuburan tanah di Jawa dan tanah di Madura, memengaruhi jenis makanan yang dimakan. Sejak kecil, anak-anak di Madura lebih sering diberikan ikan laut daripada sayuran. Sehingga, ketika usianya mulai beranjak, ada kebiasaan tertanam dalam pola hidupnya tidak suka menyantap sayuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa orang tua lebih sering memberikan ikan laut daripada sayuran pada anaknya? Kata orang tua yang saya tanyakan, mereka bukannya tidak mau memberikan anaknya sayuran. Cuman, mendapatkan sayuran segar di Madura susah. Beda kalau di Jawa, sayurannya masih segar. Kecuali, sayuran timun dan <a href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/837\/mengenal-berbagai-manfaat-kelor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">daun kelor<\/a>, masih mudah untuk menemukan yang segar. Sehingga, orang tua takut memberikan anaknya sayuran kalau tidak segar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi, para orang tua di Madura meyakini bahwa ikan laut lebih memiliki manfaat bagus untuk tumbuh kembang anaknya, terutama perkembangan otaknya. Sebab, ikan laut punya kandungan protein tinggi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Makna makanan enak bagi orang Madura<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat orang Madura tidak suka makan sayur adalah perbedaan tentang makna makanan enak. Bagi lidah orang Madura, makna makanan enak harus memiliki cita rasa yang kuat. Dari mana muncul makna makanan enak harus memiliki cita rasa yang kuat?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembentukannya terjadi secara histori. Kata nenek saya, dari dulu orang tuanya sudah suka membuat makanan yang cita rasanya kuat dengan beragam rempah-rempah. Cara memasak dengan beragam rempah, dilanjutkan oleh nenek saya dan diajarkan kepada ibu saya. Sehingga, cita rasa yang kuat sebagai makna makanan enak bagi lidah orang Madura diperoleh secara turun-temurun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, menjadi rasional kalau mereka tidak suka makan sayur. Sebab, sayur rasanya hambar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, yang membuat mereka tidak suka makan sayur karena pemahaman tentang hidup sehat. Kata kerabat saya yang di Jawa, kalau mau hidup sehat harus perbanyak makan sayuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak dengan orang Madura. Bagi orang Madura kunci hidup sehat berasal dari kebahagiaan. Dan salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan makan makanan yang disukai. Itu sebabnya, orang Madura lebih suka makan makanan berlemak, seperti sate dan gule. Sebab, makanan berlemak bagian dari makanan kesukaan orang Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tidak heran kalau orang Madura tidak suka makan sayuran. Bukan karena tidak mau menghargai pemberian Tuhan. Melainkan faktor geografis dan budayalah yang membuat sayur bukan jadi makanan yang mereka gemari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Akbar Mawlana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keunikan-warung-madura-di-tengah-gemerlapnya-ibu-kota\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Madura itu nggak suka makan sayur. Lho, beneran ini.<\/p>\n","protected":false},"author":891,"featured_media":217429,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[1581,1976,19256],"class_list":["post-217178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-makanan-enak","tag-orang-madura","tag-sayur"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/891"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217178"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217178\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}