{"id":216394,"date":"2023-05-08T08:43:38","date_gmt":"2023-05-08T01:43:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=216394"},"modified":"2023-05-08T08:45:27","modified_gmt":"2023-05-08T01:45:27","slug":"sbmptn-2019-utbk-terbaik-sepanjang-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sbmptn-2019-utbk-terbaik-sepanjang-masa\/","title":{"rendered":"SBMPTN 2019 Adalah UTBK Terbaik Sepanjang Masa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak kerasa udah masuk periode ujian masuk perguruan tinggi. Dalam pandangan saya pribadi, ada tiga ujian dalam ranah pendidikan yang bikin otak jedag-jedug jos, yakni UN, SBMPTN, dan ujian skripsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tanpa alasan saya mengatakan demikian. Coba deh bayangkan, hidup saja penuh dengan ujian dan masih diuji dengan \u201cujian\u201d lagi. Bisa dibilang tiga jenis ujian di atas merupakan \u201cujian dalam ujian\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kali ini saya hanya akan mengulas perihal SNBT 2023, nama baru untuk SBMPTN. Yah, apapun namanya tetap saja ujian masuk perguruan tinggi. Nah, dari jenis namanya yang berubah saja, kita udah bisa tahu kenapa SBMPTN bikin frustasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, karena setiap tahun sistem ujiannya berubah-ubah. Dan hal ini cukup bikin frustasi. Dengan tingkat kesulitan yang bagi sebagian besar adik-adik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alternatif-jalur-masuk-ptkin-untuk-calon-mahasiswa-yang-pengin-kuliah-di-univ-negeri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">calon mahasiswa<\/a> ketar-ketir. Dan hal ini membuat probabilitas lolos perguruan tinggi idaman malah makin susah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada suatu masa ketika ujian masuk perguruan tinggi, tingkat kesulitannya dipermudah oleh pemerintah, yakni SBMPTN 2019. Kenapa demikian? Sini saya jelasin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ujiannya bisa dua kali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan <a href=\"https:\/\/kampus.republika.co.id\/posts\/213910\/ini-perubahan-jadwal-utbk-snbt-2023-resmi-dari-panitia-snpmb\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SNBT 2023<\/a>, SBMPTN 2019 bisa dua kali tes. Ya, dua kali, adik-adikku. SBMPTN pada tahun tersebut dibagi menjadi dua jenis soal, yakni SAINTEK yang menjurus ke soal berjenis matematika dan sains. Sementara itu, SOSHUM untuk yang menjurus ke soal-soal berbasis sosial. Sementara tahun ini, tidak lagi ada pengotak-otakkan berdasarkan jenis soal, namun berbasis Tes Potensi Skolastik (TPS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hal yang paling membedakan adalah karena ujian kali ini hanya satu kali. Apa artinya, Bang Messi? Ya, artinya potensi untuk lolos malah lebih kecil dibanding SBMPTN 2019. Jadi, adik-adikku, pesan kamu yang udah semester akhir ini, belajar yang rajin, jangan push rank mulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dua kali ujian dan bisa custom jenis soal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, keliatan SBMPTN itu banyak ya ujiannya. Meskipun jenis soalnya ada banyak, peserta ujian diberikan kebebasan, mau satu kali atau dua kali ujian. Dan kabar baiknya, bisa custom jenis soalnya. Sepengalamannya saya, saya dua kali ujian dengan dua jenis soal yang berbeda, SOSHUM dan SAINTEK. Mantap, kan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sementara teman-teman saya ada yang hanya sekali, dan ada juga yang keduanya namun memilih jenis soal yang sama. Hal dikarenakan jenis soal disesuaikan dengan jurusan yang hendak diambil oleh calon mahasiswa. Hal ini menurut saya memudahkan adik-adik untuk menetapkan jurusan mana yang hendak dipilih berdasarkan jenis soal yang diambil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ujian dulu, keluar nilai, baru pilih jurusan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini bagian paling luar biasa pada SBMPTN 2019. Peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian dulu, baru <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-memilih-jurusan-kuliah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memilih jurusan<\/a>. Jurusan yang dipilih diambil berdasarkan jenis soal ujian yang dipilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seingat saya, nilai keluar satu minggu setelah ujian dilaksanakan. Setelahnya, peserta diberikan kesempatan untuk memilih jurusan yang dipilih berdasarkan nilai SBMPTN yang diraih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan previllage ini, peserta akan lebih mudah dalam mempertimbangkan jurusan yang akan dipilih. Makanya, keputusan yang diambil akan lebih matang lagi, di mana hal ini akan berdampak pada probabilitas peserta lolos ke universitas idaman semakin tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berbeda dengan SNBT 2023, di mana peserta hanya sekali ujian dan memilih jurusan diawal. Hal ini tentu lebih sulit karena keputusan peserta bisa jadi lebih spekulatif hanya berdasarkan ikut-ikutan teman. Bahkan bisa asal-asalan pilih jurusan karena emang nggak tahu mau memilih apa. Ingat, salah pilih jurusan, bisa berujung salah memilih karier.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang perlu diperhatikan adalah, masing-masing sistem ujian SBMPTN tiap tahun memiliki kelebihan dan kekurangannya. Saya yakin betul sistem yang berubah-ubah sudah berdasarkan evaluasi dari tahun ke tahun oleh para ahli di bidangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapat pribadi ini hanya berdasarkan pengalaman saya sebagai penyintas SBMPTN 2019. Dan saya bersyukur bisa mengalami periode tersebut dalam hidup saya dan merasa tak salah dalam memilih jurusan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kayaknya sih, nggak salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggajk salah, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Ridho Kayambo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-jurusan-yang-mencerminkan-orang-indonesia-banget-yang-bisa-dibuka-perguruan-tinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Jurusan yang Mencerminkan Orang Indonesia Banget<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendapat pribadi ini berdasarkan pengalaman sebagai penyintas SBMPTN 2019. Saya bersyukur bisa mengalami periode tersebut dalam hidup saya.<\/p>\n","protected":false},"author":1980,"featured_media":216411,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[1184,19129,19131,19130],"class_list":["post-216394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-sbmptn","tag-sbmptn-2019","tag-snbt","tag-snbt-2023"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1980"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=216394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=216394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=216394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=216394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}