{"id":216120,"date":"2023-05-05T09:15:19","date_gmt":"2023-05-05T02:15:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=216120"},"modified":"2023-05-05T09:15:19","modified_gmt":"2023-05-05T02:15:19","slug":"ut-bukan-kampus-terbaik-tapi-rektor-ut-tetap-yang-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ut-bukan-kampus-terbaik-tapi-rektor-ut-tetap-yang-terbaik\/","title":{"rendered":"UT Bukan Kampus Terbaik, tapi Rektor UT Tetap yang Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT), saya mengakui jika kampus tempat saya kuliah memang bukan yang terbaik di Indonesia. Saat ini harus diakui kalau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jembatan-aborsi-contoh-nyata-beratnya-perjuangan-kuliah-di-ui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UI<\/a>, UGM, dan ITB masih menjadi tiga kampus terbaik di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apapun itu, saya tetap menganggap rektor UT adalah rektor terbaik di Indonesia. Bahkan melebihi rektor-rektor kampus top Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, iya, rektor kami tidak sempurna. Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan semata. Akan tetapi, ada alasan-alasan tertentu yang membuat saya harus mengangkat topi dengan rektor UT, baik itu Bapak Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph,D. maupun rektor-rektor yang pernah menjabat sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Memimpin banyak mahasiswa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan kampus lain yang jumlah mahasiswanya berkisar 20.000 sampai 50.000-an saja, UT menjadi perguruan tinggi dengan lebih dari 400.000 mahasiswa. Mahasiswa dan mahasiswi UT tersebar dari Sabang sampai <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Merauke\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merauke<\/a>. Tidak hanya itu saja, mahasiswa kami juga ada di luar negeri. Sebab, Universitas Terbuka memiliki lebih dari 39 cabang dan layanan luar negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurus ratusan ribu mahasiswa bukan perkara mudah. Jangankan ratusan ribu, mengurus puluhan ribu saja nggak mudah, kok. Tapi, Pak Ojat mampu melakukannya dengan baik meski tidak 100% perfect.<\/span><\/p>\n<h2><b>Memimpin mahasiswa dari berbagai generasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dari mahasiswa di perguruan tinggi lain yang memang mahasiswa berusia rata-rata 19 sampai 27 tahun, mahasiswa Universitas Terbuka lebih beraneka ragam. Selain usia-usia segitu, mahasiswa UT juga ada yang berusia di atas 30 tahun, bahkan di atas 50 tahun juga ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berarti Pak Ojat memimpin mahasiswa lintas generasi. Ada mahasiswa Generasi Z, milenial, dan X. Terbukti, walaupun harus memimpin lebih dari satu generasi, beliau mampu melakukannya dengan baik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rektor UT memimpin mahasiswa yang \u201ctidak semua pintar&#8217;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perguruan tinggi lain menerapkan tes untuk bisa menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Itu artinya hanya orang-orang pilihan berotak cerdas yang bisa berkuliah di kampus. Yah, setidaknya mampu membayar kalau nggak dapat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-keuntungan-yang-saya-rasakan-dari-beasiswa-bank-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">beasiswa<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan Universitas Terbuka yang membebaskan siapa saja menjadi mahasiswa tanpa mengikuti tes asal setidaknya sudah lulus SMA\/SMK atau sederajat. Tidak semua mahasiswa UT itu memiliki otak jenius, ada juga yang biasa-biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memimpin orang-orang pintar sedikit lebih mudah karena mereka lebih bisa diatur. Namun, memimpin orang (maaf) bodoh bukanlah sesuatu hal yang mudah. Namun lagi dan lain, rektor Universitas Terbuka mampu melakukannya dengan baik sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Universitas Terbuka miskin kontroversi, tapi kaya prestasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak berdirinya Universitas Terbuka zaman Presiden Soeharto sampai zaman Presiden Joko Widodo, hampir tidak pernah terdengar kontroversi dari kampus ini. Justru UT banyak mendapatkan penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan Universitas Terbuka menjadi pelopor perguruan tinggi di Indonesia dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Universitas Terbuka menjadi perguruan tinggi yang mampu menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dan tatap muka dengan sama baiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja keberhasilan dan perkembangan pesat UT tidak terlepas dari para rektor yang pernah memimpin kampus ini. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-terbuka-untuk-rektor-universitas-terbuka-basmi-pungli-di-kampus-kita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rektor<\/a> memiliki wewenang membuat kebijakan sehingga tahu arah dan perkembangan perguruan tinggi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan segala keterbatasannya, para rektor UT berhasil bertumbuh. Dahulu hanya kampus tak terakreditasi, sekarang sudah terakreditasi B dan juga sudah banyak jurusan di UT yang terakreditasi A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terima kasih Pak Rektor, sayangnya kami mahasiswa UT yang ada di daerah mungkin tidak akan pernah bertemu Bapak secara langsung. Namun, kami tetap mendukung semua kebijakan Bapak asal tidak melanggar Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menjadikan UT semakin baik lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Firdaus Deni Febriansyah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-terbuka-bukan-tempat-bagi-mahasiswa-malas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Terbuka Bukan Tempat bagi Mahasiswa Malas<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keberhasilan dan perkembangan pesat UT tidak terlepas dari para rektor yang pernah memimpin. Belum sempurna, tapi salah satu yang terbaik.<\/p>\n","protected":false},"author":1080,"featured_media":216141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[19109,19111,19110,19108,6120,6119],"class_list":["post-216120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-akreditasi-ut","tag-jurusan-di-ut","tag-kampus-ut","tag-rektor-ut","tag-universitas-terbuka","tag-ut"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=216120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216120\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=216120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=216120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=216120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}