{"id":21577,"date":"2019-11-29T14:13:18","date_gmt":"2019-11-29T07:13:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=21577"},"modified":"2019-11-29T14:13:18","modified_gmt":"2019-11-29T07:13:18","slug":"buat-kamu-yang-suka-mampir-indekos-teman-seenaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/buat-kamu-yang-suka-mampir-indekos-teman-seenaknya\/","title":{"rendered":"Buat Kamu yang Suka Mampir Indekos Teman Seenaknya!"},"content":{"rendered":"<p>Kata <em>kos<\/em> atau <em>kost <\/em>merupakan bentuk tidak baku dari indekos yang digunakan untuk merujuk tempat tinggal sementara. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, indekos memiliki makna tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan dan\u00a0 membayarnya dalam periode tertentu. Akan tetapi, makna indekos tersebut mengalami pergeseran makna sebagaimana tren masa kini.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, indekos\u2013dalam ingatan masyarakat umum\u2013memiliki afiliasi yang sangat erat dengan mahasiswa, meskipun tidak mereka saja yang kerap menggunakan indekos. Ada karyawan, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/indonesia-di-tengah-pusaran-daya-saing-wisata-bnQe\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">wisatawan<\/a>, bahkan orang yang telah berkeluarga sekalipun.<\/p>\n<p>Saya\u2013sebagai mahasiswa\u2013pun mengalami proses ngekos. Sebagai seorang mahasiswa perantau di Yogya, tentu ngekos adalah suatu keharusan. Kalau nggak ngekos, mau tinggal di mana?<em> Wong<\/em>, ngekos itu enak kok, terlebih indekos yang dipilih nyaman untuk ditinggali. Jangan terlalu nyaman sih, nanti kalian bakal rugi sendiri.<\/p>\n<p>Loh, kalau indekosnya nyaman kok malah rugi, sih? Nah, kalau indekosnya nyaman untuk ditinggali\u2013ini pengalaman pribadi saya\u2013maka kemungkinan teman kalian untuk mampir akan semakin besar. Entah teman kuliah, entah teman lama, bahkan teman spesial sekalipun. Apalagi, kalian ngekos di sebuah kota bernama Yogya yang sudah barang tentu mengundang teman kalian untuk mampir ke kos.<\/p>\n<p>Baru-baru ini, seorang teman lama menghubungi saya lewat aplikasi Line. Dia mengirim pesan singkat, \u201cDesember awal <em>lu<\/em> kosong nggak\u201d. Kalimat itu\u2013memang\u2013tidak menggunakan tanda tanya, tapi sudah menyiratkan bahwa itu adalah pertanyaan. \u201cNginep sabi nggak, kosan lu muat berapa orang? Gua sama yang lain mau ke Yogya nih,\u201d lanjutnya. Waduh, sudah minta mampir, bawa massa pula.<\/p>\n<p>Bukan tanpa alasan saya bisa bercerita seperti ini, indekos saya sudah berulang kali didatangi teman-teman saya selama setahun belakangan ini. Jadi, saya sudah tahu betul bagaimana rasanya. Untung-untung kalau yang mampir tidak merepotkan, lah kalau merepotkan?<\/p>\n<p>Tiba-tiba bilang di chat, \u201cDah di depan <em>kos<\/em>,\u201d tanpa kasih kabar sebelumnya. Dia mampir berhari-hari, mengganggu waktu kuliah dan bikin tugas, menghabiskan stok makanan, dan mengotori serta merusak barang di kamar indekos. Dasar teman-teman berengsek, nikmat betul mampir ke tempat orang seperti itu. Memangnya indekos saya penginapan seperti hotel bintang lima?<\/p>\n<p>Sebetulnya, saya senang membantu orang lain, terlebih teman-teman saya sendiri. Namun, jika yang saya bantu justru merepotkan, saya menjadi malas untuk membantunya. Bukan bermaksud apa-apa, untuk mengurus hidup saya sendiri saja sudah repot, apalagi membantu mengurus hidup orang lain yang mampir di indekos saya.<\/p>\n<p>Saya pun butuh ranah privasi sebagai mahasiswa. Saya butuh tempat yang membuat saya nyaman dalam melakukan segala aktivitas. Bagaimana rasanya jika ada orang lain yang mampir di tempat ternyaman kalian untuk beraktivitas? Tentu sebuah hal yang menjengkelkan, apalagi jika mereka membuat kegaduhan.<\/p>\n<p>Indekos merupakan tempat tinggal dan mampir. Jika ingin mampir ke suatu kota dan terdapat teman kita di\u00a0 sana, apa yang harus kita lakukan? Betul sekali, mampir di indekos teman.<\/p>\n<p>Menurut saya, ini merupakan contoh pandangan yang tidak tepat. Kata \u201cmampir\u201d memiliki makna singgah. Jika teman kalian mampir, berarti memiliki arti bahwa kalian singgah di indekosnya. Iya kan? \u201cBro, mampir ke kos lu bentar dong!\u201d, \u201cEh, gua di Surabaya nih, mampir ke kos lu yak!\u201d, \u201cMinggu depan <em>g<\/em>ua ke Bandung nih, mampir kos lu sabi kali&#8230;\u201d dan lain-lain.<\/p>\n<p>Saya lebih menyukai kata \u201ckunjung\u201d yang memiliki makna datang. Jika teman kalian dikunjungi, berarti kalian tidak singgah di indekosnya dan tidak pula menginap di indekosnya, hanya sekadar berkunjung. Kunjungannya pun tidak harus di indekos.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, \u201cKamu di Yogya, kan? Aku mau berkunjung ke sana.\u201d, \u201cBesok aku kunjungan kerja ke Makassar, kamu di sana kan? Aku ingin ketemu.\u201d, dan berbagai kalimat baku lainnya karena kata \u201ckunjung\u201d kurang cocok digunakan dalam kalimat sehari-hari.<\/p>\n<p>Dengan begitu, indekos merupakan tempat tinggal, bukan tempat mampir. Indekos juga lebih tepat menjadi tempat yang dikunjungi untuk melepas rindu dengan teman-teman kita, bukan untuk menginap dan menyusahkan mereka.<\/p>\n<p>Jika masih ingin mampir, mampirlah ke hotel bintang lima\u2013di kota tempat teman kalian berada\u2013dengan mengajak teman kalian untuk menikmati segala layanannya. Bukan ke indekos teman kalian untuk menghabiskan segala persediaan mereka.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kos-kosan-mewah-arief-muhammad-dan-romantisasi-pribadi-anak-kos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kos-kosan Mewah Arief Muhammad dan Romantisasi Pribadi Anak Kos<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aliurridha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aliurridha<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan bermaksud apa-apa, untuk mengurus hidup saya sendiri saja sudah repot, apalagi membantu mengurus hidup orang lain yang mampir di indekos saya.<\/p>\n","protected":false},"author":461,"featured_media":21724,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[116,2564,4675],"class_list":["post-21577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-anak-kos","tag-ibu-kos","tag-ternak-kos"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/461"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}