{"id":214681,"date":"2023-05-03T12:55:47","date_gmt":"2023-05-03T05:55:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=214681"},"modified":"2023-05-03T12:55:47","modified_gmt":"2023-05-03T05:55:47","slug":"meromantisasi-purwokerto-adalah-upaya-meremehkan-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meromantisasi-purwokerto-adalah-upaya-meremehkan-sejarah\/","title":{"rendered":"Meromantisasi Purwokerto Adalah Upaya Meremehkan Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purwokerto adalah salah satu kota yang menjadi tujuan para pelajar untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah universitas di kota ini. Kini, Kota Satria menjadi salah satu kota dengan daya tarik tinggi untuk mendatangkan para kaum pelajar selain Yogyakarta, Bandung, dan Malang. Banyaknya pendatang yang notabene adalah pelajar membuat kota ini bertransformasi sedemikian rupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, kota ini begitu sejuk dan damai karena letaknya yang berada di bawah kaki Gunung Slamet. Semenjak munculnya berbagai universitas membuat kota ini beradaptasi. Mata pencaharian rakyat yang dulunya petani dan pedagang berubah seketika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak profesi baru yang muncul untuk menunjang kegiatan mahasiswa seperti tukang foto kopi dan digital printing. Dunia kuliner Purwokerto juga kena pengaruh dengan munculnya berbagai jenis makanan yang sedang happening di kalangan anak muda. Bisnis waralaba pun bermunculan begitu banyak. Mulai dari KFC, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-starbucks-membuktikan-upah-di-indonesia-rendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Starbucks<\/a>, HokBen hingga McD yang masih dalam proses pembangunan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Suasana Purwokerto sudah berubah drastis\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara para remaja yang sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah, mereka menemukan cintanya di Purwokerto ini. Ketika malam minggu tiba kamu bisa dengan mudah menemukan pasangan sedang memadu kasih di berbagai sudut Purwokerto. Mulai dari Alun-Alun, <a href=\"https:\/\/www.tripadvisor.co.id\/Attraction_Review-g790290-d12287192-Reviews-Rita_Super_Mall-Purwokerto_Central_Java_Java.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rita Super Mall<\/a>, Rajawali Cinema, Jalan Ir. Soekarno hingga Stasiun Purwokerto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Romantisasi kota ini sudah menyebar ke segala penjuru bagaikan sapuan ombak Tsunami yang menerjang segala titik tanpa kompromi. Hal ini sudah menjadi hal wajar yang tumbuh dan berkembang di sini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Romantisasi yang justru tidak bermanfaat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segala romantisasi juga didukung dengan fasilitas yang ada di Kota Purwokerto. Alun-Alun Purwokerto dibangun seperti jalan di area Malioboro. Mulai dari lampu, tempat duduk hingga pedestriannya yang hampir disamakan dengan jalanan di area nol kilometer, Yogyakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga didukung dengan munculnya reels di instagram dan tik tok. Backsound lagu yang sering digunakan adalah lagu dari Guyon Waton berjudul Purwokerto Ninggal Cerito. Lagu ini seringkali muncul di FYP Tiktok saya diiringi dengan berbagai kisah dilematis di kota penghasil mendoan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang kalian perlu tau. Romantisasi ini rasanya sangat norak. Kenapa demikian? Karena kota ini terlahir sebagai kota-nya para kesatria. Sebut saja Jenderal Besar Soedirman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Jendral lahir di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga yang saat itu masih berada di wilayah Karesidenan Banyumas. Selain itu, ada nama Jenderal Suprapto yang menjadi salah satu korban G30S PKI dan meninggal di Lubang Buaya, Jakarta. Beberapa orang tersebut menjadi alasan kenapa kota yang berada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-tempat-tinggal-terbaik-di-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Provinsi Jawa Tengah<\/a> ini berjuluk Kota Satria.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pahlawan yang lahir dari rahim Kota Satria<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sejarah tersebut, kita dapat mengetahui betapa hebatnya kota satu ini. Dari rahim Purwokerto lahirlah pahlawan-pahlawan kuat di negeri ini. Maka, romantisasi Purwokerto saya rasa hanya akan menjadikan para pemuda dan pemudi di kota ini bermental tipis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak di antara mereka yang menangis karena masalah percintaan, rindu, dan kenangan. Seharusnya mereka mampu menilik sejarah. Melihat perjuangan besar Soedirman yang tak pernah berhenti bergerilya ke hutan-hutan di tanah Jawa demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertempur dengan dengan kondisi sakit dan risiko besar. Selain itu, beliau juga meninggalkan istri, anak, dan keluarga. Tapi, akhir-akhir ini banyak pemuda-pemudi cengeng bermental <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meluruskan-keresahan-purwokerto-perihal-mendoan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mendoan<\/a> yang lahir di kota ini. Mentale klemar-klemer, Lur!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayolah kawan, mari kita ubah lagi perspektif kota ini menjadi kota yang penuh wibawa. Masa Kota Satria dihuni oleh anak muda yang cengeng. Pemuda-pemudi yang hanya bisa joget dan bikin snap galau di instastory. Aja ngisin-ngisina, Lur!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saatnya-purwokerto-memisahkan-diri-dari-kabupaten-banyumas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saatnya Purwokerto Memisahkan Diri dari Kabupaten Banyumas<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari rahim Kota Purwokerto lahir pahlawan besar yang mengisi sejarah bangsa Indonesia. Romantisasi adalah wujud meremehkan sejarah tersebut.<\/p>\n","protected":false},"author":1840,"featured_media":214758,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[10004,19093,19092,446,8526,509],"class_list":["post-214681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-jawa-tengah","tag-jenderal-soedirman","tag-kota-purwokerto","tag-malioboro","tag-purwokerto","tag-yogyakarta"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1840"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=214681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214681\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=214681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=214681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=214681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}