{"id":214552,"date":"2023-05-02T10:10:47","date_gmt":"2023-05-02T03:10:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=214552"},"modified":"2023-05-03T08:46:02","modified_gmt":"2023-05-03T01:46:02","slug":"nestapa-menggunakan-bus-akas-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nestapa-menggunakan-bus-akas-madura\/","title":{"rendered":"Nestapa Menggunakan Bus Akas Madura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Madura, bus Akas itu teman kehidupan sehari-hari. Khususnya untuk tujuan keluar dari pulau. Bus ini memang sudah mendominasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya nggak ada bus lain selain Akas. Sebenarnya ada juga bus Lorena dan Karina. Namun, bus Lorena dan Karina jumlahnya sedikit dan waktu jalannya tidak banyak. Sementara itu, jumlah bus Akas itu sangat banyak dan setiap jam akan berangkat dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nestapa-tinggal-di-desa-montorna-sumenep\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumenep<\/a>. Jadi, sudah tentu orang Madura akan mengandalkan bus Akas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, keberadaan bus Akas seperti sebongkah emas buat orang Madura. Kehadirannya sangat membantu mobilisasi. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana kondisinya apabila tidak ada bus Akas. Bukan tidak mungkin, orang Madura akan terisolasi, tidak bisa bepergian ke luar kota atau pulau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekalipun menjadi emas, tetapi tidak selamanya bus Akas itu menyenangkan. Sebab, bus ini menyimpan berbagai ketidaknyamanan. Bagaimana saya tahu? Karena saya merupakan orang yang sering menggunakan bus Akas dari usia belia hingga sekarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rasa bosan naik Akas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama menggunakan bus Akas sebagai moda transportasi, kesan yang paling saya ingat adalah rasa bosan. Rasa bosan bisa muncul karena tidak ada fasilitas hiburan berupa musik atau tayangan video di bus ini. Iya, mayoritas memang begitu. Ada sih yang menyediakan hiburan, tapi dikit banget jumlahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir 90% kru tidak menyetel musik atau tayangan video. Ini berbanding terbalik dengan pengalaman saya menggunakan bus Malang dan bus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-saatnya-membangun-jalan-tol-hutan-dari-situbondo-sampai-jember\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jember<\/a>. Setiap naik bus Malang dan bus Jember pasti ada hiburan, baik berupa musik atau tayangan video. Sehingga, selama perjalanan ada hiburan yang membuat penumpang menjadi tidak bosan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah saya bertanya pada kru tentang alasannya tidak menyalakan musik atau tayangan video. Rata-rata alasannya adalah tidak punya flashdisk untuk menyetel musik dan tayangan video. Atau memiliki flashdisk cuman malas untuk menyetelnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar alasannya, muncul gejolak dalam perasaan bahwa sudah seharusnya manajer Akas memberikan fasilitas flashdisk agar krunya bisa menyalakan musik dan tayangan video. Sekaligus memberikan aturan agar sopir tidak malas menyalakan musik dan tayangan video. Tujuannya agar Akas bisa memberikan pelayanan yang nyaman pada penumpang.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nestapa-menggunakan-bus-akas-madura\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Suka menaikkan penumpang melebihi kapasitas&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Suka menaikkan penumpang melebihi kapasitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naik bus Akas itu harus kuat-kuat menahan emosi. Bagaimana tidak mau emosi, kalau krunya sering menaikkan penumpang dengan jumlah yang over dari kapasitas. Akibatnya. di dalam bus harus saling berdesak-desakan. Dengan kondisi Madura yang panas, ditambah berdesakan, akhirnya keadaan di dalam menjadi sesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan yang sesak dan panas berhasil membuat banyak penumpang menjadi emosi. \u201cSaya ini manusia, bukan ikan pindang, Pak.\u201d Salah satu luapan emosi dari penumpang dari Madura yang masih saya ingat sampai sekarang. Memang, kru bus Akas seakan tidak memanusiakan manusia, kenyamanan penumpang seolah digantikan dengan orientasi keuntungan uang semata.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sopir yang nggak sabaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat emosi menggunakan bus akas adalah sopirnya tidak sabar. Sering saat mendapat <a href=\"https:\/\/medan.tribunnews.com\/2023\/05\/01\/diduga-ugal-ugalan-mobil-bus-penumpang-terguling-di-tebingtinggi-sopir-melarikan-diri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sopir yang ugal-ugalan<\/a>. Dalam hati saya ingin misuh tapi nggak berani karena takutnya si sopir semakin ugal-ugalan. Bahkan, saya pernah mengajak teman kuliah, kemudian dia bercerita kalau rasanya ingin mati melihat sopirnya membawa busnya dengan kencang dan ugal-ugalan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fasilitas yang nggak menyenangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan dari segi fasilitas tempat duduk, bus ini kurang nyaman karena ukuran ruang untuk kaki yang sempit. Sehingga, saat membawa barang bawaan yang ditempatkan di depan bawah kursi, akan membuat gerak kaki sangat terbatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi saya sering menemukan kursi yang sudah rusak. Seperti, senderannya yang tidak bisa disandarkan oleh tubuh. Apabila disandarkan, sandarannya akan meleyot ke belakang. Atau sandaran tangannya tidak bisa diangkat. Tidak bisa diangkatnya sandaran tangan, lama-kelamaan akan membuat tangan menjadi pegal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Masukan dari orang Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari curahan tentang ketidaknyamanan menggunakan bus Akas di Madura, saya tidak bermaksud untuk menjelekkannya. Melainkan, saya ingin memberikan masukan agar meningkatkan fasilitas dan pelayanannya. Tujuannya, agar bus Akas di Madura bisa tetap eksis hingga waktu yang lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tidak mungkin jika ada bus pendatang baru di Madura dengan fasilitas dan pelayanan lebih bagus, akan menyingkirkan eksistensi bus ini. Tentu saya tidak mau eksistensi bus Akas menghilang. Mengingat, di dalam lubuk hati masyarakat Madura, bus Akas telah menjadi primadona. Sebab, bus Akas telah menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/istana-topkapi-saksi-bisu-puncak-khilafah-islam-pada-masa-kesultanan-utsmaniyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">saksi bisu<\/a> sejarah kehidupan masyarakat sini. Jadi, semoga segera bisa berbenah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Akbar Mawlana<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/derita-naik-bus-sinar-jaya-dari-jakarta-ke-kawunganten-cilacap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Derita yang Saya Rasakan Saat Naik Bus Sinar Jaya dari Jakarta ke Kawunganten Cilacap<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bus Akas, seakan-akan sudah mendominasi Madura. Tak punya pilihan lain, msyarakat kudu beradaptasi dengan nestapa yang kini juga saya rasakan.<\/p>\n","protected":false},"author":891,"featured_media":214617,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[483,19077,19076,5020],"class_list":["post-214552","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus","tag-bus-akas","tag-bus-akas-madura","tag-madura"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/891"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=214552"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214552\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=214552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=214552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=214552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}