{"id":213990,"date":"2023-04-23T10:19:36","date_gmt":"2023-04-23T03:19:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=213990"},"modified":"2023-04-23T10:19:36","modified_gmt":"2023-04-23T03:19:36","slug":"derita-tinggal-di-kayuagung-sumatera-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/derita-tinggal-di-kayuagung-sumatera-selatan\/","title":{"rendered":"Penderitaan yang Saya Rasakan ketika Tinggal di Kayuagung, Sumatera Selatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-rasanya-nggak-pernah-mudik-lebaran-sejak-lahir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lebaran<\/a> tahun ini saya dan istri mudik ke Kayuagung, Sumatera Selatan. Kecamatan Kayuagung adalah kampung halaman istri saya. Mudik ke daerah tersebut ternyata meninggalkan pengalaman tersendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, tinggal di Kayuagung Sumatera Selatan itu sama seperti tinggal di daerah lain, di Indonesia. Maksud saya, selalu ada plus dan minusnya. Nah, kali ini, saya akan sedikit curhat tentang bagian minus, atau saya sebut sebagai \u201cderita\u201d, dari tinggal di Kayuagung Sumatera Selatan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Penderitaan untuk mencapai Kayuagung, Sumatera Selatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan mudik dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-dosa-kota-bandung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung<\/a> sampai Kayuagung memakan waktu 14 sampai 16 jam jika kamu naik bus. Mempertimbangkan lamanya waktu perjalanan, awalnya saya berniat naik pesawat saja. Namun, niat tersebut harus saya kubur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandara yang terdekat dari Kayuagung adalah Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Selatan. Nah, untuk mencapai Kayuagung dari bandara, kamu harus menempuh jalan darat selama tiga jam. Jangan bayangkan tiga jam perjalanan di atas jalanan yang mulus, ya. Tiga jam di sini bakal sangat menyiksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, tak ada moda transportasi yang nyaman dan cepat untuk sampai ke Kayuagung. Sudah begitu, ongkos perjalanannya begitu mahal. Memang butuh perjuangan super ekstra agar bisa sampai ke Kayuagung.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Cuacanya panas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang yang menetap di Jawa Barat seperti saya, tinggal di Kayuagung bukan hal mudah. Kalau di Jawa Barat, khususnya di tempat saya tinggal, suhu terendah sekitar 18 derajat saja, tertinggi 30 derajat. Nah, di Sumatera Selatan, minimal 25 derajat dan seringnya di 34 derajat.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat berada di Kayuagung, hampir setiap hari tubuh saya selalu berkeringat. Itu saja saya hanya tinggal di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas yang berat. Rasanya sangat sulit untuk jauh dari kipas angin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking panasnya, saya sampai pernah juga menaruh tiga kipas angin di dekat saya.\u00a0 Oleh sebab itu, bagi orang yang tumbuh besar di Sumatera Selatan seperti istri saya, suhu dingin menjadi hal yang langka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istri saya pernah bercerita bahwa saat kali pertama tinggal di Bandung, dia terkejut dengan dinginnya kota ini. Saat itu, suhunya 19 derajat. Bagi orang Bandung, suhu 19 derajat menjadi hal yang biasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Banyak orang lokal yang belum bisa menggunakan Bahasa Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mumpung lagi mudik ke Sumatera Selatan, tentu saya harus menyempatkan untuk jalan-jalan naik motor. Saking asyiknya jalan-jalan, saya sampai nyasar. Untuk mencari arah yang benar, saya lantas bertanya ke penduduk sekitar. Saya bertanya menggunakan bahasa Indonesia.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dari 10 orang yang saya tanya, tak ada yang memahami Bahasa Indonesia dengan baik. Akhirnya, saya mencari jalan sendiri sambil berbekal melihat Maps di aplikasi <a href=\"https:\/\/support.google.com\/maps\/answer\/3273406?hl=id&amp;co=GENIE.Platform%3DAndroid\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google Maps<\/a>. Beberapa jam kemudian, saya berhasil tiba di rumah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Tak bisa menggunakan laptop dalam jangka waktu yang lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski mudik ke Sumatera Selatan, saya tetap membawa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/msi-modern-14-laptop-murah-spek-gahar-pake-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laptop<\/a>. Saat ada waktu senggang, saya bisa menyelesaikan pekerjaan. Ternyata, di sini, laptop tak bisa dinyalakan dalam waktu lama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebabnya apa lagi kalau bukan cuaca yang sangat panas. Cuaca yang terlampau panas menghambat panas yang harus dikeluarkan laptop. Panas yang tak keluar karena terhambat akan mengendap. Bila panas yang mengendap terlalu banyak, laptop akan mati.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketika dinyalakan lebih dari dua jam, laptop akan mati akibat overheat. Jadi, setiap durasi waktu dua jam, saya harus menunggu hingga setengah jam agar laptop dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah empat derita yang saya rasakan saat mudik ke Sumatera Selatan. Selain \u201cderita\u201d di atas, saya juga mendapatkan satu hal positif. Jadi, Kayuagung ini cukup strategis karena merupakan salah satu kota transit yang terletak di Jalan Lintas Timur Sumatera, menghubungkan Bandar Lampung ke Palembang, hingga Medan. Jadi, potensinya secara ekonomi jelas ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rahadian<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-orang-sumatera-selatan-memaksa-orang-datang-ke-kondangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Orang Sumatera Selatan Memaksa Orang Datang ke Kondangan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"diperbarui\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai orang Bandung, tinggal di Kayuagung, Sumatera Selatan, melahirkan penderitaan tersendiri. Dari tersesat hingga overheat. Huft! <\/p>\n","protected":false},"author":506,"featured_media":213993,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[141,19033,343,18051],"class_list":["post-213990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bandung","tag-kayuagung","tag-mudik","tag-sumatera-selatan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/506"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=213990"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213990\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/213993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=213990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=213990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=213990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}