{"id":213842,"date":"2023-04-21T12:00:24","date_gmt":"2023-04-21T05:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=213842"},"modified":"2023-04-21T11:39:09","modified_gmt":"2023-04-21T04:39:09","slug":"alasan-saya-malas-mengaku-wibu-sampai-hari-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-malas-mengaku-wibu-sampai-hari-ini\/","title":{"rendered":"Alasan Saya Malas Mengaku Wibu Sampai Hari Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi wibu di masa sekarang dan di masa lalu memang rasanya sangat berbeda. Di masa lalu, mengaku diri seorang wibu hanya akan membuat diri kamu tertutup dengan dunia sosial. Mulai dari stigma aneh, sampai dianggap bocah. Pokoknya ada aja alasannya buat dihindari orang lain. Itu yang saya rasakan, ya. Tapi, di masa sekarang sepertinya menjadi wibu itu tidak buruk-buruk amat sih, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi wibu di masa sekarang sepertinya jauh lebih diterima. Entah karena pandemi yang membuat orang-orang berada di rumah, hiburan mulai habis, jadilah orang-orang banyak yang mulai merambah anime untuk jadi bahan hiburan. Then, jadilah stigma wibu mulai berkurang. Orang-orang mulai sadar bahwa anime seasik itu, dan jadi malu kalau mau meledek para wibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sih bersyukur aja, karena semakin anime dikenal, membuat topik obrolan jadi makin luas. Saya jadi bisa mengajak orang untuk ngomongin anime tanpa rasa ganjal di hati. Well, walaupun tetap harus tahu orang yang diajak ngobrol itu nonton anime atau nggaknya, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sampai sekarang saya nggak mau untuk terang-terangan mengakui diri ini sebagai wibu. Selama nggak ditanya atau ditembak langsung, saya mah akan biasa aja dan nggak mengaku wibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok begitu banget sih, Lif?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa nggak mau ngaku jadi wibu?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKatanya jadi wibu di jaman sekarang beda dengan jaman dulu?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, saya memiliki alasan tersendiri kenapa mengapa diri ini terhalang untuk mengaku wibu secara terang-terangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Luka lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangkali yang membuat saya menjadi malu sekaligus malas mengaku menjadi wibu karena luka. Sebagai remaja yang sedang mencari jati diri (filsuf, lo?) alias bingung mau ngapain, saya mencoba banyak hal. Akhirnya, dari banyak hal tersebut saya merasa ada beberapa hal yang sangat cocok dengan saya. Salah satunya adalah manga dan anime. Dua pop culture asal Jepang yang sudah saya kenal sejak kecil, dan akhirnya saya mantapkan diri ke dalam dunia itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai membaca ulang Naruto dan mengikuti kembali manganya (Naruto belum tamat saat itu), sampai mencari dan menonton anime\/manga selain<\/span><a href=\"https:\/\/otaku.fandom.com\/wiki\/Big_Three\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Big Three<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah awal saya memulai jalan sebagai wibu. Kamu pasti pernah merasakan euforia yang berlebih saat menemukan yang kamu senangi, sampai-sampai meluap banget. Nah, kalau saya pernah saat pertama kali mendalami (((kewibuan))).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang asik-asiknya mendalami hal itu, saya direpotkan dengan moncong seseorang yang dengan lempengnya ngomong bahwa apa yang saya lakukan seperti anak kecil, cemen, sampai kata-kata anjim yang nggak mau saya ingat kembali. Kalau yang ngomong adalah orang asing, saya nggak akan peduli. Masalahnya, orang tersebut adalah orang yang saya anggap teman juga. Saya sih maafin ya, tapi nggak akan pernah lupa. Jadi, setelah kejadian itu saya memilih untuk nggak show off kewibuan saya ke orang lain sampai ditanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelakuan wibu lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengin sih mulai mencoba menonjolkan culture wibu, tapi kayaknya masih ada halangan lain yang bikin saya malas. Kelakuan wibu lain adalah salah satu faktor yang membuat saya malas. Tentu sudah menjadi rahasia umum, kalau wibu itu stigma negatifnya itu banyak sekali. Mulai dari bau bawang, banyak halu, oufitt yang sangat ketakar sekali, sampai cabul yang di luar nalar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman paling taik adalah saat punya kenalan orang yang wibunya akut sekali, yang mana dia sangat \u201cmencintai\u201d<\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hatsune_Miku\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Hatsune Miku<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Ngefans, bahkan sampai mencintai itu fine aja sih, cuman kalau mencurahkannya dengan cara\u00a0 yang menyimpang itu yang agak laen. Contohnya kenalan saya itu, dia sangat \u201cmencintai\u201d Hatsune Miku sampai punya dakimakura gambarnya. Dia juga bahkan jujur ke saya, kalau dia cuman mau kawin sama Hatsune Miku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paling parahnya, dia sampai kepikiran buat beli proyektor anime AI Hatsune Miku buat dikawinin. Untungnya, dia miskin. Jadinya nggak jadi beli.<\/span><\/p>\n<h2><b>Malas dengan influencer<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saya akan terdengar kayak anak indie yang nggak pengin lagunya terkenal dan didengar banyak orang, tapi bodo amat. Saya menyampaikan ini dari perasaan saya sendiri, dan menurut saya masih logis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking sudah terkenalnya anime, banyak tuh influencer yang saya lihat mulai \u201csok\u201d wibu dan seakan-akan menyukai anime\/manga. Mungkin kalian mikir, emang gua tau dari mana orang itu \u201csok\u201d atau emang beneran asli? Keliatan banget, coy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesimpel dari pengetahuan anime yang dia jabarkan. Keliatan banget ini nih. Saya kasih contoh. Ada influencer yang saya tahu, yang dia berkutat dalam satu topik saja. Tiba-tiba ngomongin anime, terus pas ditanya favoritnya apa jawabannya yang common banget. Bahkan, pernah dia bilang anime favoritnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Avatar: The Legend of Aang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Buset,<\/span><a href=\"https:\/\/www.upstation.media\/article\/perbedaan-anime-dan-kartun\"> <span style=\"font-weight: 400;\">bedain anime<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sama bukan anime aja nggak tahu. Nggak usah maksa, lah. Kalau mau jadi wibu, pelan-pelan saja, nggak usah pengin dikata wibu banget. Jatuhnya maksa banget lu pengin dapat pasar baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entahlah, mungkin kelak saya akan bangga mengaku wibu. Sekarang ini, saya cukup casual saja deh.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nasrulloh Alif Suherman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/wibu-adalah-ras-terkuat-di-bumi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bukti bahwa Wibu Adalah Ras Terkuat di Bumi<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampai sekarang saya nggak mau untuk terang-terangan mengakui diri ini sebagai wibu. Malu, coy.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":213872,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[2775,19023,4772,2776],"class_list":["post-213842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-anime","tag-hatsune-miku","tag-stigma","tag-wibu"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=213842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/213872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=213842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=213842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=213842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}