{"id":213152,"date":"2023-04-15T11:00:48","date_gmt":"2023-04-15T04:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=213152"},"modified":"2023-04-15T11:15:51","modified_gmt":"2023-04-15T04:15:51","slug":"mengangkat-kembali-martabat-rengginang-di-kala-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengangkat-kembali-martabat-rengginang-di-kala-lebaran\/","title":{"rendered":"Mengangkat Kembali Martabat Rengginang di Kala Lebaran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rengginang dalam kaleng Khong Guan, saya rasa, tak bisa lagi dan tak lagi boleh jadi guyonan. Kalau Anda masih kekeuh menganggap itu penipuan, baiknya Anda baca artikel ini sampe kelar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lelucon rengginang beserta kawan-kawannya; krupuk sego, peyek, lanting dll yang berada dalam kaleng Khong Guan adalah sampah. Lelucon ini menurut saya tak bermoral sama sekali, sebab seakan-akan menempatkan rengginang sebagai makanan dengan kasta rendah. Dan yang jelas, punya rasa di bawah Khong Guan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya adalah, mereka dua makanan dengan karakteristik yang jelas-jelas berbeda. Membandingkan Khong Guan dengan rengginang, sama saja sedang adu performa Samsung S23 Ultra vs Yamaha R15.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan Lebaran kali ini, menurut saya adalah waktu yang tepat untuk mengangkat harkat dan martabat rengginang bersama kawan-kawannya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rengginang dan remukan tempe<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Remukan tempe itu, enak. Tapi, kalau ada makanan lainnya, jelas nggak bakal ngelirik remukan tempe. Pada akhirnya, remukan tempe itu sering berakhir di tempat sampah, atau tak dilirik sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira seperti itulah menggambarkan nasib rengginang, meski tidak selalu berakhir terbuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda harus tahu kalau rengginang ini bukan hanya sekadar makanan. Di desa-desa khususnya, proses pembuatan rengginang sangat filosofis sekali. Di desa saya, pelosok Jawa Timur sana dan tetangga-tetangganya, pembuatan makanan ini jadi prosesi yang agung. Menjelang lebaran dan hari-hari besar lainnya, jika ada salah seorang tetangga kami membuat rengginang, tetangga lain akan membantu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembuatannya, sebetulnya tidak susah-susah amat. Dikerjakan bersama keluarga sudah cukup. Tapi tanpa diminta, tetangga datang membantu. Yak, betul, kuliner ini memantik gotong royong, semangat yang kini terlihat mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu itu bukan teori politik timbal balik, yang berharap setelah membantu, akan dibantu balik nantinya. Ini murni kegiatan sosial yang sudah turun temurun dan lestari. Itu semua karena makanan yang kita anggap sepele dan kastanya dianggap rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda yang merasa tertipu saat lebaran dengan membuka kaleng Khong Guan dan merendahkannya, saya yakin tidak pernah berpikir sejauh ini tentang betapa hebatnya si rengginang ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena alasan yang begitu filosofis itulah, saya keluarkan manifesto bahwa rengginang layak berada dalam kaleng Khong Guan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Coba dilihat dari sudut pandang yang lebih sederhana<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian bisa saja bilang kalau itu bukan alasan yang masuk akal. Sebab, ini konteksnya menipu, kalengnya apa isinya apa. Gini lho, kita ini masyarakat desa simpel aja kok mikirnya, daripada kaleng-kaleng bekas Khong Guan itu nggak diisi, kita manfaatkan untuk menampung rengginang dan kawan-kawannya. Lagian selama ini belum terdengar setidaknya sampai telinga saya, ada orang yang kemudian mati setelah mengonsumsi makanan ini kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira, lelucon sampah itu sudah berakhir saat Agus Mulyadi menulis di Mojok.co, dengan judul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kolom\/wawancara-singkat-bersama-rengginang-menggugat-guyonan-basi-kaleng-khong-guan-isi-rengginang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara Singkat Bersama Rengginang: Menggugat Guyonan Basi \u201cKaleng Khong Guan Isi Rengginang\u201d<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Eh nyatanya sampai hari ini guyonan tersebut masih tetap ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itulah, artikel ini mencoba memberikan satu alasan lagi. Untuk meyakinkan para pemirsa bahwa guyonan itu memang sampah. Dan tidak semestinya martabat rengginang dan kawan-kawannnya direndahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran saya adalah, kalau kemudian guyonan itu tak terbendung lalu diamini oleh masyarakat desa, bisa bahaya. Bukan karena makanan ini akan menghilang, tapi solidaritas sosial yang terkandung dalam proses pembuatannya lah yang akan hilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, kalau kemudian orang-orang desa enggan membuat rengginang lagi. Takut dibilang penipu sebab menempatkan rengginang di kaleng Khong Guan. Jika ini terjadi, kalian adalah salah satu pihak yang turut serta membunuh budaya gotong royong dalam prosesi luhur pembuatan makanan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, mbok jadi orang tuh yang adil. Kalian koar-koar karena merasa tertipu dengan kaleng Khong Guan yang berisi rengginang sekalipun konteksnya bercanda. Tapi, diem-diem bae saat tertipu janji busuk wakil rakyat yang kalian pilih, ups.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bungkusnya sih meyakinkan, eh ternyata juga tertipu dengan isi yang ternyata berantakan. Hash angel.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=L8I4DmGf4UE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Khong Guan Biscuit Indonesia<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Faiz Al Ghiffary<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<a href=\"https:\/\/click.accesstrade.co.id\/adv.php?rk=0008p5001zi8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imp.accesstrade.co.id\/img.php?rk=0008p5001zi8\" border=\"0\" data-pin-no-hover=\"true\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dari-semua-cemilan-kenapa-hanya-rengginang-yang-jadi-isi-kaleng-khong-guan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guyonan rengginang dalam kaleng khong guan, saya rasa, tak bisa lagi dan tak lagi boleh dipakai. Wis basi, Bro, udah 2023 ini.<\/p>\n","protected":false},"author":2167,"featured_media":99198,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2948,757,342,18966],"class_list":["post-213152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-camilan","tag-khong-guan","tag-lebaran","tag-rengginang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=213152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213152\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=213152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=213152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=213152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}