{"id":213118,"date":"2023-04-14T12:16:16","date_gmt":"2023-04-14T05:16:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=213118"},"modified":"2023-04-14T12:16:16","modified_gmt":"2023-04-14T05:16:16","slug":"keseleo-musibah-sepele-yang-amat-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keseleo-musibah-sepele-yang-amat-menyebalkan\/","title":{"rendered":"Keseleo, Musibah &#8220;Sepele&#8221; yang Amat Menyebalkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak menyangka di tengah Ramadan ini, saya harus mendapatkan musibah &#8220;sepele&#8221; berupa kaki keseleo. Ironisnya lagi, kejadiannya terjadi ketika pulang dari buka bersama. Peristiwanya bermula ketika kaki saya terperosok ke jeglongan jalan, sepele kan penyebabnya? Sungguh perih rasanya hati ini, yang seharusnya bahagia karena perut sudah kenyang, serta mendapatkan bingkisan. Lha, kok malah harus terperosok ke jeglongan jalan hingga membuat kaki saya keseleo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya mengalami kaki keseleo. Jika dihitung semenjak SMA sampai sekarang, setidaknya sudah empat kali saya mendapatkan musibah berupa kaki keseleo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapatkan musibah seperti ini bukan perkara yang menyenangkan. Kalau teman saya bilang, \u201cEnak ya kakimu keseleo, bisa banyak rebahan dan mendapatkan perhatian lebih dari orang sekitar.\u201d Sungguh ingin rasanya diri ini berkata \u201cndasmu\u201d di dekat telinganya. Soalnya, mengalami kaki keseleo tidak ada enaknya sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, cedera ini jelas kalah keren dan mentereng dengan jenis cedera lain. Cedera metatarsal, ACL, hamstring, kan keliatan keren tuh. Orang pasti kalau denger cedera gituan bakal maklumin. Kalau keseleo, ya kayak kawan saya tadi, reaksinya aneh. Keseleo kok enak. Ndasmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalau pakai <a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/sprains-and-strains\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201csprain\u201d<\/a> gitu jadi keliatan cool dan gawat kali ya? Padahal ya artinya podo waeee.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Keseleo itu beneran nggak nyaman<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, beneran, keseleo itu nggak nyaman. Sama sekali nggak nyaman. Rasa tidak nyaman yang paling utama adalah menahan rasa sakit, terutama saat awal jatuh. Menahan rasa sakit kaki keseleo saat awal jatuh rasanya bukan kaleng-kaleng. Sakitnya bisa sampai ke ubun-ubun. Dari saking sakitnya, bisa membuat penglihatan menjadi gelap. Mungkin ini terkesan berlebihan, cuman memang sesakit itu saat awal jatuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usut punya usut, penyebab penglihatan menjadi gelap saat awal jatuh menurut tukang pijat yang saya datangi, bisa terjadi oleh faktor aliran darah tersumbat, jantung berdebar kencang, dan ada rasa kaget. Sehingga, akan mempengaruhi penglihatan menjadi gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sesakit-sakitnya menahan rasa sakit ketika awal jatuh, lebih sakit lagi menahan pijatan dari tukang pijat. Rasa sakitnya yang begitu mendalam, berhasil membuat mata saya terbelalak dan mulut berteriak kencang. Sampai-sampai seusai pijat, badan saya merasakan lemas seperti kehabisan banyak tenaga. Cuman mau bagaimana lagi, kalau tidak dipijat, mungkin rasa sakit di kaki akan semakin parah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iye-iye saya tahu harusnya nggak perlu dipijat, badan punya mekanisme penyembuhan sendiri. Tapi gimana ya, Lur, kadung je.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rasa sakit yang tak kunjung usai<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seusai mendapatkan pengobatan dengan pijat, perkara tak lantas usai. Saya masih harus menahan rasa sakit, sekalipun tidak sesakit sebelum mendapatkan pijatan. Sebab, sakitnya kaki keseleo tidak bisa langsung tuntas dalam waktu sehari. Minimal kata tukang pijatnya adalah tiga hari, bahkan bisa lebih. Tiba-tiba saja saya teringat dengan teman yang kakinya keseleo akibat bermain futsal, baru sembuh selama sepuluh hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu baru kaki. Coba keseleo lidah, wah, bertahun-tahun tuh sembuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tidak bisa tuntasnya rasa sakit dalam waktu sehari, membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena semuanya harus dijalankan sembari menahan rasa nyeri. Tidur saja rasanya tidak lagi nyaman. Kaki geser sedikit, langsung muncul rasa nyeri. Sehingga, menjadi sulit untuk memiringkan kaki. Mau tidak mau jadinya harus banyak tidur dengan telentang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi saat azan berkumandang, ada rasa tidak bahagia di hati saya. Dengan kaki keseleo, ada semacam rasa acuh untuk beribadah. Bukan karena enggan menghadap Tuhan, cuman untuk mengambil wudu dan melakukan gerakan salat, rasanya berat sekali dengan harus menahan nyeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada semacam tantangan tersendiri salat sambil menahan nyeri di kaki. Apabila kaki tidak keseleo, saya bisa berdiri, rukuk, dan sujud dengan khidmat. Lalu semuanya berbeda. Dengan rasa nyeri, membuat gerakan salat menjadi tidak khidmat. Rasanya ingin segera menuntaskan salat dengan cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa tidak salat duduk saja?\u201d tanya teman saya dengan nada menasihati. \u201cBukannya tidak mau salat duduk, cuman sudah terbiasa salat berdiri. Saya pernah mencoba salat dengan duduk ketika kaki keseleo, rasanya ada yang aneh dan mengganjal di hati. Makanya, saya paksakan tetap salat berdiri,\u201d jawab saya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Buang air besar jadi derita<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling menyebalkan adalah saat buang air besar. Biasanya aktivitas buang air besar menjadi aktivitas menyenangkan, lantaran bisa merenungkan hidup. Cuman dengan kaki keseleo, rasa nikmatnya hilang seketika. Sebab, dengan posisi pantat duduk ke kloset, otomatis kaki menyanggah ke bawah agar seimbang. Dengan menjadikan kaki sebagai penyanggah, otomatis kaki akan tertekan dan lambat laun rasa nyeri semakin meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan saya tidak bisa membayangkan sakitnya orang yang kakinya keseleo sambil buang air besar dengan kloset jongkok. Saya saja yang menggunakan kloset duduk saja nyerinya naudzubillah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata teman saya yang kakinya keseleo akibat main futsal, rasanya buang air besar dengan kloset jongkok seperti ingin menghilang dari dunia. Semuanya serba repot. Kalau tidak buang air besar, perutnya mulas. Sedangkan kalau buang air besar kakinya menjadi sangat nyeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengarkan pengakuannya, saya masih bersyukur masih punya kloset duduk. Setidaknya tidak terlalu sakit-sakit banget menjalani kehidupan dengan kaki keseleo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun saya lebih bersyukur lagi tidak mengalami kaki keseleo. Selama empat kali mengalami kaki keseleo, selama empat kali itu pula dunia saya serasa seperti runtuh, harus menahan sakit dan menjalani aktivitas dengan tidak menyenangkan. Jadi, nikmat kesehatan mana lagi yang kamu dustakan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Akbar Mawlana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/jenis-cedera-yang-sering-dialami-pelari-jangan-dianggap-sepele\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jenis Cedera yang Sering Dialami Pelari, Jangan Dianggap Sepele<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kaki keseleo itu nggak menyenangkan. Cedera yang keliatan &#8220;sepele&#8221; ini justru paling bikin ribet. Ibadah susah, boker pun susah.<\/p>\n","protected":false},"author":891,"featured_media":213133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[9280,18957,7195],"class_list":["post-213118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-cedera","tag-keseleo","tag-musibah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/891"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=213118"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213118\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/213133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=213118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=213118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=213118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}