{"id":213,"date":"2019-05-03T10:25:00","date_gmt":"2019-05-03T03:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=213"},"modified":"2021-09-27T12:27:53","modified_gmt":"2021-09-27T05:27:53","slug":"fenomena-pembajakan-film-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fenomena-pembajakan-film-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Fenomena Pembajakan Film di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Fenomena\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0pembajakan\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0film\u00a0\u00a0 \u00a0di\u00a0\u00a0 \u00a0Indonesia\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0bukan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 masalah\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 asing. Seiring berkembangnya\u00a0 \u00a0teknologi\u00a0 \u00a0masyarakat\u00a0 \u00a0dapat\u00a0 \u00a0dengan\u00a0\u00a0 mudah\u00a0\u00a0 melakukannya.\u00a0 \u00a0Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan biaya. \u00a0Pembajakan film telah diatur dalam UU No.8 Tahun 1992 tentang perfilman dan UU Hak Cipta pasal 72. Namun, pelaku pembajakan film tidak jera dengan hukuman yang diberikan, sehingga tidak sedikit yang mengulangi lagi.<\/p>\n<p>Beberapa tahun belakangan ini banyak ditemui kasus tentang pembajakan film di tanah air. \u00a0Dilihat dari berbagai sumber terdapat kasus yang berhasil diungkap, sebagai contoh di akhir tahun 2016, ditemukan kasus pembajakan film \u201cWarkop DKI Reborn\u201f.\u00a0 Film yang dibintangi Abimana Aryasatya, Vino G. \u00a0Bastian, dan Tora Sudiro, berhasil dibajak oleh salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab dengan merekam langsung di bioskop serta menyebarluaskan\u00a0 melalui media sosial.<\/p>\n<p>Tindakan tersebut langsung\u00a0 dilaporkan\u00a0 oleh\u00a0 Falcon\u00a0 Pictures \u00a0ke \u00a0Polda \u00a0Metro \u00a0Jaya. Seorang wanita berinisial PL (31) yang diduga sebagai pelaku pembajakan film Warkop DKI Reborn: \u00a0Jangkrik \u00a0Boss!, \u00a0berhasil ditangkap \u00a0oleh\u00a0 Subdirektorat \u00a0Reserse \u00a0Cyber \u00a0Crime \u00a0Polda Metro Jaya. Direktur \u00a0Reserse \u00a0Kriminal Khusus\u00a0 Polda \u00a0Metro \u00a0Jaya, \u00a0Komisaris\u00a0 Besar \u00a0Fadil Imran, menjelaskan aksi pembajakan dilakukan oleh PL yang berprofesi sebagai SPG(<em>sales promotion girl<\/em>)saat \u00a0menonoton\u00a0 film tersebut \u00a0di Ambarukmo \u00a0Plaza, \u00a0Yogyakarta. \u00a0Dengan smartphone pelaku berhasil merekam, kemudian disebarkan melalui akun Bigo Live. \u00a0Pelaku berhasil ditangkap di Jakarta, dan polisi berhasil menyita ponsel milik pelaku sebagai barang bukti.<\/p>\n<p>Berdasrkan\u00a0\u00a0 hasil penyelidikan\u00a0\u00a0 polisi, motif pelaku melakukan hal tersebut hanya iseng. Tidak \u00a0terdapat \u00a0motif lain\u00a0 atau mencari keuntungan.\u00a0 PL dijerat Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda Rp 4M.<\/p>\n<p>Tersangka PL tidak\u00a0\u00a0 ditahan karena pihaknya sudah meminta maaf.\u00a0 PL mengakui perbuatan tersebut dilakukan tanpa memikirkan efek jangka panjang. \u00a0Falcon Pictures sendiri sudah memberikan maaf terhadap PL.\u00a0 Falcon Pictures berharap agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, dan \u00a0kasus \u00a0ini \u00a0menjadi \u00a0pembelajaran \u00a0tersendiri \u00a0bagi \u00a0kita \u00a0semua. \u00a0Akibat kejadian tersebut, Falcon Pictures \u00a0menderita \u00a0kerugian\u00a0 sampai lebih\u00a0 dari Rp20 \u00a0miliar, \u00a0tidak \u00a0hanya rugi secara material namun\u00a0 juga moral.<\/p>\n<p>Pada \u00a0Oktober \u00a02017 \u00a0terdapat \u00a0berita \u00a0bahwa \u00a0film\u00a0 fate\/kaleid \u00a0liner \u00a0Prisma \u00a0Illya \u00a0dan sejumlah \u00a0film \u00a0Jepang \u00a0lainnya \u00a0yang \u00a0telah \u00a0diumumkan \u00a0akan \u00a0tayang \u00a0di \u00a0Indonesia, \u00a0d ikabarkan akan\u00a0 ditunda \u00a0penayangannya. \u00a0Hal tersebut dilakukan karena terdapat kasus perekaman ilegal terhadap No Game No Life: Zero di bioskop.<\/p>\n<p>Beberapa menit setelah pengumuman resmi dari CGV Cinemas Indonesia dan CB International \u00a0Movie\u00a0 \u00a0mengenai \u00a0penundaan\u00a0\u00a0 film \u00a0Fate\/kaleid liner Prisma \u00a0Illya \u00a0Yukishita\u00a0 \u00a0no Chikai \u00a0(Oath \u00a0Under \u00a0the \u00a0Snow), \u00a0netizen \u00a0di \u00a0gemparkan\u00a0 dengan\u00a0 beberapa \u00a0<em>screenshot<\/em> \u00a0yang melihatkan \u00a0rekaman \u00a0tayangan \u00a0No \u00a0Game \u00a0No \u00a0Life:\u00a0 Zero \u00a0di\u00a0 bioskop. \u00a0Terdapat\u00a0 screenshot rekaman Live film tersebut di Instagram Story dengan nama akun Instagram forumanime.id .<\/p>\n<p>Setelah \u00a0dilihat \u00a0akun \u00a0Instagram \u00a0tersebut \u00a0memiliki \u00a0banyak \u00a0followers, \u00a0yaitu \u00a0lebih \u00a0dari 100 \u00a0ribu\u00a0 followers. \u00a0Profil akun tersebut memperlihatkan sebagai pemberi fakta dan informasi mengenai\u00a0 anime \u00a0melalui\u00a0 media \u00a0sosial. \u00a0Salah \u00a0satu \u00a0postingan \u00a0di\u00a0 akun \u00a0tersebut \u00a0dipenuhi\u00a0 oleh berbagai komentar \u00a0pedas \u00a0dari netizen. \u00a0Karena \u00a0netizen\u00a0 sendiri merasa \u00a0kecewa \u00a0atas \u00a0tindakan yang telah dilakukan.<\/p>\n<p>Melihat hal tersebut terjadi, admin dari forumanime.id tidak tinggal diam. Pihaknya memberika \u00a0pernyataan \u00a0lewat \u00a0postingan \u00a0yang \u00a0sama.\u00a0\u00a0 Ia \u00a0mengatakan \u00a0mempunyai \u00a0niat \u00a0baik terhadap rekaman live film No Game No Life: Zero yang mereka lakukan. Admin akun forumanime.id\u00a0 \u00a0juga\u00a0 \u00a0mengucapkan\u00a0 \u00a0permintaan\u00a0 \u00a0maaf\u00a0 \u00a0kepada\u00a0 \u00a0netizen\u00a0 \u00a0atas\u00a0 \u00a0kejadian\u00a0\u00a0 yang dilakukan.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0 \u00a0setelah\u00a0 \u00a0direfresh\u00a0 \u00a0beberapa\u00a0 \u00a0kali,\u00a0 \u00a0akun\u00a0 \u00a0tersebut\u00a0 \u00a0menonaktifkan\u00a0 \u00a0kolom komentar \u00a0yang\u00a0 terdapat \u00a0di postingan tersebut.\u00a0 Sehingga membuat seluruh komentar terhapus, termasuk \u00a0permintaan \u00a0maaf \u00a0yang \u00a0sudah \u00a0merekan \u00a0sampaikan \u00a0pada \u00a0postingan \u00a0mereka. \u00a0Selang beberapa \u00a0jam \u00a0kemudian, \u00a0salah \u00a0satu \u00a0admin \u00a0akun \u00a0forumanime.id \u00a0menyampaikan \u00a0permintaan maaf melalui fitur \u00a0Instagram Story mereka.<\/p>\n<p>Di dalam \u00a0postingan \u00a0tersebut \u00a0berisi \u00a0tentang, \u00a0penyesalan \u00a0atas \u00a0insiden \u00a0yang \u00a0dilakukan oleh\u00a0 \u00a0salah\u00a0 \u00a0satu\u00a0 \u00a0admin\u00a0 \u00a0(yang\u00a0 \u00a0merekam\u00a0\u00a0 film)\u00a0 \u00a0sehingga\u00a0 \u00a0penggemar\u00a0 \u00a0anime\u00a0 \u00a0di \u00a0Indonesia mengalami\u00a0 kerugian. \u00a0Ia \u00a0menjelaskan \u00a0bahwa \u00a0admin \u00a0yang \u00a0merekam film No \u00a0Game \u00a0No \u00a0Life: Zero \u00a0kurang \u00a0memiliki \u00a0pengetahuan\u00a0 tentang\u00a0 pembajakan. \u00a0Ia \u00a0juga \u00a0menyesali kejadian\u00a0 tersebut dan meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, serta kepada publik yang ikut merasakan dampaknya.<\/p>\n<p>Akhir \u00a0Maret \u00a02018 \u00a0terdapat \u00a0kasus pembajakan film Dilan 1990\u00a0 salah satu film karya Fajar\u00a0 \u00a0Bustomi.\u00a0 \u00a0Film \u00a0yang\u00a0 \u00a0dimainkan\u00a0 \u00a0Iqbaal \u00a0Ramadhan\u00a0\u00a0 (Dilan)\u00a0 \u00a0dan \u00a0Vanesha \u00a0Preschilla (Milea)\u00a0 \u00a0ini\u00a0 \u00a0dapat\u00a0 \u00a0menarik\u00a0 \u00a06juta\u00a0 \u00a0penonton\u00a0\u00a0 di \u00a0bioskop\u00a0 \u00a0dalam \u00a0waktu\u00a0\u00a0 1bulan.\u00a0 \u00a0Film \u00a0ini menceritkan\u00a0 tentang kisah cinta anak remaja di Bandung\u00a0 tahun 1990-an.<\/p>\n<p>Produser film Dilan 1990,\u00a0 Ody Mulya Hidayat mendapati DVD bajakan film tersebut di Cirebon,\u00a0 Jawa Barat.\u00a0 Ody mengaku mendapat laporan dari seorang teman, Ody kemudian mendatangi \u00a0toko \u00a0tersebut \u00a0untuk \u00a0mengatahui kebenarannya. \u00a0Ody\u00a0 terkejut, \u00a0lantaran\u00a0 mendapati beberapa ikat DVD film \u201eDilan 1990\u201f, tidak hanya film Dilan ternyata Ody menemukan DVD bajakan beberapa film Indonesia lain.<\/p>\n<p>Ody\u00a0 merasa \u00a0kecewa \u00a0dengan\u00a0 adanya \u00a0DVD \u00a0bajakan \u00a0tersebut \u00a0dapat \u00a0merugikan rumah produksi \u00a0apalagi \u00a0film\u00a0 tersebut \u00a0masih \u00a0tayang \u00a0di\u00a0 bioskop, \u00a0ia \u00a0melaporkan \u00a0kasus \u00a0pembajakan tersebut ke pihak\u00a0 kepolisian.\u00a0 Ody menyerahkan DVD bajakan tersebut sebagai barang bukti. Ody\u00a0 \u00a0berharap\u00a0 \u00a0pihak\u00a0 \u00a0berwajib\u00a0 \u00a0harus\u00a0 \u00a0mengusut\u00a0 \u00a0tuntas\u00a0 \u00a0tindak\u00a0 \u00a0pidana\u00a0 \u00a0ini,\u00a0 \u00a0dan\u00a0\u00a0 terdapat penegakan hukum dari pihak kepolisian\u00a0 agar pelaku jera.<\/p>\n<p>Kasus \u00a0diatas \u00a0merupakan \u00a0contoh \u00a0kecil\u00a0 dari\u00a0 fenomena \u00a0pembajakan \u00a0film\u00a0 di\u00a0 Indonesia yang\u00a0\u00a0 terungkap.\u00a0 \u00a0Tahun \u00a02017\u00a0 \u00a0situs \u00a0pembajak\u00a0\u00a0 film \u00a0merugikan \u00a0pekerja \u00a0industri \u00a0kreatif \u00a0di Indonesia hingga 209 juta. Ketua Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) Fauzan Zidni menjelaskan,\u00a0 \u00a0bahwa\u00a0 \u00a0dalam \u00a0situs\u00a0 \u00a0pembajakan\u00a0\u00a0 film\u00a0 \u00a0tersebut\u00a0 \u00a0terdapat\u00a0 \u00a0banyak\u00a0 \u00a0iklan \u00a0yang berkonten negatif dan positif.<\/p>\n<p>Adanya kejadian tersebut, Aprofi mengalami kerugian yang cukup besar. Fauzan mengatakan\u00a0\u00a0 pihaknya\u00a0 \u00a0berkoordinasi \u00a0dengan\u00a0\u00a0 Kementrian\u00a0\u00a0 K omunikasi \u00a0dan \u00a0Informasi \u00a0serta Kementerian \u00a0Hukum \u00a0dan \u00a0Hak\u00a0\u00a0 Asasi \u00a0Manusia \u00a0segera \u00a0memblokir \u00a0situs \u00a0pembajakan \u00a0yang beredar.\u00a0 \u00a0Dari\u00a0 \u00a0kerjasama\u00a0 \u00a0diatas,\u00a0 \u00a0pemerintah\u00a0 \u00a0mampu\u00a0\u00a0 menutup\u00a0 \u00a0250\u00a0 \u00a0situs\u00a0 \u00a0pembjakan\u00a0\u00a0 di Indonesia baik film lokal maupun\u00a0 luar negeri.<\/p>\n<p>Bulan\u00a0 Mei 2018, \u00a0terdapat \u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/realitas-film-indonesia\/\">pembajakan\u00a0 film<\/a> dari 4 \u00a0kota \u00a0yang \u00a0menimbulkan\u00a0 kerugian Rp\u00a0\u00a0 1,5\u00a0\u00a0 triliun \u00a0pertahunnya.\u00a0\u00a0 Riset \u00a0tersebut \u00a0digelar \u00a0di \u00a0Jakarta,\u00a0\u00a0 Medan,\u00a0\u00a0 Bogor,\u00a0\u00a0 dan \u00a0Deli Serdang.\u00a0\u00a0 Riset \u00a0tersebut \u00a0dilakukan \u00a0oleh \u00a0Lembaga \u00a0Penyelidikan \u00a0Ekonomi \u00a0dan \u00a0Masyarakat Fakultas\u00a0 \u00a0Ekonomi\u00a0 \u00a0dan\u00a0 \u00a0Bisnis\u00a0 \u00a0Universitas\u00a0 \u00a0Indonesia.\u00a0 \u00a0Dari\u00a0\u00a0 hasil\u00a0\u00a0 riset\u00a0 \u00a0yang\u00a0 \u00a0dilakukan, ditemukan \u00a0kerugian \u00a0ekonomi\u00a0 yang \u00a0berpengaruh \u00a0terhadap \u00a0industri\u00a0 perfilman. \u00a0Berbagai upaya telah dilakukan\u00a0 Aprofi bersama MPA dalam mengatasi pembajakan.<\/p>\n<p>Fauzan\u00a0 \u00a0Zidni\u00a0\u00a0 bersama\u00a0 \u00a0Dr.Ir.Jamhadi,\u00a0 \u00a0MBA\u00a0 \u00a0(Ketua\u00a0 \u00a0KADIN\u00a0 \u00a0Surabaya)\u00a0 \u00a0dalam talkshow \u00a0yang\u00a0 diadakan\u00a0\u00a0 \u00a0Badan\u00a0 Ekonomi\u00a0 Kreatif (Bekraf) \u00a0RI \u00a0di Atrium Fashion\u00a0 Pakuwon Trade \u00a0Center \u00a0(PTC) \u00a0Surabaya. \u00a0Talkshow \u00a0yang\u00a0 diadakan\u00a0 bulan Oktober 2018\u00a0 dengan tema \u201cKampanye\u00a0 \u00a0Anti \u00a0Pembajakan \u00a0Surabaya\u201d.\u00a0\u00a0 Dalam \u00a0acara \u00a0tersebut,\u00a0\u00a0 Fauzan \u00a0mengungkapkan terdapat beberapa DVD bajakan yang beredar di 13 mal di Surabaya.<\/p>\n<p>Belum lagi kejadian instastory, contohnya live di media sosial merupakan kasus pembajakan. \u00a0Hanya \u00a0saja \u00a0penggunanya \u00a0tidak \u00a0banyak \u00a0yang \u00a0tahu. \u00a0Fauzan\u00a0 berharap, \u00a0dengan adanya\u00a0 \u00a0riset\u00a0 \u00a0seperti\u00a0 \u00a0ini\u00a0 \u00a0dapat\u00a0 \u00a0menjadi\u00a0\u00a0 acuan\u00a0 \u00a0untuk\u00a0 \u00a0pengambilan\u00a0 \u00a0kebijakan\u00a0 \u00a0terhadap pembajakan \u00a0film dan\u00a0 masyarakat \u00a0semakin\u00a0 sadar \u00a0bahwa \u00a0pembajakan\u00a0 dapat \u00a0menimbulkan kerugian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelaku pembajakan film tidak jera dengan hukuman yang diberikan, sehingga tidak sedikit yang mengulangi lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":252,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[28,40],"class_list":["post-213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film","tag-pembajakan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=213"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}