{"id":212550,"date":"2023-04-08T07:45:45","date_gmt":"2023-04-08T00:45:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=212550"},"modified":"2023-04-08T07:29:21","modified_gmt":"2023-04-08T00:29:21","slug":"arti-5-calon-logo-ikn-yang-perlu-diketahui-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arti-5-calon-logo-ikn-yang-perlu-diketahui-masyarakat\/","title":{"rendered":"Kenalan dengan Arti 5 Calon Logo IKN biar Nggak Nyinyir Mulu"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa waktu lalu Presiden <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/joko-widodo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Joko Widodo<\/a> mengajak masyarakat Indonesia buat berpartisipasi dalam sayembara memilih logo Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Lewat postingan Instagramnya pada 6 April, Pak Presiden menyertakan video tutorial voting dan beberapa informasi penting lainnya.<\/p>\n<p>Menariknya, sayembara ini bukan sekadar voting biasa. Pasalnya, masyarakat yang ikutan berpeluang mendapatkan <a href=\"https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20230404\/45\/1643820\/pemerintah-buka-sayembara-logo-ikn-ada-hadiah-10-motor-listrik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hadiah motor listrik<\/a>. Akan diambil sebanyak sepuluh pemenang yang bisa membawa pulang motor listrik.<\/p>\n<p>Sayembara pemilihan logo IKN ini bakal berlangsung mulai 4 April sampai 20 Mei 2023. Kamu yang pengin ikutan memberikan suara kepada logo-logo terbaik karya anak bangsa atau pengin mencoba peruntungan buat dapetin motor listrik, cus kunjungi <a href=\"https:\/\/ikn.go.id\/pilihlogonusantara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/ikn.go.id\/pilihlogonusantara<\/a>.<\/p>\n<p>Selain Pak Presiden, banyak juga warganet yang ikut mempromosikan sayembara pemilihan logo IKN ini. Warganet di Twitter, misalnya, membagikan kabar ini lewat base menfess seperti di cuitan berikut ini.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">\ud83d\udc9a guys udah milih logo ibukota baru? Kalian suka logo yang mana?<\/p>\n<p>Btw mlih di sini *hapus () nya<br \/>\nikn.go.(id)\/pilihlogonusantara <a href=\"https:\/\/t.co\/bOuB0J2ktT\">pic.twitter.com\/bOuB0J2ktT<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Tanyarl \ud83d\udc9a (@tanyakanrl) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/tanyakanrl\/status\/1643574212748279809?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 5, 2023<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Dari tweet menfess itu, banyak banget pengguna<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Twitter<\/a> lain yang membagikan pendapatnya soal lima calon logo IKN itu. Ada yang bercanda dengan menyebut salah satu logo punya nuansa aliran sesat seperti di film <em>Midsommar<\/em>. Sebagian lagi serius membahas filosofi-filosofi tiap logo. Tapi, ada juga sebagian party pooper yang malah nyinyir.<\/p>\n<h2><strong>Ada aja yang julid dengan logo IKN\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p>Mereka yang julid ini menuding bahwa logo-logo yang lolos untuk dipilih dalam sayembara tersebut kurang filosofis, terlalu minimalis, sampai nggak menggambarkan Indonesia karena terlalu banyak unsur Jawa. Misalnya user @jennierbyje ini.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">gada satupun yg gambarin indonesia secara keseluruhan deh. semua nya masih di dominasi unsur jawa wkwk\ud83d\ude4f<\/p>\n<p>\u2014 Jennie enthusiast (@jennierbyje) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/jennierbyje\/status\/1643575064829513731?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 5, 2023<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Agaknya user @jennierbyje masih menyimpan dendam yang tersisa gara-gara logo halal yang baru, yang sangat kentara unsur Jawanya. Begitu juga dengan pengguna-pengguna lain yang mengatakan bahwa kelima calon logo IKN kurang filosofis dan terlalu minimalis.<\/p>\n<p>Buat saya, logo-logo yang minimalis ini justru lebih enak dipandang dan applicable ke banyak desain. Kita ambil kasus logo koperasi. Coba bandingkan logo koperasi yang lawas dengan yang baru. Logo koperasi yang lama begitu rame dengan banyak unsur yang hampir sama persis kayak lambang negara lainnya karena menggunakan unsur yang serupa.<\/p>\n<p>Logo oldschool semacam itu cuma cocok digunakan dalam banner acara seminar untuk ASN. Akan wagu kalau logo tersebut dipakai sebagai bagian dari desain merchandise. Siapa yang tertarik beli? Beda banget dengan hasil mock up kelima calon logo IKN yang tampak keren dalam berbagai desain.<\/p>\n<p>Selain itu, ngatain kelima logo tadi kurang filosofis dan nggak merepresentasikan Indonesia secara keseluruhan menurut saya termasuk sikap nggak menghargai desainernya. Kelima logo ini bisa sampai di tahap pemilihan setelah berhasil melewati seleksi yang panjang dan nggak main-main. Bahkan para desainer yang menjadi peserta pun harus memenuhi kualifikasi, yakni telah berprofesi menjadi desainer grafis profesional selama minimal satu dekade dan punya pengalaman mengerjakan proyek identitas visual. Dari sini kita sepakat ya bahwa desainer yang berpartisipasi dalam ajang ini bukan amatiran.<\/p>\n<h2><strong>Kenalan dengan masing-masing logo IKN<\/strong><\/h2>\n<p>Biar nggak menjadi warganet julid yang nyinyir pada karya-karya desainer berbakat Indonesia, mari kita banyak-banyak mencari tahu dan edukasi diri sendiri. Kelima calon logo IKN mempunyai filosofinya masing-masing. Yuk, tengok satu per satu filosofinya.<\/p>\n<h2><strong>#1 Karya Agra Satria<\/strong><\/h2>\n<p>Memiliki pengalaman selama 1,5 dekade, Agra Satria menjadi finalis nomor urut satu pada sayembara logo IKN ini. Desainnya terinspirasi dari pohon kehidupan dan dalam formasi modular. Unsur pertama dengan bentuk Garuda Pancasila melambangkan koneksi manusia dengan nilai luhur. Unsur selanjutnya memiliki bentuk manusia yang saling bergandengan, merepresentasikan kehidupan yang berdampingan dan merayakan perbedaan di IKN Nusantara. Dan unsur terakhir berbentuk laut dan pegunungan yang melambangkan kekayaan keanekaragaman alam dan hayati di Nusantara.<\/p>\n<h2><strong>#2 Karya Aulia Akbar<\/strong><\/h2>\n<p>Logo nomor urut dua berjudul \u201cPohon Hayat Nusantara\u201d yang terinspirasi dari bentuk penghayatan simbolisme pohon dari barat sampai timur Indonesia. Simbol dasar dari logo ini adalah 5 akar Pancasila sebagai landasan pemikiran bersama. Akar ini tumbuh menjadi 7 batang gugus besar pulau di Indonesia yang menyimbolkan Nusantara sebagai rumah bersama. Gugus pulau ini juga merepresentasikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat maritim. Penggambaran alur sungai menjadi simbol topologi Nusantara dan bahari Indonesia.<\/p>\n<p>Lalu di bagian atas ada 17 kembang mekar simbol kemerdekaan Indonesia. Logo IKN ini juga dikelilingi oleh Perisai Kehidupan Talawang, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kalimantan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalimantan<\/a>. Siluet perisai ini mewakili makna pertahanan.<\/p>\n<h2><strong>#3 Karya Dimas Fakhruddin<\/strong><\/h2>\n<p>Logo IKN yang didesain oleh desainer asal Malang ini berbentuk sirkular ini menyimbolkan ibu kota yang berkelanjutan dan selaras dengan alam. Filosofi lainnya adalah pergerakan, yang merepresentasikan visi IKN untuk menjadi figur kota dunia. Logo ini juga menggunakan bintang di bagian tengah, mewakili ideologi bangsa yang didasari oleh nilai Pancasila. Bagian lainnya dari logo ini adalah medali, yang bermakna ibu kota sebagai pusat pemerintahan. Ada tambahan slogan dalam desain ini, yakni Nusantara, Harmony We Lived In.<\/p>\n<h2><strong>#4 Karya Ismiaji Cahyono<\/strong><\/h2>\n<p>Logo IKN karya alumni S1 DKV ITB dan S2 School of the Art Institute of Chicago ini paling banyak dibahas di Twitter karena menurut para pengguna <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/twitter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Twitter<\/a>, logo ini bernuansa Bali dan mirip dengan logo Semen Indonesia. Padahal filosofinya bukan itu.<\/p>\n<p>Logo ini terinspirasi dari kearifan kampung. Unit terkecil dari kampung tentu saja rumah, yang menjadi tempat bertumbuh dan diayomi. Rumah di logo ini didesain dalam bentuk ambang yang berbentuk huruf \u201cn\u201d dan atap.<\/p>\n<p>Bagian teratas dari rumah adalah atap, yang bermakna dapat memberikan rasa aman. Sementara ambang adalah simbol tanda masuk dimensi baru. Keduanya diapit oleh \u201cNusa\u201d yang berarti kepulauan dan &#8220;Tara&#8221; berarti sama tingkatnya. Jika digabungkan, ini akan berarti ibu kota sebagai pusat pengelola beragam \u201ckampung\u201d di Indonesia dalam pelayanan yang setara.<\/p>\n<p>Logo IKN ini menggunakan dua warna dasar. Warna kuning sawo bermakna kreativitas dan inovasi, sementara warna hijau laut melambangkan kemaritiman, agraria, dan intelektualitas.<\/p>\n<h2><strong>#5 Karya Wildan Ilham<\/strong><\/h2>\n<p>Logo karya Wildan Ilham ini merangkai masa lalu untuk masa depan yang dituju oleh Indonesia. Logo yang simetris bermakna keseimbangan. Ada lima sebaran menyimbolkan Pancasila dan kesejahteraan yang merata dengan satu titik pusat bermakna Bhinneka Tunggal Ika atau persatuan.<\/p>\n<p>Logo IKN yang berpuncak merepresentasikan pertumbuhan dengan akar ke bawah yang berarti membumi dan keluhuran budaya. Ada juga titik nol dan siluet rumah sebagai simbol ruang kebersamaan. Uniknya, logo ini ternyata juga membentuk tanda seru, yang bermakna ajakan untuk bersinergi. Logo ini juga membentuk siluet api yang berarti semangat bersatu.<\/p>\n<p>Berhubung sekarang sudah kenal dengan kelima calon logo IKN, jangan lagi nyinyir dan julid, ya. Semua logo punya filosofi dan sudah cukup melambangkan Indonesia secara keseluruhan. Sebab, Indonesia ini bukan yjja (Yang Jawa-Jawa Aja).<\/p>\n<p>Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-tipe-asn-yang-sepertinya-cocok-kerja-di-ikn\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Tipe ASN yang (Sepertinya) Cocok Kerja di IKN<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cari tahu dulu arti kelima logo IKN yang bisa kita pilih, Gaes. Jangan nyinyir mulu.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":212552,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[15160,11004,18903,18902,421],"class_list":["post-212550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-ikn","tag-logo","tag-logo-ikn","tag-sayembara","tag-twitter"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212550\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/212552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}