{"id":212544,"date":"2023-04-14T09:44:22","date_gmt":"2023-04-14T02:44:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=212544"},"modified":"2023-04-14T10:12:02","modified_gmt":"2023-04-14T03:12:02","slug":"3-tipe-penjual-pempek-palembang-di-bogor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tipe-penjual-pempek-palembang-di-bogor\/","title":{"rendered":"3 Tipe Penjual Pempek Palembang di Bogor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang asli Palembang yang tiggal di Bogor, saya tentunya sudah sangat hafal dengan cita rasa pempek. Bagaimana tidak, pempek ibarat \u201cmakanan wajib\u201d. Saking seringnya makan pempek, kalau konsep gizi 4 sehat 5 sempurna disempurnakan oleh susu, bagi orang Palembang disempurnakan oleh pempek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tinggal di Bogor, tentu saja saya tidak bisa meninggalkan kebiasaan makan pempek. Sebenarnya tidak sulit menemukan kuliner ini di Bogor. Namun, mencari cita rasa yang sesungguhnya itu yang susah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, tidak jauh dari kos saya, ada tiga sampai empat penjual pempek. Jumlahnya ini bahkan lebih banyak dari penjual <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lima-kuliner-khas-bogor-yang-nggak-dinotice-oleh-banyak-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">roti unyil<\/a> yang merupakan makanan khas Bogor. Saya juga bingung, apakah makanan khas Palembang ini mulai menginvasi Bogor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran penasaran sekaligus menguji penjual, saya kadang bertanya tentang pempek yang dijual. Nah, sejauh pengalaman saya di Bogor, ada beberapa tipe penjual yang saya temui.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Orang asli Palembang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang saya tanyakan adalah mereka orang asli Palembang atau bukan. Kalau bertemu orang asli sana, saya cukup yakin dengan pempek yang dijualnya. Ciri penjual ini adalah selalu menyediakan menu lain seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kesalahan-saat-makan-tekwan-yang-harus-dihindari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tekwan<\/a> dan model.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kalau penjualnya orang Palembang juga saya merasa lebih nyaman, karena dapat menggunakan bahasa daerah kami. Setidaknya menjadi sedikit pelepas penat dari bahasa \u201cgua-lu\u201d yang saya gunakan di sini. Obrolan kami juga bisa panjang. Saya sampai tahu rumahnya di mana, alasannya merantau, bahkan saya tahu sudah berapa lama beliau tidak pulang kampung.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Mantan turis dari Palembang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penjual pempek di dekat kos saya adalah mantan turis di Palembang. Wah, keren, sih, baru sekali ke Palembang tapi langsung bisa punya bisnis pempek di Bogor. Sama kayak kalau ke Jogja dan bisa langsung bisnis gudeg. Alias keren banget, loh. Saya paling salut sama penjual satu ini, beliau nggak pernah absen jualan setiap hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal rasa pempeknya, saya tidak terlalu berharap banyak pada awalnya. Namun ternyata, untuk sekelas beliau, dagangannya lumayan juga, walau ikannya nggak cukup terasa dan <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/food\/read\/2021\/05\/17\/200200675\/resep-cuko-pempek-asli-palembang-rasanya-otentik-\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cuko<\/a> cukup encer. Tapi, cukup mengobati rasa kangen saya sama pempek Palembang, meski setelahnya saya nggak pernah beli lagi. Maaf, ya, Pak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Penjual yang nggak pernah ke Palembang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kejadian lucu saat saya ke Pasar Surya Kencana, Bogor. Waktu itu, saya membeli pempek di pinggir jalan. Setelah saya tanya, si bapak penjual mengatakan kalau belum pernah ke Palembang. Terdengar sangat menarik bagi saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lanjut ke pertanyaan kedua, \u201cPakai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memahami-jenis-dimsum-yang-populer-di-indonesia-dari-wonton-sampai-shumai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ikan<\/a> apa, Pak?\u201d Pertanyaan ini mengindikasikan kalau saya benar-benar penasaran. Si bapak menjawab, \u201cHmmm, ikan apa, ya? Ikan kecil-kecil, Mbak.\u201d Saya tertawa kecil saat itu karena bingung harus merespons seperti apa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Okelah si bapak tetap menggunakan ikan, tapi ikan kecil-kecil itu ikan apa. Tapi kalau ngomongin soal bahan baku, ikan giling, di Bogor memang jarang saya temukan penjualnya. Kalaupun ada, biasanya yang dijual hanya ikan tenggiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Palembang, penjual ikan giling dengan macam-macam ikan sudah pasti ada di pasar-pasar. Ini juga tentunya menyesuaikan permintaan pasar, sih. Permintaan ikan giling di Palembang tentunya lebih tinggi dibanding tempat lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh menarik kenyataan yang saya temukan. Bahkan bisa dibilang terpukau juga kepada penjual yang bahkan belum pernah ke Palembang dan ketemu cita rasa otentik, tapi punya nyali untuk jualan. Meski dari sisi rasa perlu diperbaiki, saya ikut bangga makanan asli Palembang bisa diterima di semua tempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Aulia Syafitri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-tempat-beli-pempek-di-palembang-yang-paling-direkomendasikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tempat Beli Pempek di Palembang yang Paling Direkomendasikan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai orang asli Palembang, saya turut bangga pempek bisa diterima oleh lidah orang Bogor. Berikut 3 fakta yang saya temukan.<\/p>\n","protected":false},"author":2152,"featured_media":213102,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-715","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9819,18955,8724,7731],"class_list":["post-212544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bogor","tag-makanan-khas-palembang","tag-nusantara","tag-pempek"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212544"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212544\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/213102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}